Wendy And Boys

Wendy And Boys
I'm Already There



_____


________ I'm Already There-Westlife__


Pria itu termenung di sebuah kamar. Pandangannya menerawang jauh ke atas menatap langit hitam yang ditaburi sedikit bintang-bintang. Malam ini tak begitu cerah, gumpalan awan nampak menggantung menenggelamkan sang rembulan, pun dengan udaranya. Dingin suhu malam tidak membuat pria itu beranjak pergi dari jendela, pria itu tetap bertahan di sana merenunggi rasa janggah di hati, rasa yang membelit hingga membuat sesak nafas.


Enam bulan kira-kira lamanya ia terpisah dari tempatnya kembali. Tempat yang ia rindu, kehidupan hangat yang terdapat di dalamnnya, dan keluarga kecilnya yang selalu terbayang, sungguh ia merindu. Rasa rindu itu semakin lama semakin besar, ingin rasanya kembali pulang dan memeluk anak serta istrinya. Namun, apa daya ia tak bisa pergi begitu saja meninggalkan setumpuk dokumen kantor yang meraung minta dijamah dan ia pun bukan orang yang begitu yang suka menyampingkan tanggung jawab.


Sedikit lagi dan semua akan selesai. Yah, hanya tinggal sedikit perkerjaan yang tersisa. Beberapa minggu kedepan pasti sudah beres semua, tapi dapatkah ia menahan rindu lebih lama lagi? Oh Tuhan, dia hanya ingin memeluk keluarganya, memberikan kasih rindu pada anak-istrinya.


Tersadar dari lamunan, pria itu lekas merogoh saku celananya. Benda persegi panjang ia keluarkan dari saku celanannya. Benda itu ia nyalakan, menggulirkan layar ke atas, matanya dengan cermat membaca sederet nama yang tertera di kontak panggilan dan tangannya berhenti disebuah kontak bernama "Sweetheart". Tombol hijau kemudian ia tekan, menanti nada sambungan berubah menjadi suara sapaan seseorang.


Tak lama menunggu nada sambungan itu berganti dengan suara manis yang mengucapkan kata "Hallo" untuk mengawali percakapan. Dan dari kata singkat itu, hatinya sudah bergetar. Rasanya terdapat sesuatu yang meluap namun tertahan. Pria itu meremas kuat-kuat kemeja, disana terasa sangat sesak.


Disana, dari seberang telepon.. Seorang malaikat tengah bercakap dengannya, seseorang yang sangat ia rindukan. Istrinya disana, jauh dari dekapannya dan kini ia merindu. Dia ingin mendekap pemilik haatinya saat ini juga, tapi apa daya dia tak ada di sampingnya.


"Kau menelepon hanya untuk mendiamkan ku?" Suara itu terdengar lagi, nada kesal sepertinya mulai mendominasi. Pria itu terkekeh pelan tatkala mendengar nada kesal dari seberang telepon. "Apa yang lucu?" sewot orang itu. Ah, rupanya kekehannya terdengar sampai kesana.


Pria itu mengulaskan senyum tipis, lekas bibir tipisnya mulai bergerak. "Bagaimana kabar mu?" Ucapnya menanyakan kabar dari sang istri, ia harap semua disana baik-baik saja.


"Aku baik-baik saja, bagaimana dengan mu?" orang itu pun menanyakan kabarnya. Jika dikata baik tentu pria itu baik-baik saja tapi tidak dengan hatinya. Ia tak akan mengira jika rasa rindu itu bisa semenyiksa ini.


Suara lain samar-samar terdengar, suara dari anak kecil. Suara tawa anak-anak yang terdengar merdu, dan tanpa di duga air matanya mulai menetes. Disekanya air mata yang menetes, ia masih mendengarkan dengan haru. Mereka semua disana, anak-anaknya yang sangat ia rindu, mereka tengah tertawa dan itu cukup membuat hatinya lega. Ia lega mendengar tawa mereka, ia lega bahwa mereka juga baik-baik saja.


"Anak-anak sedang bersama mu?" tanyanya. walaupun pertanyaan itu tak perlu mendapatkan jawaban, ia hanya ingin memastikan. "Biarkan aku berbicara dengan mereka sayang"


"Baiklah," jawabnya. Dan samar-samar terdengar pula percakapan antara istrinya dengan anak-anaknya.


"Daddy...!!" Tak perlu menunggu lama, sapaan khas anak kecil mulai terdengar. Nada ceria terpancar dengan jelas, sungguh khas anak-anak. "Daddy kapan pulang?" pertanyaan dari anaknya itu telah menghujam hatinya. Pilu rasanya ketika menyadari ia telah lama meninggalkan anak-anak yang ia sayang.


"Omong kosong apa yang kau katakan?" Malaikatnya kembali berbicara. Setelah mengucapkan itu, keheningan terjadi namun hanya untuk sesaat karena suara itu lekas terdengar kembali. "Aku.. Merindukan mu, sangat rindu." Sang malaikat manis itu berkata dengan nada bergetar. "Dan tak usah kuatirkan anak-anak, mereka akan baik-baik saja." Ujarnya lagi.


Pria itu, yang biasa dipanggil dengan Mark, mengulum senyum dalam kesedihan. Seungwan-nya, sang malaikat manis, memang jarang mengucapkan kata-kata manis seperti saat ini, melihat kejujuran Seungwan itu merupakan hal yang langka. "Kau bisa merindu juga heh?" ucap Mark bergurau disertai nada sindiran tentunya dan dengusan kasar lekas terdengar. Kalau boleh diungkapkan, punya pasangan tsundare itu merupakan sebuah tantangan tersendiri.


Sejenak keheningan tercipta diantara keduanya. Rasanya sulit mengambil bahan pembicaraan, walaupun dipikirannya terdapat banyak kata yang ingin diungkapkan ia hanya merasa sulit menyusun itu semua.


"Sayang, andai saja kau sedang ada di dekapku dan berbaring disisi mu pasti menyenangkan." Mark menengadah menatap langit-langit kamar. Andai saja yang dia khayalkan itu nyata, andai saja malaikat-nya ada disini. "Tapi aku tahu bahwa kau kan memimpikanku malam ini. Benar, memimpikan ku. Mengambil jeda sejenak, Mark kembali melanjutkan ucapannya. "Maka padamkanlah lampu dan pejamkan matamu."


"Siapa juga yang memimpikan mu, apalagi dengan kelakuanmu begitu." Jawaban dari Seungwan membuat Mark menggerucutkan bibirnya.


"Kita mungkin terpisah ribuan mil, Tapi aku kan bersamamu dimanapun kau berada jadi jangan bersedih begitu! Selesaikan pekerjaan mu dengan baik, dan lekaslah pulang!!"


"Tentu saja kau selalu bersama ku karena di hati dan ingatan ku hanya ada diri mu seorang." Harusnya ia tidak melebih-lebihkan rindunya. Memang rindu itu sangat menyiksanya tapi benar kata istrinya bahwa ia dan anak-anaknya tidaklah benar-benar terpisah, mereka ada disana di hati dan jiwanya.


"I love you so much,..."


"I love you too... I love you more"


Dan berakhirlah pembicaraan ditelepon dengan pengungkapan perasaan dari keduanya. Dan sepertinya malam ini Mark akan tertidur dengan senyum yang menghias wajahnya. Hatinya tak lagi gundah seperti beberapa saat lalu.


_END_


...Remake @Guladagu @Bananaa97__ 💙💕...


...#markdy...