Wendy And Boys

Wendy And Boys
Secangkir Kopi (2)



"Oppa apa kakimu sudah sembuh? Kau yakin bisa menyetir?"


"Tentu saja sudah, bukankah kau sendiri yang mengoleskan salep tadi jadi sudah tidak kram lagi"


"Syukurlah"


"Sudah ayo masuk"


Selama di perjalanan Seungwan tidak henti-hentinya berteriak heboh melihat sesuatu yang mungkin jarang ditemuinya, bukankah Ia sangat lucu.


"Woaahh oppa aku tidak menyangka pemandangan kota Seoul benar-benar indah di malam hari"


"Kau tidak lelah Seungwan-ah? Tidurlah perjalanan ke apartemenku masih jauh"


"Ne oppa Wannie tidur dulu" tak lama kemudian anak ini tertidur juga mungkin karena terlalu lelah Ia sampai mendengkur halus. Aku terkekeh sendiri melihat wajah polosnya yang terlihat damai saat tertidur dan entah sejak kapan ada perasaan aneh di dalam sana.


End Jungkook POV


*


*


*


...🦁🦁🦁...


Seungwan POV


Aku terbangun karena merasakan elusan lembut di pipiku. Saat tertidur tadi aku bermimpi bertemu dengan malaikat baik hati dan juga tampan rupawan. Ia memberiku tempat tinggal sementara padahal aku hanya membantu mengobati luka kecilnya, bukankah Ia sangat baik hati?


"Seungwannie" panggilan itu membuat kesadaranku mulai terkumpul. Kutengokkam wajahku ke asal suara itu, hay aku bisa melihat wajah malaikat penolongku.


Deg~


Pandangan kami bertemu, kenapa Ia sangat tampan? Kenapa pipiku serasa terbakar? Kenapa jantung ini bedetak tidak seperti biasa? Kenapa wajah malaikatku itu semakin dekat? Kenapa bibir-ku ba-sah (?)


Deg~


Kenapa ada benda kenyal nan basah menempel di bibirku (?)


Ah aku tahu sekarang, aku pasti masih mimpi hehe


Tapi tunggu, kenapa benda kenyal ini seperti bergerak-gerak? Apa ini bukan mimpi? Akupun segera menjauhkan wajahku membuat benda kenyal itu tidak menempel lagi.


"Apa aku sedang bermimpi?"


"Tidak Seungwannie kau tidak sedang bermimpi, mianhae aku terbawa suasana tadi salahmu kenapa sangat manis jadi oppa cium deh"


"Oppa tadi bukan mimpi?"


"Bukan"


"Jadi benar, oppa telah mencuri first kissku"


"Apa itu pertama untukmu?"


"Tentu saja oppa karena selama ini aku belum pernah pacaran"


"Sejujurnya itu juga yang pertama bagiku"


Hening~


Aku tidak percaya mana mungkin seorang idol yang luar biasa terkenal belum pernah berciuman, itu pasti hanya dustanya belaka.


"Sudah ayo turuh kita sudah sampai"


"Ne"


Akupun menurut dan mengikuti Jungkook oppa dari belakang. Aku bisa melihat langkah kakinya yang pincang, hm..rupanya Ia membohongiku padahal jelas-jelas kakinya masih sakit.


Tak terasa langkah kami sampai di depan bangunan mewah. Apalagi ini? Bukankah Ia bilang sebuah apartemen? Tapi ini terlihat seperti Istana. Ah ruapanya aku telah dibohongi lagi, jadi tidak enak aku harus tinggal di tempat sebagus ini haruskah aku tolak saja?


*


*


*


...🐰🐰🐰...


Normal POV


Son Seungwan, gadis manis berusia 20 tahun yang sudah menjadi yatim piatu sejak kecil itu kini terlihat mengekori namja tampan bernama Jeon Jungkook yang notabenenya berusia tiga tahun lebih tua darinya ini memasuki sebuah rumah mewah yang berada jauh dari pemukiman penduduk. Tak ayal suasana di sekitar sini sangatlah sepi hanya terdengar suara Jangkrik yang mungkin sedang mengadakan pesta.


"Ayo masuk Wannise" Jungkook membuka pintu lalu mempersilahkan tamu yang Ia undang itu untuk masuk dengan sengum manisnya.


"Oppa kau berbohong"


"Hehe mianhae kalau aku tidak berbohong mana mungkin kau mau menerimanya"


"Tentu saja aku tidak mau oppa rumah ini terlalu bagus untuk ditinggali yeoja miskin sepertiku, aku mana mampu membayar uang sewanya"


"Siapa yang menyuruhmu membayar?"


"Lalu? Mana mungkin aku tinggal disini gratis oppa"


"Ya kau benar tentu saja tidak gratis"


"Nah kan oppa mana mampu aku membayarnya"


"Cukup bayar dengan kopi"


"Kopi?"


"Ya dan satu lagi, buatkan aku makanan kalau aku pulang kesini serta rawatlah rumah ini dengan baik itu saja sebagai bayarannya kau juga bisa menggunakan motorku yang ada di garasi sebagai kendaraan pulang pergi bekerja"


"Mana bisa seperti itu oppa! "


"Bisa saja jika itu berkaitan dengan Jeon Jungkook" lagi-lagi Jungkook mengatakan itu sambil mengusak surai lembut Seungwan.


"Aish baiklah"


"Bilang"


"Makasih oppa makasih banyak" Seungwan tersenyum dan entah kenapa tiba-tiba saja Ia reflek memeluk Jungkook.


"Em Wannie"


"Ya oppa?"


"Aku sesak kalau kau peluk seperti ini" Jungkook berbohong, itu hanya alibi saja untuk menutupi detak jantungnya yang mulai tidak karuan jika terlalu dekat dengan gadis manis itu. Ia sendiri juga tidak tahu perasaan aneh apakah yang tengah dirasakannya ini.


"Hehe mianhae oppa aku terlalu senang"


"Aku juga, ayo kita tidur ini sudah malam besok siang aku ada jadwal wawancara"


"Tapi luka oppa bagaimana?"


"Tenang saja nanti bisa tertutup make up"


Jungkook pun mengantar Seugwan menuju kamar tamu, sedangkan Ia masuk ke kamar yang biasa Ia tempati di rumah ini untuk segera mengistirahatkan tubuhnya yang serasa mau remuk itu.


*


*


*


Bersambung___