
Happy reading^^
Di dalam sebuah ruangan di salah satu gedung agensi ternama, terlihat dua orang tengah memadu kasih tanpa tahu tempat.
"Baby, are u alright?" Lengan kekar terasa memelukku dari belakang. Aku jelas tahu siapa pemilik lengan tersebut, Jeon Jungkook, namja tampan yang dengan kurangajarnya telah mencuri hatiku tiga tahun yang lalu dan untung saja hati yang dia curi masih disimpannya dengan baik.
"I'm fine Kookie! And please don't call me baby!!"
Pria ini bukannya menjawab malah semakin menenggelamkan kepalanya di ceruk leherku dan sesekali memberikan kecupan disitu.
"Kookie, stop it! Besok aku ada jadwal manggung jangan tinggalkan bekas di leherku!!"
"Baby kamu tahu aku sangat mengkhawatirkanmu dan juga sangat-sangat merindukanmu" Gantian pipiku menjadi korban kecupannya, dasar kelinci mesum satu ini huh untung sayang kan.
"I miss u too kookie dan sudah berapa kali kubilang panggil aku noona, jangan baby"
"No, you are my lil baby girl"
Entah kenapa pipiku terasa panas mendengar panggilan itu, ish ini memalukan karena aku kan lebih tua dari dia.
"Jungkook berhenti memelukku terus, kau berat!! aku lelah"
"Baiklah ayo kita lanjut di kamar 😏"
"Yakk sudah kubilang besok aku ada manggung!!"
Kelakuan mesumnya yang satu ini memang sungguh ancaman.
"Batalkan saja" Ucapnya seraya menggendong tubuhku lembut.
"Yakk mau apa?" Tanyaku kaget sekaligus malu karena tak berdaya dalam gendongannya, layaknya kucing kecil yang sudah masuk ke dalam perangkap, yah aku takkan berdaya jika sudah melawan kelinci berotot yang satu ini.
"Katanya kamu lelah baby, ayo aku temani tidur"
"Janji ya hanya tidur"
Kuharap besok pagi aku tak mendapat banyak tanda cinta darinya karena bisa-bisa nanti aku kena marah stylish eonni. Dan kalaupun itu terjadi bocah kelinci ini lah yang harus bertanggung jawab!!
"Eum.. Aku tidak bisa janji"
Nah kan sudah kuduga 😴
"Yakk!! Kalau begitu turunkan aku, pulang sana!!"
"Baiklah hanya ciuman"
"Janji jangan lebih? Jangan buat tanda selagi aku tidur nanti!!"
"Kalau itu tidak bisa janji"
"Jungkook!!"
"Iya sayang aku tau kamu kan sedang capek"
"Jangan mengalihkan pembicaraan!!"
"Baiklah aku mengalah kali ini demi cintaku yang manis ini"
"Ish" Aku yang malu karena perlakuan sayangnya ini hanya bisa memerah malu seraya menyembunyikan wajah memerah ku di lehernya, sambil sesekali menghirup wangi maskulin pemilik hatiku ini.
"Babyku ini memang imut sekali"
"Berhenti menggodaku atau kau tidur di luar!!"
"Iya sayang iya"
Akhirnya kami pun sampai di kamarku, Jungkook meletakkan tubuhku dengan lembut seakan aku akan hancur jika dia kasar sedikit saja.
(Bentar, aku baper dulu ngetik ini 😂)
_____
Angel
_____
Kami berdua kini tengah tiduran sambil berpelukan, aku memeluk namja yang sudah mengisi hatiku selama tiga tahun ini dengan erat karena jujur aku juga sangat merindukannya karena akhir-akhir ini jadwal kami begitu padat.
Huh jadi publik figur memang tidak bisa terlalu bebas, apalagi jika sudah di luar aku dan Jungkook seperti tidak saling mengenal karena kami memang hanya diizinkan berpacaran secara rahasia.
"Baby" Lelaki itu membuyarkan lamunanku dengan memberikan kecupan lembut di pucuk kepalaku, lalu mengelus nya sayang.
"Kamu sangat harum"
"Berhenti menggodaku"
"Iya aku tahu BTS akan comeback kan sebentar lagi dan kita akan semakin jarang bertemu"
"Bukan itu sayang yang ingin aku katakan, kau ini" Ia dengan nakal mencubit hidungku yang tentu aku balas juga.
"Lalu?"
"Kamu tahu? "
Ini anak lama-lama minta dicium juga ya dengan tinjuanku.
"Kamu adalah malaikat?"
"Hah?" Aku yang bingung hanya bisa menunggu ucapan Jungkook yang sepertinya menggantung.
"Kamu adalah malaikat di hati semua orang, khususnya di hatiku"
Plis berhenti berkata manis, aku lemah.
"Maksudnya? Jangan menggembel ya!!"
"Tidak sayang ini menang kenyataannya, bukankah fansmu juga banyak yang memanggilmu 'angel'?"
Iya juga sih, tapi..
"Tapi aku merasa tak pantas mendapat panggilan itu"
"Bagiku itu lebih dari pantai baby, kamulah angel ku"
"Ish dibilang berhenti menggembel seperti itu aku tidak pantas!!"
"Bahkan hari ini aku melihat dengan jelas kamu rela mengorbankan diri terkena jatuhan balok demi melindungi Irene noona, banyak saksinya sayang kamu tidak bisa mengelak lagi"
"Itu hanya spontan dan dari mana kamu tahu?" Balas juga bingung kenapa Jungkook bisa mengetahui hal ini.
"Kau jahat sekali sayang padahal aku hadir di situ paling depan depan malah"
Tunggu.. Aku loading dulu..
"Jadi.." Aku menutup mulutku dengan tangan, tak percaya dengan apa yang barusan terlintas di pikiranku.
"Iya baby, lelaki dengan masker kelinci itu aku"
"Itu berarti kamu yang memberiku bunga mawar itu? "
"Yaps" Balasanya tersenyum nakal melihat wajah kaget ku ini.
"Maaf aku tak mengenalimu" Memang tadi saat tengah acara Unniversary Red Velvet yang ke 5 ini ada sesosok pria ber masker kelinci yang tiba-tiba saja memberiku buket bunga mawar biru.
"Tak apa baby jangan meminta maaf okey, kau tahu saat melihatmu tertimpa balok itu, aku sangat khawatir makannya ini langsung menyusulmu ke dorm setelah acara selesai"
"Pantas saja tiba-tiba kamu sudah disini"
"Hehe, kamu bagaimana apa ada yang sakit?"
"Tidak ada Jungkook kamu tak perlu khawatir"
"Siapapun akan khawatir melihat calon istrinya terluka"
"Jungkook" Aku yang malu mendengar itu hanya bisa menyusul membeli ke dalam dekapan hangat priaku ini.
"Huh my baby girl jangan bohong atau besok kamu akan punya banyak tanda cinta dariku"
"Yakk!!" Mendengar itu aku spontan langsung mengangkat wajahku lalu memberikan tatapan tajam padanya dan sekelitika itu juga...
Chuph~
Kecupan lembut yang terasa manis di bibir kudapatkan sebagai balasan.
"Aku hanya bercanda sayang, sudah ayo kita tidur"
"Jungkook ish main kecup saja"
Jeon Jungkook, namja itu mengelus helaian rambut ku pelan, seraya membisikkan kata-kata yang selalu sukses membuatku doki-doki.
"Saranghae Son Seungwan, my lil angel, "
"Nado saranghae" Balas ku lirih dan setelah ini kami pun benar-benar tenggelam dalam alam mimpi.
End___
Masih kurang?
Remake @Gulasagu @Bananaa97__ 🤗🤗