Wendy And Boys

Wendy And Boys
Melodi (2)



Sejak pertemuan itu, hubunganku dengan Yoongi oppa semakin dekat. Dia ternyata dosen di kampusku. Hebat sekali bukan di usianya yang masih muda dia sudah S3. Sedangankan aku? S1 saja masih lama mungkin kurang lebih empat tahun lagi aku akan mendapatkan gelar itu.


Yoongi oppa sangat baik padaku.. entahlah apa Ia tidak malu berteman dekat dengan mahasiswa cacat sepertiku? Bahkan di kampus ini aku hanya punya dua teman, dirinya dan Irene eonnie yang juga sama baiknya dengan Yoongi oppa.


Sedangkan mahasiswa lain malah memandangku jijik. Memang sih di kampusku ini warganya kebanyakan dari golongan atas. Dan aku hanya mahasiswa miskin yang berasal dari panti asuhan serta memiliki fisik yang kurang sempurna jadi bukan salah mereka jika tidak ada yang mau melihat ke arahku.


Yoongi oppa itu orangnya sangat baik. Ia sering membantuku mengerjakan tugas, laporan, makalah, dan sering mengajakku jalan-jalan kelililing kota Seoul seperti hari ini.


Sekarang Ia mengajakku ke sebuah taman terindah yang pernah aku lihat. Kami berdua tengah duduk di salah satu bangku taman ini, namun tiba-tiba Ia pamit untuk membeli minuman dan meninggalkanku duduk sendirian.


Saat tengah asyik menikmati indahnya langit malam yang bertabur ribuan bintang tiba-tiba saja ada seseorang yang menepuk pundakku.


"Eonnie ini untukmu" ucap seorang anak kecil seraya menyerahkan setangkai bunga mawar merah.


"Ehh kenapa untukku?"


"Itu dari seseorang ahjussi tampan"


"Terimaksih adek, eh kau mau kemana" belum sempat aku selesai bicara itu anak sudah main kabur saja.


Akhirnya kupandangi bunga mawar yang ada di dalam genggamanku ini, sungguh indah. Dan aku baru sadar jika di tangkai bunga itu ada kertas yang dililitkan. Ku lepas perlahan lilitan kertas itu dan mulai membaca tulisan di dalamnya.


Kau indah..


Semua yang ada pada dirimu begitu indah..


Tak peduli kau memiliki kekurangan tetap saja bagiku kau selalu indah dan sempurna, Son Seungwan.


Hati ini sudah menjadi milikmu sejak pertemuan kita dua belas tahun yang lalu.


Justru akulah yang memiliki banyak kekurangan.. tapi percayalah sejak saat itu sampai sekarang aku sangat mencintaimu.. hatiku hanya tertuju padamu..


Jadi maukah kau melengkapi kekurangaku dengan menjadi milikku?


Aku tahu siapa pelaku yang menulis ini..hiks orang sesempurna dia kenapa bisa jatuh cinta padaku? Kupikir hanya aku saja yang bodoh karena telah mencintai orang sesempurna Min Yoongi.. tapi nyatanya dia juga bodoh karena mencintai orang sepertiku.


"Apa kau begitu menyukainya?"


Deg~


Suara itu apa..


Ku alihkan pandanganku ke belakang dan namja tampan si penulis itu tengah tersenyum hangat ke arahku.


"Son Seungwan maukah kau menjadi milikku?"


"Hiks aku"


Aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata dan hanya menangis. Melihatku menagis Yoongi oppa langsung memelukku dan mengecup kepalaku lembut.


"Sudah sudah kenapa malah menangis sayang"


Huaa dia malah memanggilku sayang membuatku tambah baper saja.


"Cukup jawab dengan anggukan atau gelengan saja, baiklah ku ulangi. Maukah kau menjadi milikku? seseorang yang sangat mencintaimu"


Aku bingung.. dan akhirnya akupun memilih untuk menggeleng.


"Kenapa?"


Aku hanya diam dan terus memangis.


"Baiklah kau bisa menjawab setelah sudah lebih baik"


Lama aku menangis dan selama itu pula Yoongi oppa masih memelukku sambil terus mengelus punggunggku.


"Ne"


"Kenapa kau menolakku sayang? Apa kau tidak mencintaiku?"


"Tidak, aku sangat mencintaimu oppa tapi aku tak bisa aku cacat oppa aku tak ing-"


"Sstt di mataku kau sempurna jangan berkata seperti itu malah akulah yang tidak sempurna kumohon sayang aku sangat mencintaimu jadi jangan kau tolak diriku kalau tidak aku bisa hancur"


"Hiks aku hiks baiklah"


Yoongi oppa langsung memelukku erat lalu mengecupi semua bagian wajahku.


"Terimakasih sayang terimakasih"


.


.


.


Setelah kejadian itu kami pun resmi menjadi sepasang kekasih. Yoongi oppa mengajakku untuk tinggal di apartemennya yang uhh benar-benar mewah.


Rasanya aku menjadi orang paling bahagia karena dicintai olehnya. Ia begitu mencintaiku akupun demikian. Setiap hari kami habiskan dengan saling berbagi kasih. Bahkan aku menyerahkan semua yang ku punya untuknya hingga hampir tiap malam kita saling berbagi cinta yang panas.


Tak terasa sudah tiga tahun kita berpacaran. Dan ini adalah tahun terkahirku kuliah. skripsiku sudah diterima dan sebentar lagi aku diwisuda.


Setelah wisuda aku mendapatkan kabar yang sangat membahagiakan. Aku memperoleh beasiswa S2 di Paris. Tapi itu berarti aku harus berpisah dengan Yoongi oppa selama dua tahun.


Saat mengantarkan kepergianku ke bandara Ia tak henti-hentinya mengeluarkan air mata.


"Sayang hiks kumohon ijinkan aku ikut ne"


"Oppa aku kan cuma dua tahun dulu kita berpisah selama dua belas tahu loh"


"Tidak mau pokoknya oppa mau ikut"


"Oppa ayolah kau kan yang lebih tua kenapa malah seperti anak kecil begini"


"Hiks sayaangg jebaal" mohonnya sambil terus menangis dalam pelukanku.


"Aku janji ini hanya sebentar tunggu aku ne"


"Tidak mau"


"Oppa kumohon ini kan demi masa depanku juga"


"Nanti kalau aku kangen gimana?"


"Kita kan masih bisa berhubungan apa gunanya punya ponsel pintar"


"Baiklah aku akan sering-sering mengunjungimu sayang"


Kami pun berpisah dengan saling berbagi senyuman manis.


.


.


.


Bersambung..