Wendy And Boys

Wendy And Boys
Perjodohan (5)



...❤🍉❤...


Sudah seminggu ini Seungwan tinggal bersama keluarga Kim. Selama seminggu ini Ia juga tidur sekamar dengan Taehyung dengan Taehyung yang tidur di sofa karena kamar tamu yang kondisinya memang ternyata tidak bisa dipakai.


Setiap hari Ia juga membantu Taehyung berkebun, mulai dari menamam, menyimaram, menabur pupuk, memanen dan mencabuti runput liar. Semua itu Ia lakukan dengan senang hati.


Mama Kim juga sangat baik kepadanya. Menganggap Seungwan seperti putranya sendiri. Selama seminggu bersama dengan Taehyung membuat Seungwan menyadari satu hal.


Sepertinya Ia mulai memiliki perasaan lebih pada pemuda yang lebih tua darinya itu, tapi entah dengan Taehyung apakah Ia jatuh cinta juga dengannya atau tidak.


Seungwan sendiri tidak masalah akan hal itu, Ia cukup sadar tidak mungkin Taehyung tidak akan cepat move on dari mantan pacarnya.


Tapi bolehkan Ia egois? Ia ingin Taehyung membalas cintanya, tapi perlakuan pemuda itu padanya selama ini hanya sebatas adik dan kakak saja tidak lebih, itulah yang Seungwan rasakan, yah walaupun kadang Taehyung sering menggodanya.


"Wannie sayang kenapa melamun nak?" Tanya eomma Kim sambil mengemus surai lembut Seungwan sayang.


"Tidak kok eomma"


"Sudah jangan berbohong eomma tahu kau sedang bimbang ayo cerita saja tidak apa"


"Hm, sebenarnya Wannie sedang menyukai seseorang, tapi sepertinya orang tersebut hanya menganggap Wannie sebagai adik"


"Jadi begitu ya, menurut eomma pasti orang tersebut juga sangat mencintaimu nak. Kau kan belum tahu perasaan dia yang sebenarnya"


"Tapi Wannie tidak merasa demikian"


"Sudah yang semangat eomma doakan orang tersebut membalas cintamu sayang"


"Semoga saja"


"Oh ya nak mau bantu eomma masak? Nanti sore akan ada acara jadi eomma mau masak banyak"


"Boleh eomma, acara apa memangnya?"


"Apa Taehyung tidak memberitahumu sayang?"


"Tidak, TaeTae oppa tidak memberitahu apapun"


"Jadi begini, calon Taehyung yang dulu menolak lamarannya sekarang sudah mau menerima lamaran Taehyung dan keluarganya akan datang berkunjung nanti malam"


Mendengar itu rasanya seperti ada jarum yang menusuk di hati Seungwam, s-a-k-i-t.


Harusnya Ia turut bahagia mendengar itu tapi kenapa justru sebaliknya yang Ia rasakan. Kenapa disaat cinta mulai tumbuh di hatinya kenyataan pahit malah menamprnya. Cintanya yang bertepuk sebelah tangan kini jadi semakin sakit lagi.


"Wannie sayang kenapa diam"


"Tak apa eomma Wannie hanya kaget saja"


"Kau ini ada-ada saja nak"


"Eomma"


"Ya sayang"


"Ah tidak jadi"


"Ya sudah ayo kita mulai masak ini sudah sore"


Eomma Kim dan Seungwan pun mulai memasak di dapur hingga tak terasa matahari mulai tenggelam dan malampun tiba.


Semua masakan sudah terjejer rapi di meja makan. Seungwan juga sudah rapi begitupula dengan keluarga Kim.


"Eomma apa TaeTae sudah terlihata tampan?"


"Tentu saja sayang"


"Appa sih?"


"Appa mah selalu"


Seungwan tersenyum melihat kedekatan keluarga Kim, Ia jadi rindu rumah. Ia rindu bunda, ayah dan kak Baekhyun yang selama seminggu ini tidak ditemuinya.


"Dan manis" tambah eomma dan appa Kim bersamaan membuat Seungwan tersipu malu.


"Biar eomma saja yang membukakan"


"Wannie ikut eomma" Seungwan sungguh penasaran, walaupun sakit Ia tetap ingin melihat seberapa cantik calon istri dari orang yang dicintainya.


"Ya sudah ayo nak" keduanya pun berjalan beriringan menuju pintu depan. Hingga saat pintu terbuka rasanya nyawa Seungwan seperti tersedot ke alam lain, Ia begitu kaget melihat siapa tamu yang datang.


"BUNDA"


*


*


*


...❤🍉❤...


"Maafkan bunda sayang"


Seungwan masih merajuk semua penjelasan sang bunda sungguh membuatnya kesal, bahkan Ia sampai menangis.


"Sayang"


Seungwan masih diam, bagaimana tidak marah. Jadi selama ini dirinya tengah dikerjai. Semua ini telah direncanakan sejak awal. Mulai dari pertemuannya dengan Taehyung sampai Ia tinggal di rumah pemuda itu.


Dan sialnya Seungwan benar-benar masuk ke dalam perngkap, Ia telah terjatuh dalam jurang cinta seorang Kim Taehyung.


"Wannie" kali ini Taehyung berusaha membujuk gadis manis yang tengah merajuk itu.


"Oppa minta maaf bukan maksud kakak membohongimu, oppa hanya tidak tahu cara lain lagi supaya kamu mau menikah dengan oppa. Oppa sangat mencintaimu percayalah, maaf telah berbohong"


Mendengar itu Seungwan luluh juga, Ia juga sangat mencintai Taehyung sekarang.


"Jadi orang yang waktu itu menolak lamaran oppa itu aku?"


"Iya, waktu itu oppa sedih karena kamu menolak lamaran oppa"


"Hm.. pantas saja eomma menyebutku calon mantu eomma dan itu ternyata benar"


"Maaf ya" Taehyung kini memeluk Seungwan yang mulai menitikkan air matanya.


Taehyung sebenarnya adalah seorang dosen di salah satu kampus yang ada di Seoul sekaligus seorang petani semangka.


Hari Denin sampai Kamis sedangkan Jum'at sampai minggu Ia akan berkebun. Keluarganya dan keluarga Seungwan merupakan teman sejak SMA. Ia sendiri juga telah mengenal. Seungwan sejak kecil bahkan sudah melamar gadis manis itu sejak Ia masih kecil. Namun Seungwan melupakannya.


Keluarga Son juga sudah mempercayakan anak bungsunya itu kepada Taehyung. Nanti setelah menikah Seungwan akan kuliah di kampus Taehyung. Jadi sang suami bisa menjaganya secara maksimal baik di rumah maupun di kampus.


"Oppa jahat hiks tadi Wannie sudah sedih oppa mau menikah dengan orang lain"


"Maaf sayang, maafkan oppa"


"Hm"


"Saranghae Kim Seungwan"


"Nado oppa, nado saranghae" Taehyung kembali memeluk Seungwan erat namun kali ini diikuti oleh kedua keluarga yang ikut memeluk dua putra kesayangnnya.


"Jadi lamaran oppa diterima?"


"Eum Wannie terima, tapi ada syaratnya"


"Apa sayang? "


"Semangka satu hektar"


Dan semua orang yang tengah berbahagia ini semakin tertawa bahagia karena lelucon Seungwan yang meminta mas kawin buah semangka.


End~