Wendy And Boys

Wendy And Boys
Payungku (3)



Other side~


Entah ada angin apa sekarang genk pangeran sekolah itu sedang ada di perpus sepert Seungwan dan Seokjin.


"Kau sejarah ya Jim"


"Ayayy captain" jawabnya semangat dan mulai mengerjakan tugasnya tanpa protes.


"Kau matematika dan sejarah peminatan kook"


Jungkook hanya mengangguk, lalu tiba-tiba Ia berfikir.


"Tunggu sebenarnya kita itu kelas IA atau IS sih"


"Entahlah aku juga lupa, sudah jangan banyak protes kerjakan saja tugasmu atau akan ku buang semua koleksi Iron manmu" Jungkook langsung kicep pemirsa dan langsung mengerjakan tugasnya.


"Aku bahasa Inggris, Taehyung bahasa Arab"


"Suga hyung Matematika peminatan"


"Hm" balas Suga dengan singkat.


"Dan bang Hop bahasa Jerman dan Bahasa Mandarin"


"Kenapa aku juga dua?"


"Mian hyung, tak ada yang paham dua mata pelajaran itu selain kau" ucap Namjoon sambil menampilkan muka memelasnya yang malah membuat siapa pun ingin mengambil golok kalau melihatnya. Salahkan saja wali kelas mereka aka pak Doyoung yang menugaskan untuk merangkum semua materi yang belum dipahami karena sebentar lagi semesteran.


Semua mulai sibuk mengerjakan tugas masing-masing kecuali Taehyung. Ia terlihat murung dan diam saja sedari tadi. Bahkan tak menyentuh bukunya sama sekali.


"Tae kau sehat nak?" Tanya Namjoon prihatin melihat tingkah Taehyung yang seperti orang habis putus cinta atau batal kawin/ga.


"Aku lagi galau pih"


"Makannya kalau cinta itu jangan di pendam" ini Jeyop yang bilang.


"Ish perasaan disini tidak ada kabel" ucap Taehyung sebal mendengar hyungya itu yang main nyamber.


"Benar kata bang Hop, kau harus berani menyatakannya bro"


"Sudah empat tahun ini kan kau memendamnya?"


"Ne, tapi aku takut dia akan menolakku hyung, aku terlalu pengecut"


"Jangan khawatir, jika dia benar-benar mencintaimu pasti dia bisa menerima"


"Tenang saja kita akan membantu, aku akan meminta bantuan selirku juga kalau perlu" ucap bang Hope dengan pdnya karena kemaren sudah mendapatkan selir juga walaupun hanya satu.


"Lagi pula itu bukan sepenuhnya salahmu kan?" imbuh Jeyop.


"Aku yakin dia akan menerimamu, semangatlah kita akan membantumu bro"


"Terimaksih semua" ucap Taehyung sambil mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes.


Sungguh Ia tidak tahan lagi sekarang meliahat orang yang selalu Ia cintai menderita. Ia ingin sekali memluk tubuh mungil itu dan berjanji untuk menjaga dalam dekapannya selamanya. Tak boleh ada yang menyentuhnya lagi bakan menyakiti sang pujaan hatinya itu. Namun apa semua itu bisa terjadi? Apakah Taehyung mampu untuk menatap ke arah sosok itu?


Brakk


suara meja yang digebrak dengan kasarnya hingga membuat para pangeran sekolah itu kaget, bahkan ada yang sampai terjungkang, jangan Tanya siapa itu.


"Kejar dia Kim" ucap sosok yang tiba-tiba membuat jantungan itu


"Ku mohon kejarlah Seungwan sekarang"


"Tunggu apa maksudmu hyung?"


"Tari nafas pelan-pelan hembus.. buangkan setelah tiga detik" Ucap Jeyop sambil mempraktekan agar Seokjin ikut melakukannya.


Seokijin pun akhirnya ikut menenangkan nafasnya dulu baru lanjut bicara, sebenarnya Ia ingin seKali menyunati Taehyung sekarang. Karena dialah sumber Seungwan kabur entah kemana tadi.


"Kenapa hyung?" Tanya Taehyung dan Jimin barsamaan.


"Kau harus tanggung jawab Taehyung, cari Seungwan sekarang"


"Seungwan kenapa memangnya dan kenapa aku yang harus tanggung jawab"


"Tadi kami mendengar percakapan kalian dan sepertinya dia salah paham. Kau tahu kan jika Ia sangat mencintaimu juga, aku yakin Ia mengira kau akan menyatakan perasaanmu ke orang lain."


