Wendy And Boys

Wendy And Boys
Sepanjang Hidup (2) _______



"Maafkan aku" Seungwan semakin merasa bersalah disini, Ia hanya ingin menjadi istri yang baik untuk Taehyung tapi kenapa begitu susah. Ia hanya bisa merepotkan sang suami saja. Ia tahu jika Taehyung sangat menyayanginya tapi tetap saja rasa bersalah itu akan terus muncul.


Dirinya masih merasa tidak pantas bersanding dengan namja yang sebaik dan sesempurna Taehyung. Bahkan sejak menikah sampai sekarangpun Ia terkadang berfikir kalau semua itu hanya bunga tidur.


Ia takut jika suatu saat nanti bangun dan Taehyung tidak berada di sampingnya. Sungguh, itu paling Ia takutkan.


"Baby, sayang jangan meninta maaf terus, bagaimana jika kamu membantuku saja memasak" Taehyung segera mengganti topik, Ia tidak ingin melihat sang terkasih bersedih.


"Tapi-" belum selesai Seungwan bicara bibir tipisnya sudah ditutup oleh jari telunjuk sang suami.


"Sstt.. aku tidak ingin mendengar alasan apapun lagi sayang"


"Ayo" Taehyung menarik Seungwan untuk mengajaknya memulai acara memasak, manum..


Grep~


Istri manisnya ini malah memelukanya erat sambil menangis. Sungguh Seungwan memang merasa menjadi istri yang tidak berguna. Istri yang manja yang bisanya hanya menyusahkan Taehyung.


"Tae maafkan aku yang manja ini"


"Aku tidak ingin mendengar kata maaf itu keluar dari bibir manismu lagi sayang" Taehyung mengangkat dagu makhluk manis yang tengah memeluknya ini hingga pandangan mereka bertemu.


Deg~


Taehyung dapat melihat pandangan bersalah pada kelereng indah istrinya itu. Sakit, Ia tidak ingin membuat Seungwan merasa bersalah terus tapi kenapa sang istri tercintanya itu tidak mau mengerti jika Ia benar-benar mencintaninya tak peduli dengan kekurangan apapun yang dimilki pe damping hidupnya itu.


Chuph~


Tiba-tiba saja benda kenyal nan penuh itu mencium bibir tipis semerah delima di depannya.


Taehyung menutup netra indahnya seraya memperdalam tautan itu. Seungwan sendiri juga mulai menutup kelopaknya bersiap menunggu perlakuan selanjutnya yang akan dilakukan oleh orang yang amat Ia cintai itu.


*


*


*


Aku bersyukur kau disini kasih~


Chuph~


"Jatah morning kissku"


Seungwan hanya tersenyum dan jangan lupakan pipi bulatnya yang kini dihiasi rona merah. Taehyung tidak ingin membalas masalah memasak lagi. Ia mengelus bulatan merah itu dengan lembut.


"Sayang"


"Emm" balas Seungwan dengan memandang penuh cinta.


"Kau tahu apa yang paling membuatku bahagia"


"Tidak tahu, memang apa itu?"


"Aku bersyukur memeliki takdir yang indah ini, aku bersyukur memilikimu sebagai pendamping hidupku sangat-sangat bersyukur"


Entah kenapa setetes kristal bening menetes dari netra indah Taehyung setelah mengucapkan kata-kata itu karena memang Ia benar-benar bersgukur bisa memiliki Seungwan dalam hidupnya.


"Aku bersyukur Tuhan mempertemukanku padamu, aku bersyukur kau mau menerimaku, menerima semua kekuranganku dan mau menjadi teman hidupku" Kini Taehyung kembali memeluk Seungwan erat sambil sedikit terisak.


"Jadi kumohon berhenti merasa bersalah, aku sangat menicintaimu, aku mencintai apapun yang ada pada dirimu bahkan akupun mencintai semua kekurangamu" Seungwan membalas peluka sangat suami. Lidahnya terasa kelu hingga tidak bisa membalas perkataan Taehyung.


"Aku menicintaimu sungguh mencintaimu sayang jangan pernah meragukan cintaku"


"Nado Tae, aku juga sangat mencintaimu"


Akhirnya kedua insan itu kini berpelukan sambil menangis menumpahkan perasaan masing-masing. Seungwan berjanji mulai sekarang tidak akan meragukan cinta Taehyung dan akan terus berusahan membuat kehidupan rumah tangga mereka manis begitupun dengan Taehyung. Ia akan selalu menyanyangi dan mencintai Seungwan tanpa memandang semua kekurangan masing-masing.


Karena jika bersama kekurangan pasti akan terlengkapi, percayalah itu.


Aku milikmu, sepanjang hidup~


*


*


*


END~