
_______
Terimakasih karena kau masih menyimpan hatimu hanya untukku. Aku bejanji akan mengikatmu dan selalu menggenggam tangan ini selamanya__
______
Ku akan selalu berada dalam ikatanmu dan takkan pernah lari lagi__
______
Terimakasih atas takdir yang begitu indah ini__
_______
Ketika sepasang netra indah itu saling bertemu, ketika itu pula mereka saling berjanji untuk tidak lari maupun melepas lagi.
Aseeqq 😆😆
Setelah pertemuan ke tiga mereka di kantor Seungwan. Taehyung dan Seungwan menjadi semakin dekat dan tak lama setelah kejadian itu Taehyung pun melamar Seungwan. Mereka menikah tiga bulan kemudian.
Pernikahan sederhana yang hanya dihadiri keluarga, kerabat, serta teman-teman terdekat dari masing-masing mempelai.
Eomma dan appa Taehyung juga sudah meminta maaf secara lansung kepada Seungwan. Sebenarnya sudah dari dulu Seungwan memaafkan orang tua Taehyung. Namun hati kecilnya masih belum berani untuk bertatapan langsung dengan mereka. Taehyung masih ingat bagaimana wajah malu-malu istrinya itu ketika pertama kali Ia diajak untuk bertemu dengan kedua orang tuanya.
Saat acara pernikahan mereka juga dikejutkan oleh kedatangan sosok yang tidak diundang yaitu Nayeon dan Momo. Seungwan awalnya merasa takut melihat kehadiran mereka karena trauma pernah dibully oleh mereka dulu, namun tanpa disangka kedua orang itu datang tidak dengan maksud jahat melainkan untuk meminta maaf secara langsung kepadanya.
Istilah dunia memang selalu berputar ternyata benar adanya, sosok yang dulu sering menghina dan menganiyaya Seungwan kini malah berada di bawah. Keluarga mereka jatuh miskin dan bangkrut. Nayeon bahkan tak sempat melanjutkan kuliahnya karena biyaya, ditambah Ia juga malu karena kedapatan hamil di luar nikah.
_______
"Appaaaaaa"
Yang di panggil langsung mengambil langkah seribu menuju asal teriakan itu.
"Ne sayang kenapa?" ucap sosok yang dipanggil appa dengan ekspresi yang terlihat khawatir, bagaimana tidak khawatir jika menantu tercintanya ini tengah berteriak di pagi buta seperti ini.
"Hiks lihatlah, anak nakalumu ini tidak mau mengabulkan keinginan aegy huweee"
Apalagi ini ya Tuhan?__Appa Kim.
Sedangkan Taehyung dia terlihat pucat melihat tangisan sang istri. Demi apa, sungguh ini masih pagi buta.
"Kenapa lagi si bocah nakal ini sayang?"
"Hiks dia tidak mau membelikanku ciok huwee" Seungwan kembali menangis hingga membuat sang appa makin tidak tega melihatnya.
"Ini masih pagi appa dan menantu manismu memintaku membelikan cilok isi cokrat rasa duren. Dimana aku bisa membelinya sepagi ini?"
Benar juga kata Taehyung, ini masih pukul 04.20 pagi dan sang istri tiba-tiba bangun dari tidur lalu memaksanya keluar untuk membeli makanan aneh itu.
Memangnya ada cilok isi coklat rasa duren? Taehyung kudu ottokeh?
Awalnya Taehyung mengira Seungwan sedang mengigau mengingat ini masih sangatlah pagi, bahkan ayam pun masih bermimpi indah, tapi setelah melihat air mata keluar begitu saja Ia baru sadar Jika istri manisnya itu mulai mengidam lagi.
"Tidak mau tau, pokoknya TaeTae harus membelikanku cilok isi coklat rasa duren, sekarang. Titik!!"
"Sayang, pagi-pagi itu tidak baik kalau makan yang manis-manis" Taehyung berharap istri ,manisnya ini mau mendengarkan dan berhenti menangis.
"Pokoknya Wannie mau cilok cilok cilok titik" sang istri ternyata masih kekeuh dengan pendiriannya.
