Wendy And Boys

Wendy And Boys
Stay With Me (2)



______


Hening mulai menyelimuti, mengambil alih suasana, membuat keduanya terlalut kedalam kebisuan. Suasa yang canggung menyekik leher mereka, dan Seungwan memilih untuk bangkit kembali dari jongkoknya.


Ia mengulurkan tangan di depan Sehun bermaksud membantu pria yang lebih tua 1 tahun darinya untuk berdiri. "Aku ingin mengajakmu ke rumah ku, lekaslah berdiri!" ucap Seungwan menarik tangan Sehun ketika uluran tanggannya disambut hangat oleh pemuda tampan itu.


Sehun diam dalam langkahnya, Ia membiarkan Seungwan menggengam erat telapak tangannya. Terasa hangat, Ia tahu jika dirinya masih menyukai genggaman tangan Seungwan.


Menenangkan dan seakan memberikan perlindungan terhadap dinginnya udara. Lagi -lagi sesuatu dalam hatinya berusaha keluar, Sehun sangat menyesal telah melepaskan genggaman itu, melepaskan Seungwan dari hidupnya.


Akhirnya Ia memilih untuk menggenggam balik, meremas tangan Seungwan berusaha menyampaikan rasa sakit yang juga ia derita.


.......Stay With Me.......


Krek..


Derit pintu geser terdengar takala Seungwan membuka pintu rumahnya. Suasana gelap menyambut keduanya, Ia bergegas menekan tombol lampu yang terletak di atas rak sepatu dekat dengan pintu. "Kau bisa meletakan mantelmu di sana," ucapnya melepaskan sepatu sambil menunjuk gantungan baju yang berada di depan sampingnya.


Sehun menuruti apa yang Seungwan perintahkan, Ia melepas mantelnya kemudian menaruhnya di gantungan baju. "kau sendiri? Dimana ibu dan kakak mu," tanyanya mengikuti yeoja manis itu dari belakang, mereka berdua berjalan menuju ruang tengah kediaman keluarga Son.


"Aku sudah lama memutuskan tinggal sendiri. Lebih tepatnya, aku ingin tetap tinggal disini lalu soal ibu dan kakak ku, mereka tinggal di rumah baru yang kakak beli dari hasil kerjanya."


"Mengapa tidak kau ikuti mereka?" tanya Seungwan menaruh pantatnya di atas sofa berudu yang berada di ruang tengah tempatnya sekarang.


"Tidak ada yang berubah," gumannya mengamati isi rumah Seungwan.


Sehun tersenyum simpul ketika tatapan matanya terhenti di sebuah figura yang memuat fotonya bersama Seungwan.


Ia ingat, foto itu diambil ketika Ia merayakan ulang tahun Seungwan yang ke 17 tahun. Disana dapat ditemui tawa jahilnya ketika berhasil mengotori wajah Seungwan dengan krim kue.


"Kau masih sudi memajang foto orang yang telah menyakutimu?" tanyanya menatap Seungwan yang sedang menaruh secangkir teh panas di depannya.


Sehun merasa dia cukup hina hingga Ia tak pantas lagi berada di kehidupan Seungwan bahkan walau hanya secarik fotonya saja.


Yeoja manis itu menggulirkan matanya, Ia menatap apa yang sempat menjadi objek penglihatan Sehun.


Seungwan tersenyum miring, "Aku hanya tidak sempat membuangnya," jawabnya terdengar aneh.


Memang benar Seungwan tidak sempat membuangnya karena baginya Sehun sangatlah berarti dulu sekarang ataupun nanti, hatinya tetap sama walau terdapat luka disana.


Sehun terbelak kaget, hingga suara tawa garing terdengar keluar dari mulutnya. " Hahaha.. Sekarang kau sibuk yah? Dasar orang sibuk, sangking sibuknya hingga tak sempat melakukan hal sepele seperti itu," seru Sehun bermaksud menetralkan perasaannya yang bercampur aduk sejak bertemu dengan Seungwan.


