
_________
_____
My Butterfly
_____
Kim Taehyung, pemuda tampan sekaligus CEO perusaan Kim Corp. Ia masih berusia 27 tahun. Sekarang Ia tengah duduk di balkon apartemennya sambil terus senyum-senyum sendiri melamunkan sosok yang amat Ia cintai.
Taehyung mulai mengingat semua kenangan indahnya dengan sang pemilik hati, gadis manis yang selalu berada dalam hati dan pikirannya setiap menit, detik bahkan setiap hembusan nafasnya selalu terlukis indah nama Kim Seungwan.
Ketika tengah asyik melamunkan sang pujaan hati tiba-tiba saja datang seeokor kupu-kupu cantik yang terbang di atas kepalanya.
Taehyung jadi ingat bagaimana pertemuan pertamanya dengan Seungwan. Saat itu Ia masih berusia lima tahun dan Seungwan berusia enam tahun.
.
.
.
Taehyung kecil tengah duduk manis di atas kursi bersama appanya Kim Chanyeol. Ia dan sang appa tengah menunggu kedatangan seseorang di Restoran ini.
"Lihat calon ibumu sedang menuju kemari, ingat apa pesan appa sebelumnya ne"
"Ne appa" jawab Taehyung sambil menganggukan kepalanya patuh.
Seseorang yang tengah mereka tunggu akhirnya datang juga bersama seorang anak kecil yang tengah digandengnya. Dia Son Sooyoung calon ibu baru untuk Taehyung.
"Ah maaf kami terlambat Chanie"
"Ne tidak apa-apa sayang, kami juga baru datang kok"
Taehyung menatap tajam ke arah anak manis yang juga tengah menatapnya balik.
Semburat merah terlihat di tengah-tengah pipi gembul anak tersebut. Uhh neomu kiyowo, batinnya.
"Tae perkenalkan dirimu sayang, mereka calon eomma dan noonamu"
"Ne, Nae Kim Taehyung inmida" ucapnya patuh seraya membungkukan badannya.
"Uhh Taehyung sangat imut"
Ucap Sooyoung seraya mencubiti pipi calon anaknya itu brutal dan membuat wajah yang dicubiti cemberut seketika, heol Taehyung itu tampan bukan imut dan yang imut itu sosok bocah mungil di depannya itu bukan dia ehh.
"Wannie sekarang giliranmu memperkenalkan diri sayang"
"Iya siapa namamu?" Tanya Taehyung sangat penasaran dengan nama anak manis bersurai madu dan berpipi bulat yang sedari tadi hanya diam tanpa kata.
"Kupu-kupu"
Sooyoung, Chanyeol dan Taehyung sedikit kaget mendengar jawaban bocah manis pemilik pipi mochi itu. Nama yang aneh, pikir Taehyung seketika.
"Wannie namamu sayang kenapa kupu-kupu?"
"Itu ada kupu-kupu eomma Annie cuka kupu-kupu" tunjuk sang bocah ke arah jendela kaca besar yang menghubungkan restoran ini dengan taman bunga di luar.
Netra indah bocah gulali itu terlihat berbinar melihat banyak kupu-kupu cantik di luar sana.
"Wah iya itu kupu-kupunya sangat cantik, tadi TaeTae tanya siapa nama Wannie loh"
Mendengar itu Seungwan kecil langsung menengokan kepalanya ke arah Taehyung dan Chanyeol.
"Nae Son Seungwan imnida, ahjucci ciapa? Lalu adik kecil ini juga ciapa?"
"Wannie sayang jangan panggil ahjusshi, mulai sekarang ne, Wannie panggil appa karena ahjusshi akan jadi appa Wannie dan adik kecil ini Taehyung, dia juga akan jadi adik Wannie"jelas Chanyeol panjang lebar.
"Ne, appa" jawab Seungwan polos seraya menggukan kepalanya semangat bahkan poni indahnya juga iku bergoyang.
"TaeTae juga sekarang panggil Sooyoung ahjumma dengan eomma ya sayang dan panggil Seungwan dengan noon"
Taehyung tidak menjawab. Ia sedang berfikir ngomong-ngomong 🤔
Ia heran, kenapa dirinyalah yang malah menjadi adik kecil disini? Padahal anak imut yang mengaku dirinya Seungwan terlihat lebih muda darinya bahkan bicaranya saja masih cadel. Ini aneh bukan?
Taehyung kecil tentu tidak terima diperlakukan tidak adil, harga dirinya sebagai seorang namja sedang dipertaruhkan sekarang.
"Appa, kenapa TaeTae harus memanggil Wannie dengan noona?"
"Wannie noona lebih tua setahun darimu sayang"
"Tapi TaeTae lebih besar dari Wannie noona, lihatlah dia masih kecil" protes Taehyung yang masih kekeuh mempertahankan harga dirinya itu.
"Kita harus menghormati seseorang yang lebih tua sayang, jadi karena Wannie lebih tua, Taetae harus menghormatinya dengan memanggil noona ne"
"Ne" jawab yang diperintah lesu. Ia harus memanggil noona kepada anak imut nan manis yang tengah menatap polos ke arahnya. Tuh kan anak itu lebih pantas jadi adik lecil ketimbang dirinya. Good bye harga diri.
Setelah pertemuan itu Chanyeol dan Sooyoung pun menikah, Taehyung dan Seungwan juga jadi semakin dekat. Bahkan Seungwan sangat lengket dengan dengan Taehyung, Ia tidak mau berpisah dengan kakak barunya itu barang sebentar saja.
