
...🍉❤🍉...
"Taehyung oppa" teriak Seungwan dari kejauhan sambil berlari riang mendekati Taehyung yang terihat tengah memetik buah merah segar kesukaannya.
"Loh Seungwan" kaget Taehyung melihat gadis kecil imut itu tengah berlari ke arahnya.
"Jangan lari-lari kau bisa merusak tanaman disini"
"Eh" Seungwan baru sadar Ia sedari tadi menginjak pohon semangkan yang baru saja tumbuh, alias masih anak-anak.
"Ah minhae oppa" ucapnya setelah sampai tepat di depan Taehyung.
"Jangan diulangi lagi!"
"Ne"
"Kenapa kau bisa kesini?"
"Eomma yang menyuruhku mengantar bekal untuk oppa" Seungwan berbicara namun netranya bukannya menatap Taehyung justru menatap yang ada di tangan namja tampan itu.
"Segitu inginnya ya memakan ini?"
"Eum"
"Ingin sekali?" Goda Taehyung membuat Seungwan sedikit kesal.
"Iya kakak berkali-kali malah"
"Dasar maniak semangka"
"Biarin" apalagi jika petani semangkanya serampan ini, lanjut Seungwan dalam hati.
"Ya sudah biar kupotongkan"
"Beneran nih oppa? Itu gratis atau bayar?"
"Maunya apa?"
Maunya oppa. G!
"Gratis hehe"
"Iya-iya ini gratis, sebagai upah telah mengantar bekal untukku makasih yah aku sudah lapar sejak tadi"
"Sama-sama oppa"
Seungwan pun dengan antusias menyiapkan bekal untuk dimakan oleh Taehyung di gubuk kecil yang ada di tengah hamparan ladang semangka ini.
Sedangkan Taehyung sendiri tengah memotong-motong semangka lalu memberikannya kepada Seungwan yang sudah hampir meneteskan air liur sejak tadi melihat banyaknya semangka disini. Untung saja Ia masih bisa menjaga harga diri. Mereka berduapun akhirnya makan bersama.
Taehyung terkekeh gemas melihat cara makan Seungwan yang masih seperti anak kecil, "Kau ini sudah besar makan saja belepotan" ucapnya seraya mebersihkan sisa-sisa semangka yang bahkan entah bagaimama ceritanya bisa singgah sampai di pipi gembil si yeoja imut.
"Hehe habis semangkanya manis sekali sih"
Taehyung hanya diam dan kembali membantu Seungwan membersihkan semangka yang kini berada di bibir Seungwan. Tiba-tiba saja pandangan keduanya bertemu hingga beberapa saat. Dan entah kenapa jantung Seungwan rasanya mau meledak karena tarlalu cepat berdetak.
"Ekhem" Taehyung lah yang pertama memutus kontak diantara mereka.
"Lain kali kalau makan yang rapi jangan seperti anak kecil"
"Ne" Seungwan masih merasa malu, bahkan kini pipinya sudah senada dengan buah kesukaannya itu.
"Oh ya kak terimakasih"
"Untuk?"
"Untuk semalam sudah menggendongku sampai di kamar atas padahal aku berat sekali"
"Iya sama-sama, habis ini mau membantu memanen semangka?"
"Apa boleh?"
"Tentu saja boleh"
"Yey (●'▽'●)ゝ"
"Baikhlah habiskan dulu semangkamu"
"Sudah habis kok"
"Ya sudah ayo kita mulai saja kalau begitu"
"Eh kak tapi aku tidak tahu mana semangka yang sudah masak dan mana yang belum masak"
"Gampang kok membedakannya, yang sudah masak itu tangkainya mengering, sini lihat baik-baik biar kakak contohkan" Seungwan menurut, Ia memperhatikan Taehyung yang mulai memilih-milih mana semangka yang sudah masak.
Awalnya Seungwan memang memperhatikan semangka-semangka yang tengah dipetik oleh Taehyung tapi lama-kelamaan fokusnya malah teralihkan.
Ia malah memandang Taehyung yang entah kenapa semakin terlihat tampan dengan baju yang sudah mulai basah bermandikan keringat. Kenapa wajah itu begitu tampan? Kenapa jantung Seungwan kembali berdetak lebih cepat? Dan kenapa pipinya serasa terbakar?
Menyadari Seungwan yang malah memperhatikannya membuat Taehyung terkekeh gemas. "Anak itu bisa-bisanya mencuri kesempatan?" Hm kau tidak ingat semalam siapa yang mencuri kesempatan memeluk gadis imut itu semalam penuh?
"Wen sini bantuin malah ngelamun kamu"
"Eh uh tidak kok"
"Loh kok pipi kamu merah?"
"Masa sih oppa? "
"Iya merah banget loh, apa kamu sakit"
Taehyung terlihat khawatir. Ia bangun lalu menempelkan telapak tangannya di atas kening Seungwan, "Tidak panas kok"
"Aku tidak apa oppa mungkin cuma kepanasan saja" ucap Seungwan sambil memalingkan wajahnya kesamping, heol entah kenapa Ia malu sekali rasanya.
"Kau ini lucu sekali sih dek"
Chupph ( ͡°з ͡°)
Taehyung tak sengaja mencium bibir Seungwan. Niat awalnya Ia hanya ingin memcium pipi bakpao yang memerah itu. Tapi Seungwan malah meluruskan wajahnya.
