Wendy And Boys

Wendy And Boys
Nafasku



...____...


Nafasku


_____


Sentuhan jemari lentik seseorang terasa lembut membelai pipi namja tampan yang masih asyik menjelajahi alam lain dalam tidurnya.


Hanya sebatas sapuan lembut saja sudah membuat namja itu mulai membuka kelopak indahnya.


"Morning ayah" sapaan khas pagi hari disertai senyum cerah itu selalu sukses membuat seorang Park Chanyeol mengucap beribu kata syukur di dalam hatinya karena telah diberi malaikat pendamping yang begitu sempurna ini.


"Morning too bunda"


Greb~


Tubuh ramping itu terhuyung ke depan dan berakhir berbaring dalam pelukan sang pelaku penarikan pada lengannya barusan.


"Ayah ih ini sudah siang" sang istri mencoba untuk bangun namun sang suami malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Biarkan seperti ini dulu"


"Ayah kenapa sih bukannya hari ini kita mau jalan-jalan?"


"Ini masih pagi bundaku tercinta lihatlah ayam saja belum bangun"


Karena terlalu bersemangat Seungwan, nama istri dari seseorang yang tengah memluknya ini memang sudah bangun dari jam 4 pagi hanya untuk memasak sarapan.


"Tapi-"


"Sstt lima menit lagi, sudah lama kita tidak berpelukan seperti ini"


Seungwan mengeryitkan dahinya mendengar perkataan sang suami, sudah lama katanya? 🤔


Bukankah semalaman penuh Chanyeol menjadikannya bantal guling?


"Ayah ini kenapa sih? sakit?"


"Tidak bunda sayang, aku hanya merasa sangat merindukanmu"


"Sepertinya ayah benar-benar sakit"


"Tidak, aku memang merindukanmu sangat-sangat merindukanmu bahkan walau setiap hari bertemu tetap saja rasanya masih kurang dan tetap terselip rasa rindu di hati ini"


Jangan tanya, sudah dipastikan yeoja manis yang berada di dalam pelukannya ini sudah memerah delima hanya karena gombalan recehan di pagi hari.


"Ish ngegembel lagi bunda pergi nih"


"Memangnya bunda mau pergi kemana?"


Chanyeol sedikit terkikik, melihat tingkah sang istri yang mengatakan ingin pergi tapi malah semakin mengeratkan pelukan dan menduselkan wajah manisnya di dada bidang Chanyeol Siapa yang tidak gemas?


Sungguh tingkah sang istri memang masih sama seperti sejak pertamakali Ia bertemu dengannya. Hm.. lebih tepatnya sekitar 7 tahun yang lalu, dimana Seungwan masih duduk di bangku SMA dan masih berusia 17 tahun. Masih sangat muda memang tapi jika takdir sudah bekehendak siapa yang bisa melawan?


"Bunda akan pergi membangunkan Jungwoo dan Mark"


"Tidak kah ini masih terlalu pagi bun kasian anak-anak"


"Iya juga sih yah"


"Ya sudah karena kita sudah terlanjur bangun, bagaimana kalau satu ronde saja?"


"Byuntae, tidak mau nanti kita tidak jadi jalan-jalan"


"Hehe ayah juga cuma bercanda bunda sayang" ucap Chanyeol seraya memencet gemas hidung bangir sang istri.


"Syukur deh, kita kan hanya bisa menghabiskan waktu sehari penuh jika hari minggu saja"


Benar, mendengar itu Chanyeol jadi merasa bersalah. Ia terlalu sibuk bekerja dan hanya ada waktu luang di akhir pekan saja.


"Maafkan aku baby"


"Baby?"


"Hm.. kau lupa kalau berdua aku selalu ingin memanggilmu baby"


"Dan itu terjadi saat kita sedang bercinta saja kkk" balas Seungwan sambil terkikik sekaligus malu mengingat panggilan itu.


"Kau juga byuntae baby"


"Hehe ketularan daddy sih"


"Jangan mulai baby atau bakalan ada satu ronde beneran nih"


"Kyaa andwaee" Seungwan mencoba berontak dari pelukan Chanyeol.


"Hahahha jangan gerak-gerak terus nanti little daddy ikut bangun loh"


Mendengar itu Seungwan jadi berhenti memberontak dan kembali mendusel ke dada bidang sang suami, layaknya anak kucing yang ingin dimanja.


"Baby"


"Hm"


Chanyeol mengangkat dagu Seungwan hingga dua kelereng indah mereka saling bertemu.


"Love u"


"Love u too"


"Love u more"


"Cintaku takkan pernah berkurang untukmu baby, bahkan setiap harinya akan terus bertambah, saranghae"


"Gowawo daddy nado saranghae"


Dan adegan selanjutnya...


Wajah mereka saling mendekat hingga,


Chupph~


Benda kenyal nan manis itu saling bersentuhan sambil diselingin senyum bahagia. Chanyeol tersenyum hangat melihat wajah manis sang istri yang merona dengan kelopak indah yang sudah mulai menutup, siap menerima perlakuan selanjutnya.


Chupph~


Kecupan penutup menandakan tautan manis keduanya yang kini sudah terlepas.


"Neomu saranghae bunda"


"Nado saranghae ayah"


...


...


...______...


...Nafasku...


...______...


