
...πΉπΉπΉ...
Hari ini adalah hari minggu tapi Seungwan malah sendirian di rumah besar ini. Untuk apa harta banyak tapi dirinya merasa kesepian seperti ini. Teman? Satu kata yang indah bagi Seungwan karena hanya temanlah yang selalu ada dikala Ia merasa kesepian.
Tapi di hari minggu ini sudan pasti sang teman juga sedang bersantai dengan keluarganya, tidak mungkin Seungwan merusak moment indah temannya tersebut.
Tidak seperti keluarga lain yang banyak menghabiskan waktu libur bersama keluarganya, Ia jadi merasa sedih sekarang, kedua orang tuanya sedang sibuk di luar negeri. Sang kakak juga tadi pagi sudah pergi bersama kekasihkanya.
Sebenarnya kak Baekhyun juga menawarinya untuk ikut, namun Seungwan menolak ajakan tersebut. Ia tidak ingin mengganggu kebersamaan kakak tercintanya dengan sang pacar, apalagi Ia tahu sebentar lagi kakaknya itu akan pergi jauh ke luar negeri.
Ia kembali memikirkan perkataan kedua orang tuanya kemarin. Entah kenapa Seungwan jadi mendapatkan ide karena memang Ia sangat tidak setuju dengan rencana perjodohan itu. "Maaf Wannie akan kabur saja" ucapnya dalam hati.
To my family β‘/β‘
Maaf Wannie izin kabur dari rumah π
Wannie benar-benar tidak ingin menikah dini, apalagi dengan orang yang tidak Wannie kenal sama sekali. Ayah, bunda sama kak Baek tidak perlu mencari Wannie karena Wannie kaburnya tidak jauh kok, nanti Wannie akan pulang jika perjodohan itu dibatalkan. Wannie sayang kalian β‘
^^^Son Seungawannie β€^^^
_______
Seungwan meletakan surat itu di atas meja belajar kamarnya. Ia lalu bergegas pergi dengan tas ransel besar di punggungnya serta satu koper besar yang Ia seret. Entah Ia akan pergi kemana, tapi yang pasti tidak terlalu jauh seperti yang Ia tulis di surat izin kaburnya itu.
*
*
*
...πΈπΈπΈ...
Seorang gadis manis nan imut terlihat menyeret koper besarnya dengan pelan, kini Ia tengah berjalan kaki tak tentu arah seperti anak hilang di pinggir jalanan kota Seoul ini.
Ingin Ia naik bus, tapi dirinya masih bingung ingin kabur kemana? Biasanya sih Ia kalau kabur pasti ke rumah neneknya, kalau tidak ya ke rumah Seulgi teman seperjuangannya di sekolah. Tapi Ia sudah bosan kalau kabur ketempat yang biasa pasti akan cepat ditemukan. Dan jadilah Ia seperti orang bingung tak tahu harus kemana.
Di tengah kebingungan tersebut tiba-tiba netranya menangkap sesuatu yang familiar, lebih tepatnya buah merah segar kesukaannya, semangka.
Satu mobil bak penuh dengan buah kesukaannya itu terparkir tepat di depan matanya. Iya sedikit heran padahal ini bukan musim buah tersebut bahkan dari kemarin-kemarin Ia ingin memakannya tapi tidak ada satupun yang menjualnya. Jadi sekarang Seungwan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ia harus bisa membeli semangka tersebut walau hanya satu dari satu mobil itu.
Seungwan mendekat ke arah pemilik mobil bak itu yang terlihat tengah menghitung uang, mungkin uang hasil penjualan semangka di mobilmya yang kini tengah di angkat ke sebuah toko buah.
"Maaf apa saya boleh membeli semangka anda satu saja?"
"Semangka mana yang kau maksud adik kecil?" Balas pemilik mobil berisi buah segar itu yang ternyata memiliki wajah yang cukup tampan.