"Astaga padahal kan kita tadi sedang membicarakannya bukan orang lain"


"Tadi Seungwan noona lari kemana?"


"Entahlah, Ia langsung lari kencang sambil menangis"


"Baiklah aku akan mencarinya"


"Tunggu"


"Apalagi hyung?"


"Apa kau sudah benar-benar siap untuk bertemu Seungwan sekarang?"


"Yahh.. aku sudah bulat, tak apa walau nanti Seungwan noona pasti akan menolakku. Aku akan menerima keputusannya hyung"


"Baiklah kalu begitu kami akan membantumu mencarinya"


Setelah mengatakan itu mereka pun berdiskusi mau mencari ke tempat mana saja yang ada di Butterfly High School ini. Dengan segera mereka mulai bergerak ke tempat-tempat yang sudah dibagikan untuk di kunjungi guna menemukan gadis manis itu.


Flashback off__


Terik sang raja siang terasa kian menyengat di luar sana.. menjadi saksi bisu seorang makhluk manis yang tengah terisak di atap sekolah tak berpenghuni itu, karena hanya ada dirinya seorang saja. Tapi itu hanya pikiran sang makhluk manis itu karena dalam kenyatannya ada sesosok makhluk lagi yang sedang menatapnya dari kejauhan dengan menahan buliran bening cair agar tidak jatuh meluncur melewati wajah tampannya. Perlahan sosok tampan itu mendekati sang makluk manis yang sedang menangis itu.


"Noona mianhe" ucapnya seraya memeluk tubuh mungil di depannya. Ini pertemuan pertama mereka tapi sudah berani main peluk. Ralat sebenarnya ini pertemuan kedua mereka.


Deg!


Seungwan langsung berbalik dan betapa terkejutnya Ia melihat sosok tampan di depannya. Sekarang Ia sedang tidak memakai kaca mata tebalnya karena Ia sedang menangis takut mengotori kaca matanya. Ini sama persis seperti pertemuannya dengan Taehyung empat tahun lalu dimana dirinya masih belum memakai benda berlensa tebal itu.


Apa ini mimpi?


Tolong jangan bangunkan Seungwan.


"Iya ini aku, maafkan aku noona" ucap Seungwan sambil mengusap lelehan bening itu yang keluar tanpa ijin. Taehyung begitu senang sekarang bisa memandang sosok yang sangat Ia cintai sedekat ini, hingga tak terasa membuat cairan itu kembali menetes.


"Minta maaf untuk apa dan kenapa kau juga ikutan menangis?"


Ini tidak lucu, sosok yang amat Ia cintai ini tiba-tiba datang dan memeluknya sambil menanngis. Apa ini benar-benar Taehyung atau makhluk lain yang menyamar jadi Taehyung. Hm Seungwan jadi merasa merinding sekarang.


"Maaf karena aku begitu mencintaimu"


Deg!


Seungwan rasanya ingin mati saja sekarang. Ia semakin merinding.. apa jangan-jangan sosok di depannya ini adalah hantu penunggu sekolah ini.


"Maaf karena aku sangat mencintaimu bahkan sejak pertemuan kita empat tahun yang lalu kau. Kau adalah cinta pertamaku, Seungwannie noona"


Makhluk manis itu tak bisa mengeluarkan suara, Ia hanya menatap sosok Taehyung tak percaya akan ucapannya barusan. Jadi orang yang di bicarakan Taehyung di perpus tadi adalah dirinya? Ia juga tidak percaya kalau pria ini juga mencintainya selama ini dan menjadi cinta petamanya. Namun kalau memang baner, kenapa Taehyung tidak mengatakannya sedari dulu saja. Itulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak Seungwan. Di dorong rasa penasaran akhirnya Ia berani mengeluarkan suara.


"Kenapa kau tidak bilang sejak dulu Tae-ah kau begitu menyiksakku"


"Maafkan aku.. aku terlalu takut.. karena.."


"Karen apa? Apa karena aku jelek dan culun jadi kau tidak mau pacaran denganku sejak dulu?"


Demi apa, makhluk di depannya ini bahkan bukan seperti manusia melainkan seperti bidadari yang jatuh dari khayangan.


"Anniya, kau sangat cantik noona, bahkan kau adalah makhluk tercantik dan termanis ke dua setelah ibuku"


"Lalu kenapa kau takut?"