"Appa, ayolah bantu aku jangan hanya jadi penonton"
Merasa disebut sosok yang dipanggil itu segera mengeluarkan suara. Sebenarnya Ia ingin angkat bicara sedari tadi, tapi Ia ingin sang anak menyelesaikan masalahnya sendiri dengan sang istri.
"Kau harus menurutinya nak, aku tak ingin punya cucu yang ileran nanti"
Taehyung menatap sang ayah horor.
"Huweee Wannie tidak mau uri aegy ileran huweee"
Tuh kan sang istri jadi makin kejer, gara-gara ucapan sang mertua tadi.
Taehyung pun dengan terpaksa akhirnya bangkit dari tempat tidur, sungguh Ia masih sangat ngantuk sebenarnya, tapi apa daya demi sang istri tercinta dan calon anaknya.
"Baiklah akan kuberikan"
"Asyikk.. pulang nanti TaeTae aku kasih jatah deh ( ͡°з ͡°)"
Mendengar kata jatah sang suami menjadi semangat pemirsa. Ketahuan nih pasti uri Wannie sudah tidak polos lagi ( ͡°з ͡°)
Demi apa, istri cantiknya ini akan memberikannya jatah dengan suka rela hanya demi cilok aneh itu. Tahu begini Taehyung langsung berangkat saja dari tadi dari pada berdebat dulu dengan ayah dan istrinya itu. Toh lebih cepat dapat cireng lebih cepat juga Ia dapat jatah. Begitulah yang ada dalam pikiran nista Taehyung sekarang.
"Appa tolong jaga Wannie sampai aku pualng ya. Appa pulangnya nanti saja aku akan menelepon eomma kalau appa akan terlambat pulang"
Sang appa hanya mengangguk sebagai jawaban.
chuup~
Sebelum keluar Taehyung menyempatkan mencium kening sang istri lama sembari menutup selimut ke seluruh tubuh sang istri agar Ia kembali tertidur mengingat ini masih sangatlah pagi.
-------
-----
Sudah tiga kompleks perbelanjaan yang Taehyung masuki, tapi tetap saja tidak ada yang namanya cilok isi coklat rasa duren.
Lelaki tampan itu mulai menghela nafas lelah, tapi Ia masih sangat bersyukur kali ini ngidamnya sangat istri masih wajar tidak seperti sebelum-sebelumnya.
Saat minggu lalu Seungwan menyuruhya untuk berfoto dengan gajah. Kalau sekedar berforo dengan gajah sih itu tidak masalah, tapi istrinya itu maunya sang suami berfoto dengan gajah langsung dari negerinya. Alhasil Taehyung harus terbang ke Thailand hanya untuk berfoto dengan gajah.
Tiga hari yang lalu bahkan lebih parah lagi, Seungwan datang ke kantor Taehyung dengan memakai pakaian snow white.
Taehyung sih suka melihat istrinya yang sangat imut memakai kostum lucu itu. Tapi penderitaanya segera di mulai saat Seungwan menyerahkan bungkusan yang di dalamnya ternyata sebuah daster ibu hamil.
Bisa di bayangkan penderitaan Taehyung seharian itu dengan mekakai daster sambil kerja. Runtuh sudah reputasinya sebagi CEO muda dan tampan. Namun semua itu masih lebih baik ketimbang pas awal kehamilan Seungwan.
Taehyung masih ingat bagaimana ngidamnya sang istri di saat masih awal-awal kehamilan. Seungwan sangat alergi terhadap dirinya. Ketika Taehyung sedang berada di dekatnya maka Ia akan langsung muntah.
Taehyung harus berada minimal dalam jarak satu meter dari istri cantiknya itu.
Kejadian itu terus berlangsung selama satu bulan dan alhasil Taehyung harus berpuasa selama satu bulan penuh untuk tidak menyentuh istri manisnya. Untung saja masih ada eomma dan appa Taehyung yang bersedia merawat Seungwan dengan penuh kasih sayang menggantikan dirinya.