"Semangka yang ada di mobil anda"
"Oh yang itu, maaf itu sudah kujual di toko tersebut"
"Ya sudah terimakasih, saya akan membelinya di toko itu"
"Percuma, semangka itu pesanan yang akan dikimin ke luar negeri kau tidak akan mungkin membelinya" Seungwan sedih mendengar ucapan namja tampan yang terlihat masih muda itu. Hm pupus sudah harapannya untuk memakan sang buah manis.
"Yah padahal saya ingin sekali memakan semangka itu" tak terasa buliran bening mulai menuruni wajah manisnya. Melihat itu sang namja di depannya jadi merasa iba.
"Apa kau sangat ingin makan semangka ya dek kecil?"
"Ne, hiks Wan hiks Wannie sudah dari kemarin ingin sekali memakan semangka hiks sudah satu bulain ini Wannie tidak makan semangka" ucap Seungwan sesegukan, Ia tak tahu saja jika sang namja penjual semangka itu kini malah menahan tawa mendengar ucapan polos yang keluar dari bibir mungilnya.
"Begini saja, kau mau ikut denganku? Jujur sebenaranya aku petani semangka, kebetulan di kebunku sedang panen. Kalau kau mau bisa ikut denganku tapi jarak dari sini ke rumahku itu cukup jauh, apa kau sanggup?"
"Hm boleh sih kalau kau mau"
"Tentu saja mau, mebetulan saya sedang kabur jadi bisa sekalian kabur, apa di rumah anda ada kamar kosong? Kalau ada bolehkah aku menyewanya untuk beberapa hari?"
"Ada, tapi aku tidak ingin dituduh menculik bocah dan lagi pula sepertinya kau masih anak sekolah kenapa main kabur-kaburan"
"Yah habisnya saya akan dijodohkan jadi ya lebih baik kabur saja dari rumah. Bolehkan saya menyewa tempat anda pliss" kini Seungwan mulai memerankan aktingnya seperti anak kucing minta dipungut.
"Baiklah hanya beberapa hari saja ya tapi"
"Iya tuan, terimakasih banyak"
"Jangan panggil tuan aku masih muda"
"Okke"
"Bagus" ucapnya tersenyum sambil mengusak surai lembut Seungwan yang entah kenapa membuat jantung Seungwan berdetak lebih cepat melihat senyuman namja tampan penolongnya ini. Ada apa ini? Seumur-umur Ia belum pernah merasakan perasaan seperti ini.
"Sudah ayo naik kenapa diam saja, terpesona dengan ketampananku ya" duh malu Seungwan malah ketahuan melamun.
"Ih apaan sih kak berat tahu ini aku tidak bisa mengangkatnya"
"Chie jangan mengalihkan pembicaraan"
"Tidak kok dasar kegeeran"
"Ya sudah sana masuk biar aku yang menaikan barang-barangmu"
"Yeyy makasih" Seungwan pun dengan semangat memasuki mobil dengan riang sedang sang namja tampan penolongnya itupun meletakan barang-barang Seungwan di belakang.
"Ini orang mau kabur atau mau pindah rumah sih" ucapnya dalam hati.
*
*
*
...πππ...
Selama di perjalanan Seungwan terlihat antusia tidak seperti kebanyakan orang yang kabur dari rumah. Mungkin karena ini untuk pertamakalinya Ia kabur jauh dari rumah, bahkan dengan orang yang tidak Ia kenal jadi Seungwan merasa bangga karena sudah dewasa, tidak perlu dijaga-jaga lagi. Ngomong-ngomong mengenai seseorang yang tidak dikenal Ia jadi ingat belum sesuatu.
"Oh ya kita kan belum kenalan"
"Hm" yang diajak bicara hanya fokus menyetir tanpa mau mengok ke arah Seungwan.
"Perkenalkan nama lengkapku, Son Seungwan biasa dipanggil Wannie atau Wendy juga, kalau kamu siapa?"
"Taehyung, Kim Taehyung"
*
*
*
Bersambung__