
Deting piano mulai mengalun menciptakan melodi, membuat beberapa pengunjung melirik sumber suara, menjadikan Yoongi sebagai fokus mereka begitu juga Seungwan ikut memperhatikan bagaimana Yoongi bermain benda pengiring melodi. Menggerakan jarinya diatas tut-tut piano, baru kali pertama ini Seungwan mengetahui jika kakak kelasnya itu bisa bermain alat musik dan suara yang di hasilkannya pun tidak lah buruk, malahan terdengar merdu.
Suara serak nan basah pun mulai terdengar, sangat seksi sampai memicu pekikan perempuan, baik pengunjung ataupun pegawai.
Yoongi disana sedang bernyanyi, melantunkan sebuah lagu yang ditunjukan khusus untuk Yoongi lewat tatapan mata yang seakan menguncinya agara tak berpaling.
πΌπΌπΌπΌ
Don't cry just sweep your pain from your eyes...
That makes me fall to your heart...
Sorry, it's all.. I can say to your heart...
You'll always with me...
You are my dream..
My sweetest dream..
Please babe don't leave me alone..
Hold me tight..
Close in my arms..
I'm with you wherever you are..
You'll always be my happy life...
This love will last forever..
Trust me, i know what you have been through..
Believe me, i'm here for you..
Feel me, i Always be around you..
Wherever i go..
Riuh tepuk tangan menjadi akhir dari permainan, Yoongi mengakhirinya dan ia begegas turun dari panggung. Langkah kaki jenjangnya ia bawa menuju meja tempat Seungwan berada.
"Nah bagaimana Seungwan? " tanya Yoongi duduk di depan Seungwan yang masih terhipnotis terhadap penampilan Yoongi barusan.
"Wannie Son Seungwannie?"
Tersentak kaget, Seungwan menatap Yoongi "I.. Iya kak Yoongi kenapa?" tanyanya bingung karena memang dia tidak mendengarkan apa yang Yoongi katakan sebelumnya.
"Aku mencintaimu," ujar Yoongi tanpa ragu. Bunga yang diselipkan di jasnya, ia tarik keluar dan menyerahkannya kepada Seungwan. "Aku menembak mu loh, jadi terima yah?!" rengek Yoongi kembali menjadi sosok menyebalkan, penuh antusias setelah sebelumnya menjadi sosok keren.
Seungwan mengerjap, ia tidak tahu harus apa. Ingat saat ini dirinya sedang buta akan cinta, dia terlalu polos untuk menenggelamkan dirinya dalam warna-warna pink penuh romansa.
"Maaf, kak. Tolong beri aku waktu," Pilihannya pun jatuh dengan menggantung Yoongi di atas tiang ketidak pastian.
Yang digantung? Jangan tanya, ia merekek terus namun anehnya ia tetap sabar menanti jawaban yang akan Seungwan berikan suatu saat nanti.
.
.
.
.
_____________
_____________________
___________________________
"Wannie?" Yoongi melambaikan tangannya di depan wajah Seungwan "Kau kenapa?"
Plak..
"Tidak apa, kak," jawab Seungwan menepis tangan Yoongi. Membuat tangan kekasihnya itu memerah karena ulahnya atau ulah Yoongi sendiri yang menghancurkan lamunan masa lalunya buyar.
"Itu sakit sayang,," keluh Yoongi mengelus tangannya. "Lagian kenapa sih kamu melamun?"
Sudut bibir Seungwan terangkat, ia tersenyum tipis. "Aku hanya sedang mengenang masa dimana kau menembakku oppa" ujar Seungwan memberitahukan apa yang membuat ia terdiam.
Yoongi menopang jarinya di dahu, melakukan pose perbikir. "Ahh! Bagaimana suaraku waktu itu, sayang? " dan Yoongi ingat, ia belum mendapat jawaban akan penampilannya dulu. Sungguh keren, menurut ia sendiri.
"Aku tidak menyangka kau bisa bermain piano dan aku pun tak mengira kau bisa mengucapkan bahasa Inggris dengan baik, oppa."
"Hahaha.. Bakatku itu tidak perlu diumbar sayang"
Seungwan menggulirkan matanya menatap arah lain selain Yoongi. "Yah, aku yakin kau memang sangat berbakat dan itu keren," guman Seungwan disertai seburat merah menghiasi pipinya. "Tetapi sayangnya itu hanya ungkapan omong kosong." Lanjutnya tsundare untuk mengakuinya.
"Aku memang keren, kau tak perlu mengelak begitu" ucap Yoongi bersemangat. "Tapi sayang kenapa kau menangis waktu itu?" tanya Yoongi merasa penasaran.
Seungwan hanya diam, ia sudah berjanji takan mengungkitnya. "Itu rahasia, oppa kau tidak perlu tau," jawab Seungwan disertai senyum miring yang menggoda.
"Arghhh.. Kau curang sayang. Selain menggantung perasaanku selama enam bulan, kau juga tidak mau berbagi," kelu Yoongi menjambak rambutnya furtasi, membangun suasana agar lebih dramatis.
"Dasar raja drama," seru Yoongi diam-diam menarik sudut bibirnya kala mengamati tingkah kekasihnya yang kekanakan.
________
______________
____________________
.....
Jangan lupa tinggalkan jejak yah..
Remake @Gulasagu @Bananaa97__ π€
#wenga #wendy #suga