
BRAK!!!
Yah tanpa diduga reaksinya tidak bersahabat sama sekali.
Ayah menggebrak meja, menciptakan bunyi nyaring.
"KAU BERCANDA HAH? KATAKAN ITU BERCANDA TAEHYUNG KENAPA KAU SUDAH MENGHAMILI NYA KAU SUNGGUH MEMPERMALUKAN KELUARGA KITA!!" teriaknya murka.
Ayah berjalan menuju arah ku, dan dengan kasar ayah menarik kerah kemejaku. Memaksa ku berdiri.
"KEHINAAN APA YANG KAU PERBUAT?!!" Ayah menatap ku tajam dan aku pun membalas tatapannya dengan berani.
"Aku mencintainya. Aku menyukai dia dan aku ingin menikah dengan dia" jawabku tepat di depan wajahnya.
Brak..!!
Ayah melemparkan ku begitu saja, dan aku rasakan nyeri dipunggung akibat dari membentur dinding.
"ANAK KURANG AJAR!! ANAK HINA!! DASAR MENJIJIKAN!!"
Tidak memberikan waktu untuk melawan, ayah kembali memukuliku. Dia menendangi tubuhku yang masih terbaring, belum sempat untuk bangit dari dorongannya.
"KAU BERANINYA MEMPERMALUKAN KELUARGA!!"
Dan tendangan keras di perutku membuatku terbatuk. Ugh rasanya sangat sakit sekali.
"SAYANG HENTIKAN!!"
Ibu yang sepertinya sudah kembali dari keterkejutannya, berlari ke arah kami. Dengan tubuhnya yang kecil berusaha menarik ayah.
"JANGAN MENGGANGGU!! AKU AKAN MEMBERIKAN PELAJARAN KEPADANYA AGAR DIA TERSADAR AKAN PERBUATAN MEMALUKAN YANG TELAH IA PERBUAT!"
Ayah mesih keukeh untuk memukulku lagi dan lagi.
"SAYANG JANGAN!! DIA ANAK MU SAYANG!"
Dengan bantuan ibu, kelonggaran mulai aku dapatkan. Ibu berhasil melerai ayah dan setelahnya ibu membantuku untuk berdiri.
"Kau kenapa kau membantu makhluk menjijikan itu?!" tanya ayah ku dengan suara yang ditekan, ia rupanya sangat marah.
"Dia itu bukan anak ku," ujar ayah berlalu pergi.
Kini di ruang keluarga hanya tersisa aku dan ibuku.
"Hiks.. Taehyung kenapa kau lakukan ini pada kami? Kau tahu kan kalau ayahmu ini orang kolot yang ketinggalan zaman" tanya ibu sembil memukul dadaku.
Aku memeluk ibu, sakit.. mengapa ini sangat sakit? Aku hanya ingin mengatakan hubunganku tapi kenapa harus begini.
Aku tutun ibu untuk duduk kembali ke tatami. Aku tidak bisa melakukan apapun disini, ibuku masih menangis dan aku hanya bisa membisu membiarkan tangisannya pecah dan menunggu dirinya tenang.
Sekitar 15 menit berlalu, akhirnya tangisan ibu mulai reda. Setelah puas menangis, ibu menatap ku. Terlihat matanya yang bengkak membuat ulu hati ku perih.
"Nak.. Ibu, tidak tahu harus berbuat apa. Ibu mengerti ini pilihan mu. Dan cinta itu, cinta itu tidak ada yang salah. Kau nikalihalah dia jadilah lelaki yang bertanggung jawab." Ujar Ibu berusaha tegar.
Aku bersyukur ibu mempunyai sifat yang pengertian, walau aku tahu ibu sendiri tengah menolak hubungan ku tapi dia masih bisa menenangkan hatinya dengan cepat.
"Maafkan aku, ibu."
Aku hanya bisa meminta maaf. Aku hanya menjadi anak nakal yang membawa aib di keluarga Kim. Maafkan aku, aku mohon. Aku sendiri tidak bisa mencegah perasaan itu. Orang pernah berkata cinta tidak akan pernah salah dan ibupun mengakuinya juga.
"Jika itu yang terbaik untuk mu, Ibu bisa apa."
Kami berpelukan dengan perasaan yang kian bercampur aduk, yang membuat perut semakin melilit.
Ibu mengusirku, lebih tepatnya menyuruhku segera meninggalkan rumah itu pun karena takut ayah akan kembali dan memukuli ku. Aku pun menururi apa yang dia pinta. Pergi meninggalkan kediaman K dengan luka yang masih terasa sakit. Awalnya ibu meminta untuk mengobatinya namun aku tolak, ini bukan luka yang besar.
Jika aku membual soal rasa sakitnya, mungkin memang aku tengah berbohong. Hanya aku tak ingin ibu mencemaskanku.
_______
Bersambung....
Remake @Gulasagu @Bananaa97__ 🤗
#wenv