_____
My Butterfly
_____
Taehyung sedikit terkekeh mengingat pertemuan pertama mereka. Entahlah Ia tidak bisa melupakan apapun yang berbau dengan Son Seungwan.
Padahal Ia masih berusia lima tahun dulu, harusnya memory pada usia itu sudah terhapuskan tapi tidak dengannya.
Taehyung itu orang yang jenius sejak lahir mungkin itulah faktor penyebab Ia masih menyimpan memory masa kecilnya apalagi yang berhubungan dengan Seungwan. Ia tidak akan melupakannya barang secuil pun. Taehyung jadi kembali mengingat bagaimana ciuman pertamanya dengan pemilik hatinya dulu di usianya yang masih enam tahun.
.
.
.
"TaeTae benelan tidak mau ec klim?"
Seungwan sudah berusia tujuh tahun tapi entah kenapa bocah manis itu masih saja cadel.
"Ne, aku tidak suka es krim, noona habiskan saja"
"Accik jangan belubah pikilan ya kalau nanti ec klimnya nuna makan cemua"
Taehyung kecil hanya mengangguk dan tentu Seungwan langsung melahab es krim rasa semangkanya itu dengan semangat sampai belepotan kemana-mana.
"TaeTae pengen ya? Kenapa liatin nuna telus?"
"Noona makannya berantakan sih, mau TaeTae bantu bersihin"
"Mau"
"Manis noona" ucap Taehyung, Ia jadi pengen makan es krim juga tapi sudah di habiskan oleh noonanya ini.
"TaeTae jadi pengen es krimnya"
"Tapi cudah habis"
Taehyung cemberut tapi tunggu, Ia melihat sisa es krim yang masih menempel di bibir mungil Seungwan.
"Itu masih ada, boleh buat TaeTae?"
"Mana?"
"Di bibir noona" tunjuknya.
"Ne, tapi ini cuma cedikit" ucap Seungwan sambil memajukan bibirnya memperlihatkan es krim yang sedikit menempel disana.
"Ne tidak apa-apa"
Karena di dorong rasa penasaran akhirnya menempelkan bibirnya dengan bibir Seungwan. Manis, ternyata benar apa yang Ia pikirkan, bibir noonanya ini memang sangat manis, pantas saja es krimnya jadi tambah manis, pikir Taehyung polos.
Sedangkan Seungwan sendiri hanya diam saja, Ia pikir sang adik tengah memakan sisa es krim yanga ada di bibirnya. Karena baik dirinya maupun Taehyung tidak tahu apa yang tengah mereka lakukan sekarang.
"Em"
Merasa sakit di bibirnya Seungwan segera mendorong adiknya itu keras hingga bibir mereka saling terpisah.
"Hiks TaeTae jahat memakan bibir nuna huweee eommaaa"
.
.
.
Taehyung ingat setelah itu dirinya dan Seungwan dimarahin habis-habisan oleh Sooyoung eomma. Ia dan Seungwan disuruh berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Tapi...
Tentu saja janji itu sudah Ia langgar karena pada saat Taehyung menyatakan perasaannya ke Seungwan yang notabenenya sebagai noona tirinya itu di usinyanya yang ke delapan belas. Pada saat itu Ia akan berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya.
.
.
.
.
"Noona aku sangat mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu Tae"
"Bukan cinta sebagai saudara, ini berbeda aku benar-benar mencintaimu noona, sebagai seorang namja, kumohon terimalah perasaanku"
"Tidak bisa Tae, kita ini memang saudara"
"Kumohon noona jangan sakiti perasaanmu, aku tahu kau juga mencintaiku"
"Darimana kau tahu"
"Aku tahu dari sorotan matamu itu, sorotan matamu sama sepertiku yang mamancarkan cinta dan perasaan kasih sayang lebih dari sekedar saudara"
Mendengar itu netra indah Seungwan memanas seketika, jadi selama ini adiknya tahu jika Ja juga menyimpan perasaan yang sama.
"Hiks tapi kita ini keluarga Tae"
"Tak apa noona, kita hanya tinggal bicara baik-baik dengan eomma dan appa ne"
Taehyung memeluk tubuh bergetar nonanya yang langsung dibalas dengan perasaan haru.
"Tak perlu bicara baik-baik, kita sudah memdengar semuanya"
Deg~
Chanyeol dan Sooyoung tiba-tiba mencul entah dari mana dan sejak kapan mereka ada disitu.
"Eomma, Wannie bisa jelaskan"
"Tak perlu ada penjelasan sayang kami merestui kalian"
"Ehhh"
Baik Taehyung maupun Seungwan jadi ngeblank seketika.
"Ishh.. kami sudah tau dari dulu kalau kalian saling mencintai"
"Jadi appa dan eomma merestui kami?"
"Ishhh kau tidak dengar ya tadi, ya kami memberi restu" jawab Chanyeol.
"Dan kalian boleh langsung menikah setelah kau pulang dari Kanada Tae-ah"
"Ne, terimakasih eomma, appa" jawab Taehyung dan Seungwan seraya memeluk kedua orang tuanya itu. Jadilah satu keluarga ini saling berpelukan.
.
.
.
Taehyung kembali tersenyum mengingat kenangan indahnya itu. Ia mulai bangkit dari duduknya di balkon. Kakinya berjalan menuju suatu kamar. Dan Ia mulai mengingat kembali kenangan saat dirinya dan Seungwan menikah dulu, lebih tepatnya lima tahun yang lalu.
.
.
.
Bersambung..