"Eh maaf tadi oppa niatnya mau mencium pipi merahmu"
"First kiss?" Tanya Taehyung memastikan apa yang diucapkan oleh Seungwan.
"Ne, oppa mencuri first kissku"
"Hahaha yang seperti mah namanya buka kiss tapi poppo"
"Memang apa bedanya?"
"Bedannya apa?"
"Kalau kiss itu pakai lidah"
"Kata siapa?"
"Kata Namjoon BTS"
"Iyakah? Tapi menurutku sama saja sih"
"Beda atuh, itu tadi cuma poppo"
"Itu kiss"
"Poppo"
"Kiss"
"Poppo"
"Kiss"
Chuppph ( ͡°з ͡°)
Taehyung yang kesal dengan Seungwan yang keras kepala akhirnya kembali menempelkan bibir tepalnya itu dengan bibir tipis Seungwan.
Kali ini bukan hanya menempel. Ia ingin memberitakukan pada sang gadis manis apa itu yang namanya kiss.
Perlahan Ia menggerakan bibirnya dan memperdalam ciuman ini. ******* lembut bibir manis Seungwan yang rasanya sungguh memabukkan.
Seungwan? Ia membeku di tempat. Kembali syok akan kejadian yang tengah menimpanya ini. Ingin melepaskan diri tidak bisa karena Taehyung menahan kepala belakangnya.
Jantung Seungwan kini kembali berpacu lebih cepat. Bahkan Taehyung saja mungkin bisa mendengarnya. Taehyung terus ******* bibir atas dan bawah sangat makhluk manis bergantian.
"Engh" lenguh Seungwan karena gigitan Taehyung pada bibirnya hingga Ia membuka mulutnya dan lidah Taehyung berhasil masuk. Lidah itu dengan lihai menguasi mulut Seungwan, mengajaknya bertarung dan mengabsen deretan gigi disana.
"Enghh" ciuman Taehyung semakin dalam membuat Seungwan kewalahan, bahkan nafasnya sudah hampir habis. Tak kehabisan akal Seungwan pun memukul-mukul dada bidang Taehyung, memberi tanda jikalau Ia butuh bernafas. Taehyung yang peka pun langsung melepas tautan manis itu dengan sedikit tidak rela.
"Huh huh op-pa mau membunuhku" ucapnya terengah.
"Tidak kok, oppa cuma mau menunjukan apa itu kiss"
Kurang ajar, tahu begini Seungwan tidak akan keras kepala tadi.
"Sudah ayo bantu kakak kerja" Taehyung dengan tanpa rasa bersalah menyeret Seungwan untuk mengikutinya. Keduanya pun berjongkook dan mulai memetik buah semangka. Taehyung tak tahu saja jika Seungwan sudah lemas dan berakhir pingsan.
______
"Loh Wannie kenapa kok pingsan!?" ucap mama Kim panik melihat keadaan Seungwan yang tengah digendong oleh putranya seperti kejadian semalam terulang kembali.
"Dan kenapa wajahnya merah sekali"
"Taehyung jawab!! "
"Tadi TaeTae cium hehe" jawab Taehyung sambil memamerkan gigi putihnya tanpa rasa bersalah.
"Duh eomma ampun" mama Kim langsung memberikan pukulan-pukulan sayang pada sang putra.
"Kau ini mesum sekali anak orang main dicium-cium bahkan sampai pingsan, rasakan ini!!"
"Ampun eomma aduh ampun salahkan bibir Seungwannie yang manis sekali jadi TaeTae sampai kurang"
"Yak hentikan kemesumanmu, cepat bawa Wannie ke kamar, biar eomma ambilkan kain hangat" Taehyung menurut, Ia kembali membawa gadis manis ini ke dalam kamarnya yang berada di lantai atas.
Lama Seungwan pingsan hingga Ia tersadar dalam pelukan seseorang. Ia kaget dan hendak melepaskan diri dari pelukan orang tersebut yang ternyata adalah Taehyung.
"Tidur lagi saja Wen kalau masih ngantuk"
"Oppa kok aku bisa ada disini?"
"Kamar tamu masih berantakan jadi kau tidur di kamar oppa"
"Jadi tadi malam kita tidur bersama?"
"Hm" Taehyung membalas pertanyaan Seungwan dengan masih memejamkan mata.
"Beneran oppa?"
"Hm"
"Oppa tidak macam-macam kan?"
"Macam-macam yang seperti apa? Semalam oppa hanya memelukmu"
"Jadi semalam bukan mimpi" guman Seungwan pelan yang masih bisa didengar oleh Taehyung.
"Apa?"
"Tidak"
"Ngomong-ngomong kau baru oppa cium saja sudah pingsan apalagi kalau oppa berbuat lebih" ucap Taehyung sambil menepuk semok pantat Seungwan.
"Yak apa yang oppa maksud"
"Bukan apa-apa sudah kita kembali tidur saja ini masih siang, bangunnya nanti saja kalau sudah sore" Seungwan menurut, jujur kelopaknya juga masih berat. Jadilah kedua insan ini kembali ke alam mimpi. Dalam hati Ia percaya jika Taehyung bukanlah orang jahat.
*
*
*
Bersambung..