
_________
Pria bersurai hitam yang tak tertata rapi meremas rambutnya kuat-kuat. Obrolan dengan sepasang kekasih yang merupakan sahabatnya membuat ia bertambah fruatasi saja. Ucapan Seulgi beberapa saat lalu berhasil memenuhi pikirannya.
"Kenapa kau tidak mengujinya saja Yoongi-si?"
Jelas saja pria itu; Min Yoongi menggeleng tidak setuju. Saat ini ia tengah menghampiri Seulgi dan Jimin, guna meminta saran agar dapat lepas dari masalahnya. Yoongi galau, ia akui dia bimbang dalam menghadapi hubungan tidak jelasnya dengan salah satu mantan aktris.
Memang Yoongi menganggap hubungan mereka telah resmi, tetapi ia pun ragu menyebut orang itu sebagai kekasihnya dan keraguannya bertambah besar sementara ia belum juga mendengar ungkapan cinta.
"Terkadang cinta seseorang akan semakin bertambah besar tatkala mereka kehilangan orang itu," Seulgi berucap, ia dengan wajah teduhnya menatap Yoongi.
Yoongi menghentikan aksi menyakiti dirinya sendiri. Pria yang kini berusia 24 tahun itu membalas ragu tatapan Seulgi. "Kau tahu kan, dia itu nafasku. Aku tidak bisa meninggalkannya," seru Yoongi terdengar putus asa. "Aku bisa mati!"
Seulgi memutar bola matanya bosan. Yoongi datang menghampirinya, meminta suatu nasihat tetapi sebagian saran yang telah ia utarakan telah dibantah mentah-mentah.
Dari mulai ia menyuruh Yoongi untuk memahami sifat gengsi pacarnya sampai ia yang menyarankan bermain tarik ulur, itu semua tidak disetujui dan bahkan saran Jimin yang menyarankan agar melihat sikap kekasihnya saja tanpa perlu ungkapan cinta dari mulut, Yoongi tetap tidak menyetujui itu.
"Ucapankubukannya sudah mengungkapkan segalanya? Jika menuruti ucapan Jimin, tentu kau bisa melihat bagaimana kekasihmu mencintai mu walau ia tidak pernah mengungkapkan kalimat cinta itu sendiri." Jimin memang merepotkan tidak jauh berbeda dari kekasihnya yang sekarang tengah duduk di sampingnya. Membantu memecahkan masalah Yoongi yang Seulgi yakin itu bukan perkara besar jika saja Yoongi tidak melebih-lebihkannya, ia tetap bersedia.
"Bro, kau itu orang yang terlalu sentimen. Seulgi saja jarang mengungkapkan perasaannya, tapi aku masih bertahan." Di lain sisi Seulgi menyayangkan kehadiran Jimin. Kekasihnya itu terkadang mempekeruh suasana saja. "Lagian saran Seulgi untuk main tarik ulur bukanlah hal yang buruk."
Yoongi melipat tangannya didepan dada, "Tapi setidaknya Seulgi mengatakan cinta pada mu," ucap Yoongi tersirat keirian. "Bagaimana jika aku mempermainkan permainan itu tetapi Wendy tidak menyadarinya." Wendy, tentu saja baik Jimin ataupun Seulgi menganggap kekasih sahabatnya itu merepotkan.
"Ini opsi terlahirku, Yoongi. Jika kau benar-benar menginginkan ungkapan cinta dari Seungwannie maka pilihlah alternatif ini." Agaknya Seulgi mulai bosan meladeni tingkah kekanakan Yoongi.
Sedangkan Yoongi sendiri terdiam, dalam kepalanya tengah memikirkan jalan mana yang pantut ia ambil. Yoongi tidak ingin melakukan tarik ulur tapi keinginan untuk mendengarkan cinta dari Son Seungwan, mengebu-ngebu dalam dirinya.
