
Wendy x Yoongi #wenga
____
..._A Thousand Winter_...
...Original story by my lovely Gulasagu ππ...
...Remake by me β...
Enjoy ( Ν‘ _ Ν‘Β°)οΎβ² β«
..._______...
Son Seungwan duduk di dekat jendela dengan secangkir coklat panas yang mengebul keluar.
Di luar sana rintik salju berjatuhan, melayang di udara dan berakhir jatuh di tanah menjadi gumpalan yang menyedihkan.
Pandangannya lurus keluar menyaksikan bagaimana salju itu terus berjatuhan layaknya hujan dan pikirnya salju itu sama seperti cinta Min Yoongi.
Salju itu rapuh, mudah lenyap dan tak bisa bertahan lama itu sama halnya perasaan seseorang yang akan memudar karena waktu.
Dan dalam diam itu, Seungawan menghitung detik. Lembar kalender di dalam kolong laci telah menimpuk dan menyiksakan papan tipis di atas meja.
Waktu telah berlalu begitu cepat, banyak pula yang berubah seperti bagaimana dulu tempatnya tinggal berubah menjadi tempat yang semakin penuh dengan barang berharga.
Namun dalam perubahan itu menyisakan rasa pahit. Ini tentang bagaimana cintanya yang luntur karena waktu dimana Seungwan selalu dibuat menunggu. Yoongi, kekasihnya itu telah sepenuhnya berubah.
Perasaan terhadapnya tak lagi sama, janji yang dibuat pun banyak yang diingkari bahkan pria itu mulai kasar terhadapnya ah dia juga telah lama tidak pulang, hampir sebulan lamanya.
Seungwan dengan hati yang semakin nyeri, menggigit bibir. Ini sudah hampir sepuluh kali ia memanggil nomer Yoongi dan selalu saja berakhir dengan suara oprator yang menyatakan bahwa nomer tersebut sedang sibuk. Bagaimana bisa ia sesabar itu?
Dulu Seungwan ingat benar bagaimana urat di dahinya menyembul keluar kala Yoongi melakukan keburukan, namun itu hanya masa lalu dimana dirinya masih muda dan sulit mengatur emosi lantas sekarang, apa dirinya yang semakin tua membuat ia lebih sabar dan tabah? Mungkin benar apa adanya atau mungkin Ia sudah lelah dan menjadi masa bodoh?
Dan pada panggilan ke-12 akhirnya suara yang Ia rindukan berhasil di dengar, teleponnya diangkat ketika ia mulai merasa putus asa. Sungguh Yoongi menguji semua kesabarannya, dia menjadi seseorang yang kejam.
Dulu 10 tahun yang lalu, saat hubunganya masih sehangat sinar matahari dan seindah musim semi. Setiap Seungwan menelepon hanya menunggu beberapa detik, panggilannya langsung diangkat bahkan waktu itu Yoongi lah yang selalu menelepon hampir setiap berganti jam lelaki itu menghubunginya lewat telepon, ia akan berkata sangat merindukan Seungwan dengan nada yang manja. Hal itu tidak bisa didapati untuk sekarang, sungguh pilu jika mengingat Yoongi yang semakin banyak memberikan bahu dinginnya.
Suara berinton khas pria dewasa terdengar dari seberang telepon. Nada acuh tak acuh terdengar malas menanggapi telepon, Seungwan sendiri hanya bisa menghela nafas. Tidak ada yang dapat ia lakukan selain bersabar.
Sebenarnya Seungwan tahu benar, Yoongi tengah mengalami kejenuhan dalam hubungan dimana pria itu merasa bosan dengan dirinya.
Weh bang Agus minta disleding nih π
Hubungan mereka sendiri sudah hampir 13 tahun lamanya, tak mengherankan jika itu terjadi diantara keduanya. Merasa lelah akan hubungan dan saling menjauh, Seungwan tidak pernah mempermasalahkan itu.
"Kapan kau pulang? Tidak kah kau merindukan ku?" Seungwan berucap dengan suara tenang layaknya air di danau yang paling dalam, tak ada gelombang tak ada emosi yang membara walau hatinya berkata lain, ingin memaki tetapi tetap Ia menjaga tutur katanya.
Jikalau teman lamanya, Seulgi dan Irene tahu bagaimana dirinya sekarang mungkin duo menyebalkan itu akan tertawa terbahak-bahak melihatnya yang menjadi begitu lemah karena cinta dan Yeri akan berteriak bahwa dia sama sekali tidak keren. Seseorang pernah bilang, orang akan berubah karena rasa cinta dan lukanya.
Hening diujung sana, Yoongi tak langsung menjawab. Mungkin kalau saja Seungwan tak salah mendengar, dia menangkap suara rintihan pelan dari sana tapi dengan cepat Ia membuang pikiran buruk, mungkin barang kali ia salah mendengar.
Sebenarnya Seungwan mengetahui satu hal, ia bukan orang yang bodoh sehingga tidak tahu apa yang dilakukan Yoongi selama masa jenuhnya. Pria itu telah lama bermain di belakangnya dan dia cukup tersakiti ketika mendapati bau parfum wanita lain yang melekat di kemeja kekasihnya itu.
Lalu apa malam ini dia tengah bermain dengan kekasih barunya? membenarkan rintihan yang ia dengar sebelumnya, mungkin Yoongi tengah melakukan hubungan gelap. Lantas mengapa dia begitu tega? mengangkat panggilan darinya saat tengah hubungan hina dengan selingkuhannya, Yoongi benar-benar kejam.
"Aku sibuk, banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan."
Pekerjaan apa itu? Apa menjadi seorang pembisnis membuatnya menjadi sosok yang lupa akan semua? Harusnya Seungwan tahu dan tak bertanya-tanya sebab kesibukan itu bermaksud sibuk dengan kekasih-kekasih barunya.
"Kalau begitu jaga kesehatan mu," seru Seungwan mengakhiri panggilan di telepon.
Seungwan menelan ludah dengan perasaan pahit. Di depannya ada beberapa butir obat, dia menatap kosong butir putih itu. Setiap kali Yoongi melukainya maka disitu Seungwan berpikir untuk segera menelannya. Itu pil bunuh diri, Ia ingin mengakhiri rasa sakitnya dengan segera meninggalkan dunia yang kejam.
Itu pilahan yang paling ekstrim. Tiada yang tersisa di dunia ini untuknya. Semua yang dia miliki telah ia berikan kepada Yoongi dan sekarang apa? Pria yang menjadi tempat bersendernya, pria yang menjadi tempat bergantungnya pergi meninggalkan dia.
Son Seungwan telah mengalam musim dingin yang berkepanjangan di dalam hatinya. Seribu musim dingin yang membuatnya beku ketika ia tak lagi memiliki cinta dari Min Yoongi.
Dengan tangan bergetar Seungwan mengambil pil-pil itu. Keputusannya telah dia ambil. Ia ingin mengakhiri musim dingin di hatinya. Dengan cepat Seungwan memasukan pil-pil itu dalam mulutnya, membiarkan meluncur lebih dalam memasuki tubuhnya.
Dengan begitu Seungwan mengakhiri musim dingin di hatinya. Semoga musim panas dan musim semi segera datang padanya.
END___