Langkah kaki seorang appa muda membawanya memasuki kamar bernuansa serba biru dan berisi beragam mainan dengan tema Captain Amerika dan juga Iron Man.


"Baby-baby ayah ayo bangun sayang" Chanyeol bergantian mengelus kedua putra kembarnya dengan lembut hingga mulai terlihat ada tanda-tanda pergerakan dari kedua bocah kembar itu.


"Nggh cidak mau" sang baby yang diketahui masih cadel itu mulai menjawab tapi masih nyaman menyembunyikan kelereng indahnya.


"Nado cidak mau"


"Para jagoan ayah kenapa tidak mau bangun hm"


Chanyeol mulai kesal dengan tingkah kedua buah hatinya ini, namun sebisa mungkon Ia harus sabar seperti Seungwan yang selalu sabar dan penuh perhatiaan mengurus kedua putranya ini.


"Ugi cicak mau bangun kalau bukan bunda yang membangunkan" sahut sang bungsu aka Park Jungwoo.


"Kakak uga cidak mau bangun"


Nah kan, Chanyeol sudah menebak pasti dua jawaban itu yang akan keluar dari mulut mungil anak kembarnya ini. Kalau bukan Seungwan yang membangunkan mereka tidak akan mau bangun.


"Ya sudah kalau tidak mau bangun terpaksa ayah-"


"Huaaaa hahahaha ayah ahahah ampun hahahha" tawa lepas kedua balita itu karena sekarang menjadi korban tangan jahil sang ayah.


"Ahaha hahahaha ayah ahaha cetop ahaha" bisa dikatakan kedua balita ini sudah bangun sepenuhnya akibat ulah jahil ayahnya ini.


"Ayah akan berhenti jika kalian mau bangun dan ayo mandi bersama bukannya hari ini kita mau jalan-jalan?"


"Oh iya alan-alan yeyyy acik ayo yah cepat" seru sang adik antusias sedangkan sang kakak masih mempertanyakan dimana gerangan keberadaan sang bunda karena biasanya bunda manisnyalah yang membangunkan.


"Bunda mana yah?"


"Bunda lagi macak calapan hyungie" yang ditanya siapa yang menjawab siapa, tapi ini sudah biasa karena sang adik yang memang kelewat aktif.


"Kkk hampir benar sayang tapi lebih tepatnya bunda sedang mempersiapkan bekal yang akan kita bawa nanti"


"Jinjja?"


"Hm.." Chanyeol mengangguk membuat kedua babynya semakin antusias.


"Maka dari itu ayah yang disuruh membangunkan kalian kali ini, sudah ayo kita mandi sebelum bunda marah"


"Ayayy captain" sahut keduanya bersamaan disusul kedua kaki mungil mereka yang mulai berlari memasuki kamar mandi, menyisakkan sang ayah yang sekarang terkikik gemas melihat tingkah kedua buah hatinya itu.


...*...


...*...


...*...


Susana riuh gemuruh para pengunjung taman hiburan ini seperti tidak ada habisnya saja. Apalagi ditambah kedua anak kembar yang sedari tadi tidak bisa berhenti diam.


"Bunda kakak mau naik itu" tunjuk si kakak pada wahana tertinggi dan tercepat yang ada di Lotte Word ini hingga membuat Chanyeol bergidik ngeri. Kalau Seungwan sih senang-senang saja menuruti permintaan sang anak pertama, tapi setelah mendengar permintaan sang anak kedua entah kenapa Ia langsung memandang memelas ke arah Chanyeol.


"Adek mau lumah hantu caja bun"


"Andawae jangan lumah hantu ugi ih" sang kakak mewakili jawaban sang bunda.


"Adek tidak takut dengan hantu? Nanti di dalam ada Mr. Poc loh" Seungwan berusaha menakut-nakuti si bungsu yang sayangnya tidak mempan sama sekali.


"Cidak bun kan adek mau jadi cupel helo jadi cidak oleh akut cama hantu iyakan yah"


"Iya sayang" Chanyeol menyesal memberikan jawaban itu karena sekarang Seungwan tengah memberikan tatapan mematikkannya, bisa tidak dapat jatah satu minggu penuh ini mah, batinnya nelangsa.


"Ah bagaimana kalau kita naik bianglala saja nanti dari atas sana kita bisa melihat semua wahana yang ada disini" usul sang ayah hingga membuat ketiga makhluk yang amat Ia cintai memasang mode berfikir yang sungguh sangat imut.


"Call" jawab ketiganya semangat.


"Nah begitu baru adil"


"Tapi cetelah itu beli ec klim ya yah"


"Okke sayang"


"Bunda juga mau es krim"


"Adek ec klim cetobely"


"Kakak mau cemangka caja"


Sungguh kembarnya ini menuruni sifat Seungwan dan Chanyeol atau bisa dibilang perpaduan keduanya.


"Kkk baiklah kita nanti bisa makan es krim sepuasnya sekarang ayo kita antri tiket dulu sebelum kehabisan"


Keluarga ini pun mulai melangkahkan kaki dengan riang gembira sambil diselingi canda tawa akibat ulah kedua anak kembarnya ini yang memang menggemaskan serta tidak mau berhenti untuk bicara.


Malihat itu jauh di lubuk sana Chanyeol terus saja mengucap syukur telah diberi kehidupan yang seindah ini.


"Kalian adalah nafasku"


End~


...Maaf untuk typo ✌...