Nampaknya tak buruk pula jika mengambil saran terakhir Seulgi seperti yang Jimin katakan. Setelah memikirkan kurang lebih 5 menit waktu yang ia butuhkan, Yoongi akhirnya menurut, maka dari itu ia mengangguk saja sebagai ungkapan persetujuan. "Berapa lama aku harus melakukan tarik ulur itu?" Yoongi mempertanyakan batas waktu permainanannya, tak mungkin juga ia akan melakukan itu seumur hidup. Bisa-bisa bukan kata cinta yang ia dapat melainkan Seungwannya yang menjalin hubungan dengan orang lain.
Seulgi menghendikan bahu acuh tak acuh. "Sampai kau mendapatkan apa yang kau ingin, mungkin?" jawab
"Aku tidak bisa melakukannya" kelu Yoongi kembali terpuruk. Dasar pria malang, ia memang perlu hati baja untuk menghadapi kekasihnya yang manis tapi sadis.
Jimin bangkit dari duduknya, berjalan menghampiri Yoongi kemudian menepuk bahu pemuda itu perlahan. "Aku tahu kau bukan orang yang lemah," ucapnya memberi semangat berupa tepukan bahu yang ia lakukan barusan dan dengan sedikit pujian untuk sahabatnya.
Yoongi tersenyum tipis, "Terima kasih, kalian telah bersedia memberikan saran," ujarnya mengembalikan toples biskuit yang dari awal curhat sudah berada dipelukannya, setia menjadi teman ngemil di cerita sedihnya mengenai Seungwan, si pemilik hatinya.
Menatap benda kotak di gengamannya, Yoongi mengaktifkan ponselnya lalu ia mencari nama sang kekasih hati dalam kontak ponselnya. Yoongi mendekatkan benda berteknologi canggih kedekat telinganya. Menunggu sambungan terlepon terangkat, tarikan nafas ia lakukan guna mengurangi rasa gugup. Yoongi sendiri merasa terlihat buruk. Dengan keegoisan yang ia punya, ia memilih untuk menguji hubungannya.
Tiga kali panggilan tak kunjung diangkat memang ciri seorang kekasih yang membuat ia menunggu hingga untuk panggilan ke empat kalinya, baru suara di sebrang telepon mulai terdengar. "Ada apa?" Dan Seungwan-nya tidak menyukai basa basi, kekasih Yoongi itu lebih suka untuk ke inti percakapan.
Yoongi menggaruk pangkal leher yang sebenarnya tidak gatal. Ia bingung mau berbicara apa. Awalnya Ia berpikir untuk meminta izin jika ia akan melakukan tarik ulur, namun niatnya diurungkan. Jika itu diutarakan tentu saja akan berdampak berbeda, sensasinya akan hilang. Benar-benar sebuah kebohongan yang sia-sia.
Lama terdiam, helaan nafas terdengar berat. "Oppa jika tak ada yang penting maka akan aku putuskan." ujar Seungwan. Sungguh miris bukan, Yoongi bercakap dengan pacarnya jika ia mendapati hal yang penting, tetapi tentu saja Yoongi tidak melakukan itu. Sebagian obrolan yang telah dia lakukan dengan Seungwan, tidak berarti apapun dan suatu keberuntungan bila Seungwan tetap mau mendengarkan ucapannya.
Kali ini keputusannya telah bulat. Niat awal itu ia rubah menjadi perhatian terakhir sebelum melaksanakan misi yang diajukan Seulgi. Yoongi bukan orang melankolis dimana tetap tahan di masoin setiap saat oleh kekasihnya.
"Aku hanya merindukanmu," seru Yoongi miris ketika mendapati hubungan via telepon berakhir. Yah begitulah kekasih yang anehnya tetap ia cintai.
Tak mau ambil pusing, ia memasukan kembali telepon genggam ke dalam saku celananya. Kembali menatap pasangan di depannya, Yoongi berniat hendak kembali ke rumah. "Aku akan pulang," ucapnya meminta izin yang diangguki Jimin dan Seulgi.
_______
Bersambung..
Remake @Gulasagu @Bananaa97__
#wenga #Seulmin