Sudah tiga jam Taehyung berkeliaran di luar sana mencari cilok isi pesanan Seungwan. Ia sudah lelah menyetir. Taehyung Ingin sekali menyerah saja. Kalau hanya cilok isi saja itu sudah temukan dari tadi. Rencananya Taehyung ingin mencampur isi rasa coklat dengan rasa duren, tapi Ia belum juga menemukan yang penjual duren. Jarang sekali toko buah yang menjual duren di Korea.
Ting~
Di tengah-tengah keputus asaanya Taehyung dikejutkan oleh hpnya yang tiba-tiba saja berbunyi. Rasa lelahnya langsung menghilang entah kemana setelah membaca peasan di layar hpnya itu.
From gulaku ❤
TaeTae cepat pulang aku merindukanmu.
Wannie sudah tidak ingin cilok itu lagi Wannie inginnya TaeTae sekarang
Rejeki suami sholeh memang tidak kemana__
.
.
.
Seungwan sedang memasak sarapan sekarang hingga Ia tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran lengan kekar nan hangat yang memeluknya dari belakang.
"Sayang sedang apa? Maaf aku tidak mendapat cilok pesananmu"
"Ne, tidak apa-apa aku sudah tidak menginginkannya lagi"
"Sayang kau sangat wangi dan-
Chupp~
Chupp~
Blussh~
Sudah dipastikan kini siapa yang tengah merona.
Chup~
Chup~
Chup~
"Dan ini morning kiss untuk uri aegy" ucap Taehyung bsambil terus memberikan kecupan di perut buncit sang istri.
Pipi Seungwan semakin memanas rasanya, jadi demi kesehatan sang pipi dan jantungnya Ia pun menghentikan aksi sang suami itu.
"Sudah sudah ayo kita sarapan ini sudah masak dan tolong panggilkan appa untuk sarapan bersama"
Pasangan suami istri beserta appa pun akhirnya memulai acara sarapan pagi mereka dengan khidmat. Masakan sang istri sungguh sangatlah enak, Taehyung dan appa bahkan sampai tak berhenti memuji masakan-masakan itu. Seungwan sudah tidak membahas masalah cireng isi lagi. Benar kata sang suami jika dirinya pasti hanya ngelindur saja tadi, buktinya setelah kembali tertidur Ia sudah melupakan keinginannya.
"Appa pulang dulu ne, kasihan eomma kalian pasti sudah menunggu appa"
"Ne appa hati-hati di jalan" uacpa Taehyung dan Seungwan bersamaan seraya mengantar appa keluar.
Eomma Taehyung memang sedang tidak berada di Seoul, beliau sekarang berada di Busan untuk merawat nenek yang sedang sakit. Sedang sang appa kenapa bisa berda di rumah Taehyung dan Seungwan sekarang tentu saja karena keinginan sang istri yang tiba-tiba ingin berfoto dengan wajah sang mertua kemarin. Sehingga mengharuskan appa Kim datang jauh-jauh dari Busan demi keinginan sang menantu yang tengah ngidam itu.
Grep~
"Ehh ada apa ini?" Tanya Seungwan kaget karena sang suami tiba-tiba memeluknya.
"Sayang apa janjimu masih berlaku?"
"Janji apa?" Tanya Seungwan yang kembali merona karena posisinya sekarang.
"Memberikanku jatah setelah aku pulang"
Glup~
Seungwan ingat janji itu sekarang Ia hendak melepaskan diri sekarang tapi apa daya sang suami sudah mengangkatnya.
"Kyyaa jangan mengangkatku"
"Terlambat sayang kau sudah tidak bisa kabur"
Taehyung pun membawa Seungwan menuju kamar mereka yang berada di lantai atas rumah mereka. Dan Seungwan hanya bisa pasrah digendongannya, Ia sudah menyenderkan kepalanya di dada bidang sang suami.
Dan mari kita tinggalkan kegiatan suami isti itu karena mengintip aktivitas mereka tidaklah baik.
Biarlah sang cicak dan nyamuk yang menjadi saksi bisu kegiatan percintaan pasangan uri wenv.
Di balik penantian yang panjang dan menyakitkan, disitulah terdapat takdir manis yang sangat indah, inilah kisah kita yang berawal dari payung__
END
Omake~
"Eommaaa"
"Ne sayang kau dimana?"
Seungwan terus mencari keberadaan malaikat kecilnya itu.