"Yah! Aku memang selalu sibuk," balas sang yeoja manis dengan nada datarnya.


Ding...


Ding..


Ding..


Suara detuman jam dinding berbunyi sebanyak 12 kali, Sehun menatap jam besar itu. "Aku sempat heran, mengapa kau mengajak bertemu saat larut malam begini?"


"Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama mu"


Seungwan mengangkat gelasnya, Ia duduk di samping Sehun, "Hanya malam ini," bisiknya menaruh kepala di pundak pemuda tampan itu.


Deg!


Sekali lagi Sehun merasakan jantungnya berhenti berdetak. Dengan ragu, dia menggerakan tangannya membelai surai coklat Seungwan "Jika tau begini, jika kau ingin menghabiskan waktu bersama ku, mengapa kau tidak minta dari awal?"


Sehun mengutuk ketidaktahuan apa maksud dari undangan Seungwan yang mengajak bertemu. Jika tujuannya ingin menghabiskan waktu bersama, Ia sangat pun mengharapkan itu.


Sehun menengadah, menutup matanya. Bayangan dalam pikirannya mulai memutarkan film dimana Ia dapat kembali melihat mata itu, mata sayu tanpa kehidupan yang dia lihat beberapa saat lalu. Hatinya tetap merasakan sakit, Ia ingin melupakannya.


"Jika ini mimpi, tolong bangunkan aku," seru Seungwan dalam hati.


Ia ingin dibangunkan, dia tidak mau terlena di dalam angan yang tak pasti akan kebenaran.


"Tetap dengan ku," lirih Seungwan membuat Sehun membuka matanya.


Ia menatap Seungwan yang mulai mengalirkan air matanya. "Apa kau tinggal di hatiku yang paling dalam?" Sehun mengerjapkan matanya, Ia tidak mengerti maksud perkataan sang yeoaj manis, bahkan Ia terlalu bingung akibat air mata yang meleleh deras di pipi Seungwan.


Seungwan mengerut kemeja Sehun. "Kebenaran yang tersembunyi dalam diriku, hatiku tetap merasakan sakit," serunya, dia benar-benar tidak mau peduli lagi. Tidak peduli dengan harga dirinya, Seungwan menginginkan kebenaran tanpa adanya kebohongan.


"Apa kau takdirku? Aku jatuh kepadamu."


Deg!


Menyadari sesuatu Sehun langsung membawa Seungwan ke dalam pelukannya.


"Hatiku masih tetap peduli, dan masih melihat mu," guman Sehun memeluk Seungwan lembut.


Selama ini Sehun selalu mengawasi Seungwan dari jauh, Ia pun tidak tahu mengapa dirinya jadi seperti ini, hanya satu yang Ia mengerti yaitu hatinya sedang menuju ke arah Seungwan bahkan Ia meninggalkan sepupu Seungwan yang sempat Ia hamili dulu ah lebih tepatnya sepepupu Seungwan lah yang memelih pergi karena tidak tahan dengan sikap dinginnya.


Sehun melepaskan pelukannya, Ia menatap Seungwan yang wajahnya masih bersipu air mata. Di usapnya cairan itu, "Aku mencintaimu, selalu.." seru Sehun.


"Apa kau takdirku? Aku pun terjatuh kepadamu," ucap Seungwan. "Tetaplah bersama ku," pintanya.


Tengah malam itu menjadi saksi dari kembalinya hubungan yang sudah lama berakhir. Oh Sehun yang memilih kembali mendekap Son Seungwan.


Ia selalu mencintai Seungwan, telepas dari rasa sakit akibat kebodohan namja tampan itu yang dulu memilih meninggalkannya, Seungwan memaafkan hal itu.


_Fin_


_____________________________


__________________


Remake @Gulasagu @Bananaa97__ 🤗


#wenhun