Wendy And Boys

Wendy And Boys
Melodi (3)



________


Satu minggu pertama Yoongi oppa sering menghubungiku dan merengek rindu tapi dia masih menahan diri untuk tidak datang menemuiku karena banyak tugas.


Hingga tak terasa sudah satu tahun aku belajar musik disana. Yah beasiswa S2 ku yaitu musik. Aku menekuni bakatku bermain piano.


Sudah satu minggu ini Yoongi oppa tidak menghibungiku. Satu bulan yang lalu Ia bercerita jika Ia sudah tidak jadi dosen lagi melainkan menjadi presdir menggantikan appanya yang sudah sakit-sakitan. Aku pun mengucapkan selamat untuknya dan maklum jika dia jadi jarang menghubungiku.


Hari ini tiba-tiba saja sosok yang amat kurindukan berada di depan pintu aparetemenku. Tapi aneh? Penampilannya begitu kacau, namanya sembab, wajahnya terlihat kurus badannya juga. Lalu terlihat rambut-rambut tipis di wajahnya. Apa Ia sampai tidak sempat untuk bercukur? Sebegitu menderitanyakah menjadi seorang presdir.


"Wendy"


Grep~


Ia langsung memelukku dan menangis kencang sambil terus mengatakan maaf.


Dan ..


Perkataannya sunghuh mengayat hatiku.. pantas saja Ia tak menghubungiku selama satu minggu.


"Maafkan aku tidak aku tidak pantas dimaafkan"


"Hiks tak hiks tak apa oppa"


"Tidak Wendy-ya jangan pernah memaafkanku hiks aku ini lelaki yang sangat brengsek.. tapi aku sangat mencintaimu sayang sungguh.. rasanya aku ingin mati saja sekarang"


"Tidak oppa. jadilah pria dewasa kau seorang appa sekarang pulanglah kasian calon ibu dan anakmu yang menunggu di rumah"


Aku mendorong tubuh Yoongi oppa keluar sungguh rasanya ini sangat sakit walau kutahu itu bukan salahnya.


Yoongi oppa bercerita bahwa Ia dijodohkan dengan seorang yeoja bernama Sana. Tapi Ia langsung menolak. Ibunya Sana tidak terima lalu Ia menjebakny dengan obat penghilang kesadaran dan obat perangasang.


Ia menaruh Yoongi oppa dengan putrinya sendiri dalam satu kamar hingga Yoongi oppa yang sedang tak sadarpun akirnya menghamili putrinya. Dan mau tak mau Ia harus mau menikahi Sana.


Mengingat cerita itu membuatku semakin hancur. Cintaku.. orang yang selama hidupku ini sangat kucintai.. tapi sekarang hilang..memudar tak bisa ku gapai karena Ia akan bersanding dengan orang lain.


Selamat tinggal Yoongi oppa selamanya aku akan tetap mencintaimu.


.


.


.


Satu tahun kemudian aku kembali ke Korea. Hatiku sudah lebih baik walau jauh di lubuk sana masih terukir indah nama Min Yoongi.


Selama di Paris aku banyak mendapatkan tawaran pertunjukan bermain piano padahal diriku ini belum lulus.


Tapi sekarang aku ingin kembali ke Korea untuk yang terkahir kalinya sebalum melanjutkan karirku sebagai musisi di luar negeri. Karena Korea akan mengingatkanku ke Yoongi oppa jadi aku memilih untuk tinggal dan berkarir di luar negeri saja.


Kedatangan terakhirku ke tanah kelahiran ini memenuhi undangan keluarga Min untuk menjadi pianis di salah satu pernikahan anak mereka.


Disinilah aku berada sedang memainkan beberapa lagu dalam acara pernikahan ini.


Biasanya saat sedang manggung aku akan menghadap ke arah penonton atau paling tidak ke arah samping tapi sekarang, aku membelakangi penonton.


Aku tak ingin mereka melihat air mataku yang tak mau berhenti selama aku memainkan piano ini. Aku tak sanggup melihat dua insan yang menjadi pusat acara ini. Min Yoongi dan istrinya yang baru beberapa saat lalu sah menjadi suami istri.


.


.


.


"Jangan maafkan aku"


"Aku telah memaafkanmu Yoongi oppa berbahagialah.. saranghae"


End__