
"Kau tidak perlu menjawabnya sekarang kalau kau bingung"
"Ani oppa, aku .. aku.. aku akan menjawabnya sekarang, sebenarnya aku..mm.. aku juga merasakan hal yang sama, aku juga menyukaimu oppa, kau cinta pertamaku makannya tadi malam aku tidak bisa tidur"
"Apa aku tidak salah dengar?"
"Tidak oppa"
"Jadi kita sepasang kekasih sekarang?"
"Haruskah itu?"
"Kalau kau tidak mau tak apa, aku tidak akan memaksa, mengetahui kau memiliki perasaan yang sama denganku juga aku sudah sangat senang Wan-ah"
"Bukan begitu oppa, kau artis terkenal pasti banyak yang tidak setuju, kau juga orang kaya sedangkan aku hanya gadis miskin yatim piatu tidak memiliki siapapun"
"Kau lupa sayang, kau memiliki aku sekarang, aku juga tidak peduli siapa dirimu dan dari mana asalmu, yang aku tahu kau adalah malaikat manis yang dikirimkan Tuhan untuk mendampingi Jeon Jungkook hingga hari tua nanti"
Seungwan tak kuasa lagi membendung air matanya. Ia menduselakan kepalanya di dada bidang Jungkook lalu memangis kencang disana. "Hiks oppa hiks benarkah itu?"
"Iya sayang sudah jangan menangis" tak tega melihat orang yang Ia sayang menangis Jungkook pun ikut menitikkan air mata, tentu saja tanpa sepengetahuan Seungwan.
"Oppa hiks bagaimana dengan keluarga dan fansmu? Tentu saja mereka tidak mungkin menerima hubungan kita" Jungkook mengeratkan pelukannya lalu mengecup lama surai lembut Seungwan sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh kekasihnya itu.
"Kalaupun mereka tidak setuju, aku akan tetap memilih bersamamu sayang, aku berjanji kita akan terus bersama walaupun nanti hanya tinggal di gubuk kecil"
Seungwan terdiam, sebesar itukah cinta Jungkook untuknya? Ia bahkan rela meninggalkan segalanya hanya untuk dirinya.
"Oppa"
"Sstt sudah jangan banyak bicara kita perlu istirahat sayang"
*
*
*
...🐱🐱🐱...
Tak terasa hubungan Jungkook dan Seungwan sudah menginjak 3 bulan. Member dan juga staf karyawan mengetahui hal itu. Pihak agensi sengaja menyembunyikan hubungan ini, mengingat hubungam sesama masih tidak lazim di Korea.
Para karyawan juga bungkam walau sering melihat pasangan wenkook bermesraan di kantor, mereka tidak ingin kehilangan pekerjaan mereka karena bocornya hubungan wenkook mengingat BTS adalah mesin penghasil uang utama dari agensi ini.
Jungkook dan Seungwan memang sering bermesraan, mereka begitu rukun jarang sekali terlihat bertengkar yah walaupun kadang ada masanya mereka bertengakar juga, tetepi lebih banyak romantisnya seperti sekarang.
"Sayang"
"Hm" Jungkook mengeratkan pelukannya pada sosok mungil yang tenggelam di dalam dekapannya ini dengan tangan kirinya. Tangan kanannya sendiri Ia gunakan untuk memegang secangkir kopi buatan sang kekasih.
"Saranghae" bisik Jungkook ke telinga sang terkasih, bisa dipastikan Seungwan langsung merona merah.
"Nado saranghae"
Chuph~
Seungwan membalikkan kepalanya hanya untuk mengecup pipi Jungkook.
"Kenapa cuma satu yang satunya tidak?"
"Aish baiklah"
Chuph~
"Nah begitu baru adil sayang hehe"
"Apa disini tidak dingin? Ayo kita masuk saja" Pasangan ini memang tengah bermesraan di balkon.
"Tidak sayang, aku ingin melihat bintang sekarang, lagi pula kau memelukku dengan erat mana mungkin aku bisa kedinginan"
"Itulah mengapa aku memelukmu sayang, aku tidak ingin kau terkena flu nanti karena hawa dingin ini"
"Aku sangat menyayangimu"
"Aku lebih-lebih dan lebih"
"Ngomong-ngomong apa kopinya enak"
"Pertanyaan macam apa itu sayang? Tentu saja jawabannya akan selalu sama"
"Hehe barang kali tidak enak sayang"
"Tentu saja enak"
Hening, keduanya tenggelam dalam pikiran masing-masing hingga Jungkook memulai pembicaraan lebih dulu.
"Sayang"
"Hm"
"Berjanjilah satu hal"
"Apa?"
"Berjanji dulu"
Seungwan berfikir sejenak, tidak biasanya Jungkook seperti ini, namun Ia cepat-cepat menangkis pikiran negatif itu dan menjawab pertanyaan sang kekasih hatinya ini.
"Ya aku berjanji"
"Berjanjilah jangan pernah tinggalkan aku"
"Mana mungkin aku akan meninggalkan seseorang yang sangat aku cintai, aku berjanji"
Mendengar itu Jungkook meletakkan cangkir kopi yang sudah kosong lalu membalikkan tubuh Seungwan.Ia melihat tepat ke arah mata sang pujaan hati untuk mencari adakah kebohongan, namun di dalam sana tidak tersirat tanda kebohongan sedikitpun. Jungkook bersyukur akan hal itu, Ia jadi tenang Seungwan tidak akan mungkin meninggalkannya.
"Terimakasih sayang, aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu, mungkin sekarang aku tidak bisa melamarmu tapi tunggulah sebentar lagi aku pasti akan melamarmu"
"Aku akan setia menunggumu sayang dan aku juga sangat mencintaimu"
"Terimakasih sayang" Jungkook mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah manis sang kekasih. Seungwan yang paham pun langsung menutup kelopak indahnya.
"Saranghae"
Chuph~
Kedua benda kenyal nan manis itu pun bertemu.
Ciuman manis nan dalam mereka lalukan sekarang. Rasa manis kopi bercampur di sela-sela kecupan hangat itu.
________
Bersambung..