"Aku akan menjelaskannya, aku akan menerima semua keputusanmu walau sangat menyakitkan nantinya"


"Baiklah, ceritakan alasannya"


"Sebenarnya kecelakaan empat tahun lalu yang merenggut semua keluargamu itu adalalah ksesalahan ayahku"


Deg!


Siapapun tolong katakana kalau Seungwan sekarang masih di alam mimpi dan jangan coba untuk membangunkannya. Ia diam tak bergerak, air matanya langsung terun dengan deras. Taehyung yang melihatnya jadi tidak tega untuk melanjutkan cerita.


"Waktu itu sedang hujan, Ayahku ingin menjemputku dan di tengah jalan ada seorang kakek yang tiba-tiba menyebrang jalan, karena kaget supir ayahku refleks membanting setir dan na'asnya ada mobil dari arah yang berlawanan hingga kecelakaan pun tidak bisa dihindari lagi. Mobil itu adalah milik keluargamu, semua yang mengalami kecelakaan itu langsung meninggal di tempat kecuali ayahku bahkan supir ayahku juga meninggal, tapi ayahku masih koma sampai sekarang. Ia tak sadarkan diri sejak empat tahun lalu"


Seungwan masih diam tak pergerak sedikitpun.


"Maafkan aku noona, karena kesalahan appaku kau kehilangan semua keluargamu"


Ingin sekali Taehyung mengulurkan tangannya dan mengusap lelehan bening itu dari wajah manis sosok rapuh di depannya ini, tapi apa dia punya hak untuk itu sekarang.


"Hiks kenapa? Kenapa kau baru bilang sekarang?"


Taehyung diam tak menjaab pertanyaan sosok di depannya itu. karena Ia tahu kalau dirinya itu memang begitu pengecut.


"Maafkan aku"


"Kenapa kau selalu minta maaf? Itu bukanlah salahmu, mungkin ini memang sudah takdir"


Taehyung tersenyum mendengar jawaban manis itu.


"Jadi apakah kau mau memaafkanku?"


Seungwan terdiam sejenak, Ia bingung ini bukanlah salah Taehyung, tapi Ia masih belum bisa menerima pria ini. Ia tak sanggup menghadapi kenyataan bahwa orang yang amat Ia cintai selama ini adalah anak dari orang yang telah memisahkan dirinya dengan keluarganya. Anak dari orang yang telah merenggut kehangatan keluarga yang selama ini Ia rasakan. Akankah dirinya bisa memaafkan Taehyung?


"Mianhe, aku mau memaafkanmu tapi sepertinya ini akan menjadi pertemuan terakhir kita. Entahlah rasanya aku masih belum bisa menerima semua ini"


Inilah memang yang Taehyung takutkan dan akhirnya benar-benar terjadi.


Dan yah keutusan Seungwan sudah bulat untuk menjauh dari Taehyung.


"Terimakasih untuk mau mamafkanku dan terimakasih juga sudah menjadi cinta pertama dan terakhirku noona. Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu"


"Kau juga cinta pertamaku, terimaksih karena kau akhirnya mau menatap ke arahku lagi dan terimakasih karena sudah menjadi payungku, ini ku kembalikan"


Seungwan menyerahka payung kecil warna merah hati kepada Taehyung.


"Kau masih menyimpannya?"


"Aku selalu menyimpannya, aku selalu berharap kau mau menatap ke arahku sekali saja. Dan sekarang keingainanku sudah terkabul ini sudah cukup."


"Sampai jumpa lagi Kim Taehyung..mungkin aku akan selalu mengingatmu"


Seungwan bebalik dan pergi meninggalkan Taehyung yang mulai terisak. Air mata yang sedari tadi Ia bendung seketika itu juga langsung tumpah dengan derasnya.


Ini pertemuan kedua dan terkahir kita. Kenapa rasanya sesesak ini?__


Seungwan akhirnya mendapat alasan mengapa dirinya bisa di terima di sekolah yang sebagus ini, kenapa Ia selalu diterima di tempat kerja manapun tanpa tes atau wawancara. Ia ingin menenangkan diri dulu, Ia harus fokus dengan ujian nasioanl yang tinggal menunggu hari. Ia harus mengubur dalam-dalam rasa cintanya itu dan menggapai cita-cita yang sudah terencana selama ini. Dan perlahan Ia juga harus belajar melupakan serta memaafkan cinta pertamanya itu.


"Mengetahui kau juga terjatuh padaku di saat yang sama mebuatku sudah sangat bersyukur karena itu tandanya selama ini cintaku juga terbalaskan..selamat tinggal"_


"Bisakah hati ini melepaskanmu?__


.


.


Bersambung..