"Jihoonie dicini eomma"
Yap.. disanalah sang malaikat manisnya itu berada sedang bermain dengan mainannya di bawah kolong meja.
"Jihoonie kenapa disitu sayang ayo sini keluar"
"Andwee.. Jihoonie cedang main eomma jangan ganggu ini lagi acik" jawab balita bertubuh gembul itu tanpa melirik sosok yang sedang bicara dengannya.
"Tapi ini sudah waktunya makan malam sayang. Jihoonie memang tidak lapar hm? Eomma sudah membuat pudding rasa duren loh"
Seungwan memang selalu tahu kelemahan anaknya itu. Terbukti dengan netra sang anak yang langsung menatap penuh minat ke arahnya. Balita dengan tubuh gembul itu mulai bangkit dari singgasananya aka kolong meja tersebut.
Mungkin karena pantat berisinya di tambah dengan popok membuat sang anak jadi kekusahan untuk bangun. Seungwan yang melihat anaknya sedang keduselan hanya untuk bangun jadi terkekeh sekaligus tidak tega.
"Aigoo, sini sayang eomma bantu" ucap sang ibu seraya mengangkat tubuh bantet sang anak dari kolong meja.
"Hhehe telimakacih eomma"
"Sama-sama sayang, ayo kita makan malam"
"Apa kita tidak menunggu appa dulu eommpa?"
"Appa malam ini pulang larut sayang, jadi kali ini kita makan berdua saja ne?"
"Ne eomma" Jawab balita itu dengan raut sedikit lesu.
Seungwan dan Jihoon pun pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama, baru saja beberapa suap Ia dan Jihoon makan, mereka di kagetkan dengan kemunculan seseorang dengan tiba-tiba. Sosok itu manaruh jari telunjuknya di depan bibir memberikan gestur ke Seungwan untuk diam dan-
Chup~
Chup~
Sosok itu aka Taehyung langsung mencium anaknya dari belakang membuat balita itu kaget dan langsung mengusap bekas ciuman di pipinya itu dengan kasar dengan tangan mungilnya.
"Jangan dihapus sayang, kalau Jihoonie tidak mau appa cium mending appa mencium eomm saja"
"Andwee.. eomma hanya milik Jihoonie"
Balita itu langsung beridri dari duduknya dan memeluk Seungwan erat. Taehyung dan Seungwan hanya terkekeh melihat tingkah lucu malaikat manisnya itu.
"Appa kenapa pulang cih? Cana kelja lagi"
Oh.. Taehyung tahu sekarang kenapa malaikat kecilnya itu menghapus ciuman di pipinya tadi. Rupanya sang malaikat gembul ini sedang merajuk.
"Mafkan appa sayang, appa janji deh besok-besok tidak pulang malam lagi"
"Jihoonie tidak pelcaya, kemalin juga appa bilang begitu"
"Eomma malam ini pokoknya Jihoonie mau tidul cama eomma?"
Taehyung yang mendengar celotehan anaknya itu melotot tidak percaya.
"Ne sayang asalkan Jihoonie mau menghabiskan makannya dulu"
"Acikk" jawab Jihoon riang tanpa Ia tahu seseorang di sampingnya tengah memasang ekpresi minta disunat.
"Kalau Eomma tidur sama Jihoonie appa tidur dimana dong?"
"Appa tidul di luar caja bercama mipel"
Sekedar informasi mipel itu kucing hitam manis milik Jihoon.
Anak siapa sih ini?__Kth
"Sayang.. " panggil Taehyung dengan memberikan tatapan memelas ke arah Seungwan.
"Tidak appa hanya untuk malam ini saja, kau tidak tahu betapa susahnya aku membujuk Jihoonie untuk makan tadi. Kali ini kau mengalah lah"
Putus sudah harapan Taehyung untuk mendapatkan jatah malam ini.
Akhirnya setelah berdebatan siapa yang akan tidur dengan Seungwan keluarga kecil itu pun melanjutkan acara makan malam mereka lagi dengan sesekali diselingi canda tawa karena ulah menggemaskan sang malaikat imut Seungwan dan Taehyung itu.
...END...