
_____
Waktu menunjukan tepat pukul 14.30 di negeri yang terkenal memiliki banyak boyband dan girlbandnya. Di suatu rumah terlihat seorang wanita paruh baya yang tengah mondar-mandir di depan pintu utama rumah tersebut.
"Aduh si kakak kenapa lama banget sih jemput si adek" ucapnya sambil terus berjalan seperti setrika.
Selang beberapa lama wajahnya berubah berseri ketika dua anak muda berjalan ke arahnya.
"Bunda kami pulang" ucap mereka bersamaan. Yang lebih tua terlihat langsung melenggang masuk sedang yang terlihat lebih muda masih berpelukan dengan wanita paruh baya yang Ia panggil bunda.
"Kenapa kalian lama sekali?" Tanya sang bunda dengan nada yang menyiratkan kekhawatiran yang amat kentara.
"Tadi tuh macet bun" jawab sang kakak yang dikerahui bernama Son Baekhyun dari dalam rumah.
"Iya bun tadi macet di jalan, oh ya tumben bunda sudah pulang?"
"Bunda besok ada acara di luar negeri jadi sekarang pulang cepat untuk siap-siap"
"Yah bunda akan pergi lagi?" Tanya yeoja mungil yang berada dalam pelukannya.
"Iya sayang maafkan ayah sama bunda ya yang selalu sibuk ini" sang bunda terlihat merasa bersalah.
"Tak apa bunda, Wannie tahu kok ayah sama bunda melakukan semua ini untuk adek sama kakak" Yeoja mungil yang menyebut dirinya Wannie itu semakin mengeratkan pelukannya pada orang yang amat Ia cintai. Sangat jarang sekali Ia bisa menikmati moment manis seperti sekarang dikarenakan kedua orang tuanya yang luar biasa sibuk.
"Terimakasih sayang sudah mau mengerti, oh ya ayah sama bunda telah merencanakan sesuatu untukmu sayang. Kita akan bicarakan nanti saat makan malam"
"Rencana apa bunda?"
"Nanti malam kita bicarakan saat ayahmu sudah pulang"
"Ish bunda Wannie kan penasaran"
"Nanti kamu juga tau dek"
"Apa kakak juga tahu?"
"Hm, mungkin"
"Ish kalian jahat mainnya rahasia-rahasian"
"Sudah ayo masuk ganti dulu lalu tidur dek, kamu pasti lelah" Gadis manis berseragam SMA itu melepaskan pelukannya dengan sang bunda lalu masuk ke dalam rumah dengan menghentak-hentakkan kakinya tanda Ia tengah merajuk.
"Wannie tidak mau tidur siang, Wannie mau membantu bunda berkemas" sedang sang bunda hanya terkekeh gemas melihat tingkah anak bungsunya itu.
*
*
*
...🐥🐥🐥...
"Ayah"
"Apa tak apa kita bicarakan sekarang?"
"Tidak sekarang sayang, kita tunggu Seungwan turun" sang istri hendak berucap lagi namun terhenti karena mendengar terikan seseorang yang dengan semangat menuruni tangga.
"Ayaaahh" serunya lalu langsung menabrakan dirinya memeluk sang ayah.
"Ih ayah Wannie rindu"
"Ayah juga dek tapi jangan kencang-kencang ini ayah tidak bisa bernafas" Gadis imut bernama lengkap Son Seungwan itu bukanya menurut malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Hehe rasain suruh siapa ayah seperti bang Sasuke eh bang Toyib jarang pulang"
"Bagus dek teruskan atau mau kakak bantu" dan sang kakak mendudukan dirinya di kursi ruang makan ini.
"Ampu iya-iya ayah ngaku salah bisa mati ayah dikeroyok kalian"
"Okke kali ini kita maafkan, iya kan kak"
"Hm"
"Oh ya yah kata bunda kita mau membicarakan sesuatu"
"Iya sayang kamu duduk dulu"
"Langsung saja ya, jadi kita merencanakan perjodohan untukmu dek" ucap sang ayah to the point membuat Seungwan syok di tempat antara kaget serta tidak percaya.
"Hah? Perjodohan? Untuk adek? Tidak salah nih yah?"
"Tidak dek" ini sang bunda yang menjawab.
"Kenapa? Adek kan masih SMA"
"Iya adek masih SMA tapi sebentar lagi akan masuk kuliah, kita jarang ada waktu untuk terus menjaga adek dan kuliah itu benar-benar berbahaya dek kami tahu kau tidak akan mungkin bisa menjaga diri. Kakakmu juga tidak mungkin bisa mengawasiamu terus mengingat semester depan Ia akan pindah keluar negeri"
"Tapi yah, Wannie bisa kok menjaga diri"
"Dan berakhir kau hampir diculik seperti waktu itu? Kami hanya lalai sebentar kau sudah mau diculik om-om mesum untung saja waktu itu ada om Jaehyun teman ayah yang melihatmu, kalau tidak ada entah apa yang akan terjadi padamu dek"
"Iya dek maka dari itu kita merencanakan perjodohan untuk adek supaya ada seorang yang mau menjaga adek setiap saat dan lagi pula orang tersebut sudah menyukai adek sejak adek masih kecil dulu"
"Siapa orang tersebut bunda? Wannie tidak mengenalnya apalagi mencintainya"
"Nanti juga adek tahu siapa dia, dan perlahan bisa mencintainya balik, bunda percaya itu"
"Seminggu lagi kita akan bertemu dengan keluarga calon suamimu dek nanti adek bisa kenalan sendiri"
Seungwan hanya diam.
Gadis manus itu tentu bingung harus berkata apa. Ingin Ia protes tapi masih Ia tahan di tenggorokan padahal sejujurnya Seungwan sangat tidak setuju dengan rencana kedua orang tuanya ini yang akan menjodohkannya dengan orang yang tidak dikenal.
"Wannie ke atas dulu"
"Loh adek makan malam dulu sayang"
"Wannie tidak lapar" Seungwan langsung melenggang pergi ke kamarnya tanpa tahu keluarganya memandang dengan tatapan rasa bersalah.
"Ayah sih bunda bilang juga apa nanti saja bilangnya saat Seungwan lulus SMA, pokoknya kalau adek ngambek ayah harus tanggung jawab"
"Iya bunda sayang ayah akan tanggung jawab, lagian calon suami adek kan pemuda baik-baik dan sangat mencintai adek sejak dulu jadi ayah percaya Ia bisa menjaga uri Wannie lebih baik dari kita"
"Benar bunda, kakak juga setuju dengan ayah. Uri Wannie perlu pendamping, anak polos dan lugu sepertinya sangat rentan terkena kejahatan di luar sana"
"Baikah bunda ngalah, kalau begitu kalian lanjut makan saja bunda ingin menemui adek dulu"
Sang bunda yang bernama lengkap Son Irene itupun pergi menuju kamar anak bungsunya yang memang tidak pernah dikunci karena sang putri cantiknya memang mempunyai ketakutan pada ruangan yang terkunci. Ia membuka pintu kamar tersebut lalu memasukinya. Terlihat sang anak telah menutup netra indahnya. "Maaf sayang, kami melakukan semua demi kebaikanmu. Ia lelaki yang baik bunda mempercayakanmu padanya sayang. Kami menyayangimu" Setelah mengatakan itu Irene pergi tak lupa mengecup sayang kening sang putri
________
Bersambung..