
_____
My Butterfly
_____
Taehyung tengah tersenyum tampan menyalami para tamu undangan yang datang. Ia terlihat sangat tampan dengan balutan tuxedo hitam, sedang sang istri juga terlihat sangat cantik dan manis dengan gaun baby bluenya.
"Tae, noona leleh, sampai kapan kita berdiri disini?" Ucap Seungwan sambil mengerucutkan bibirnya imut.
"Apa mau aku gendong biar tidak capek?"
"Andwaee itu memalukan Tae"
"Kalau begitu kau harus tahan baby, sebentar lagi juga selesai"
Benar juga kata Taehyung, satu jam kemudian acara pernikahannya dengan Seungwan selesai juga. Semua tamu undangan satu persatu mulai meninggalkan aula gedung.
"Eomma, appa Wannie sama Tae pulang dulu ne, Wannie sudah lelah hehe"
"Lelh atau ingin cepat *****?" Goda samg eomma sambil menaik turunkan alisnya.
"Dua-duanya"
Ngomong-ngomong itu yang menjawab Taehyung dan langsung mendapat elusan sayang dari Seungwan yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya
"Aigo anak appa sudah besar rupanya, buat cucu yang banyak ya"
"Pasti appa"
Seungwan hanya bisa merona mendengar ucapan suami dan appanya itu.
"Anak eomma juga sudah besar sekarang, sini eomma jadi pengen peluk kalian"
Sooyoung menarik sang anak ke dalam pelukannya.
"Sayang, dulu kamu masih anak eomma yang cengeng dan cadel, sekarang sudah menjadi istri orang" ucapnya seraya menghapus air matanya yang mengalir.
"Ishh eomma jangan nangis nanti Wannie juga ikutan hiks"
Chup~
Sooyoung mencium semua bagian wajah putri manisnya itu, hm Ia sekarang sangat bahagia.
"Ekhem"
"Aigo rupanya suamimu ini cemburuan sekali"
Yah Taehyung memang sangat cemburuan, Ia tidak rela membagi wajah manis sang kakasih walau kepada eommanya sendiri.
Sooyoung sekarang gantian memeluk Taehyung.
"Tae, jaga istrimu baik-baik ya sayang, jangan sampai membuatnya menangis" Ucapannya seraya kembali menitikkan air mata, tapi kali ini suminya juga ikut meneteskan air mata.
"Sudahlah appa eommma jangan menangis, kita kan tidak akan pergi kemana-mana"
Benar, setelah menikah Seungwan dan Taehyung memang berencana untuk tetap tinggal satu atap dengan eomma dan Appa.
"Ne eomma appa uljima hiks"
Tuh kan Seungwan juga ikutan nangis jadinya.
Seungwan langsung memeluk tubuh eomma dan appanya itu disusul oleh Taehyung yang juga ikutan memeluk, jadilah keluarga ini saling memeluk dan menangis bahagia.
***
Pengantin baru ini tengah duduk di jok belakang mobil dengan supir Park yang tengah mengemudi di depan.
Sekarang mereka dalam perjalanan pulang menuju rumah.
"Sayang aku sangat mencintamu"
"Aku lebih mencintaimu Tae"
"Tidak, rasa cintaku lebih besar untukmu sayang"
"Ish, Tae lihat ada kupu-kupu di mobil kita"
"Mana?"
"Wahh iya kenapa Ia bisa sampai nyasar kesini ya"
"Ishh Tae bukan nyasar lihatlah" tunjuk Seungwan ke arah karangan bunga bermacam jenis dan warna yang memenuhi mobil pengantin baru ini.
"Ini pasti ulah eomma yang mamasang banyak bunga di dalam mobil"
"Benar pasti eomma jadi kasian kan kupu-kupunya ikut masuk mobil"
"Tidak apa-apa sayang, nanti setelah sampai rumah kita biarkan kupu-kupu itu terbang keluar dan bermain di taman rumah kita ne"
"Eum" ucap Seungwan sambil memeluk Taehyung dan tersenyum manis.
Namun tiba-tiba saja kejadian ini terjadi begitu cepat bagai kilat.
Cittt~
Brakk~
Seungwan menjadikan dirinya sebagai Tameng untuk sang suami. Darah segar mulai keluar dari mulut dan kepalanya.
Taehyung yang melihat ini sungguh tak percaya. Pemandangan tubuh istrinya yang penuh dengan darah sedangkan Ia masih utuh tidak lecet sediktpun. Jika disuruh memilih lebih baik Ia saja yang berada di posisi Seungwan.
Air matanya mulai berjatuhan tak kuasa melihat pemandangan di depannya ini.
"Sayang"
"Bertahanlah kumohon"
Seungwan menggelengkan kepalanya, hingga benda cair berwarna merah itu semakin mengucur.
"Tidak sayang jangan bergerak dulu"
"Uhuk Saranghae Tae" ucapnya sambil tersenyum manis lalu perlahan menutup kelopaknya. Itu adalah senyum terkahir yang Seungwan berikan untuk Taehyung.
"Andwaee jangan tinggalkan aku hiks noona bangunlah kumohon"
Taehyung menangis kencang sambil terus memeluk tubuh istrinya itu yang sudah tidak bernyawa lagi.
.
.
.
______
My Butterfly
______
Langkah Taehyung akhrinya sampai pada suatu kamar kecil. Dalam kamar tersebut terdapat figura malaikat yang tengah tersenyum manis.
Taehyung juga tersenyum memandangi foto istrinya itu. Ia sungguh tak menyangka sosok yang amat Ia cintai akan secepat ini pergi meninggalkannya. Ia lalu mengambil buku kecil di depan figura tersebut. Taehyung kembali meneteskan air matanya setiap kali membaca buku diary Seungwan.
****
...Tae maafkan aku yang tidak bisa memberitahukan semua ini. Aku hanya mampu menuangkannya lewat tulisan....
...Tidak lama lagi noonamu ini akan meninggalkanmu jebal mianhae. Maafkan noona jika selama ini telah jadi noona yang buruk untukmu dan jangan menangis terlalu lama ne jika noona sudah pergi nanti. Jadilah Tae yang kuat seperti Iron Man yang selalu kau idolakan itu ne ^^...
...Noona akan pergi karena penyakit kanker yang sudah stadium empat ini, maaf baru memeberitahumu. Penyakit ini mulai menyerangku sejak sebelum kau akan berangkat kuliah ke luar negeri. Noona tidak ingin menghambat belajarmu hanya karena penyakit ini. Jadi kurahasiakan semua ini darimu. Sekali lagi Mianhae Tae-ah .. sampai bertemu di surga nanti.. Saranghae ♡...
...Son Seungwan...
***
"Nado Saranghae noona"
Taehyung menghapus cairan bening yang semakin deras menuruni wajah tampannya ini. Ia lalu meletakkan kembali buku kecil itu di depan figura sang istri, namun tangannya tidak sengaja menyenggol hiasan kupu-kupu kecil.
Di sekitar foto Seungwan memang terdapat banyak hiasan kupu-kupu cantik. Taehyung sengaja menghiasin kamar itu dengan ribuan kupu-kupu Ia ingin terus mengenang Seungwan-nya. Dimana pada saat pertemuan pertamanya dengan Seungwan bersama Kupu-kupu dan pertemuan terakhir mereka juga bersama Kupu-kupu.
Taehyung berjanji hanya sosok Seungwan lah yanga akan tetap menjadi kupu-kupu cantik di dalam hidupnya.
End__