
...Wendy × Jihoon × Guanlin...
_____
Gengster
_____
Seorang yeoja manis berbadan mungil terlihat berjalan riang di sepanjang koridor sekolah.
Senyum mentari tak pernah luntur dari wajah manis makhluk imut tersebut, membuat siapapun yang melihat pasti akan reflek ikut tersenyum gemas.
"Selamat pagi Wendy"
"Pagi Wannie"
Sapa para penghuni sekolah ini yang mengenal gadis manis bernama lengkap Son Seungwan atau biasa disapa dengan Wendy itu.
"Pagi juga" balasnya ramah.
Wendy merupakan siswa kelas XI di Happiness Hight School. Sekolah yang menyiapkan siswanya nanti menjadi artis atau idol.
Saat tengah asyik berjalan, tiba-tiba saja ada yang menepuk pundaknya, "Pagi kak wenwen" sapa seseorang berwajah imut hingga membuat Wendy gemas, padahal sendirinya juga imut.
"Pagi adek"
"Hehe ayo aku antar menuju kelas kak"
"Loh tidak perlu Jihoonnie kelas kita kan berlawanan arah"
"Tak apa kak, aku akan memastikan jika kakak manisku ini sampai di kelas dengan selamat tanpa lecet sedikitpun" balasnya mantap sambil menoel dagu Wendy, dasar adek kelas kurang ajar memang. Tapi.. bukannya marah Wendy malah merona sekarang atas perlakuan adek kelasnya tersebut.
"Kamu ini selalu seperti itu dek, kakak kan lebih tua dari kamu"
"Tapi kakak lebih imut dari aku dan makhluk imut harus dilindungi agar keberadaannya tidak punah dari muka bumi ini"
"Terus saja gombal, ya sudah kakak ngalah deh sama yang lebih muda, ayo jalan"
"Siap kakak sayang" namja berwajah imut itu langsung menggandeng tangan Wendy, tanpa tahu jika yang digandeng sudah merona lagi.
"Kenapa harus pegang tangan sih dek?"
"Sudah kubilang aku akan melindungi makhluk imut, jadi agar makhluk imut ini tidak hilang aku akan memeganginya"
Mendengar itu Wendy hanya memutar bola matanya, huh lama-lama adek kelasnya ini menyebalkan juga.. yah walaupun sebenarnya Wendy tertarik dengan sang adik kelas bernama Park Jihoon ini.
Tertarik.. hm mungkin suka.
"Chaa sudah sampai"
"Hm makasih sudah nganterin dan membuat kita jadi bahan tontonan anak-anak lain"
"Hehe biarin, biarlah mereka tahu jika kakak hanya punya aku"
"Apa?"
"Tidak kak ampun hehe, aku pergi dulu"
Chuu~
Tak disangka Jihoon mencium pipi Wendy dan langsung lari menjauh. Sedangkan korban ciuman mendadak itu kini tengah ngeblank sambil memegangi bekas ciuman adik kelas yang Ia sukai itu.
Ringis kesakitan terdengar memenuhi ruangan ini. Sekelompok orang terlihat tengah menyiksa dua seorang namja yang sudah tidak berdaya.
Satu tangannya sudah tergeletak di atas dinginnya lantai ruangan gelap ini. Wajah namja itu juga berwarna merah karena tertutup oleh darah. Senbelah netranya sudah menutup, mungkin karena dicongkel keluar oleh para namja yang menyiksanya.
Sungguh keadaan namja itu sangat memprihatinkan, mungkin tinggal beberapa sekon saja Ia bisa menghidup yang namanya oksigen.
"Ini untuk yang terakhir kalinya, siapa yang menyuruhmu?" Tanyanya pada namja yang Ia siksa, namun si namja yang sudah tidak berdaya itu enggan untuk membuka mulut.
"Baiklah, aku akan memakai cara yang terakhir. Hm.. aku tahu kau mempunyai seorang ibu dan seorang adik"
"Tolong jangan sentuh keluargaku"
"Tak akan asal kau mau memberitahu siapa yang menyuruhmu"
"Baiklah"
"Good boy, siapa dia"
"Park Jihoon"
"Sudah kuduga dialah pelakunya. Tak puaskah dia sudah menghancurkan bisnisku tapi tetap saja dia memata-mataiku. Lihat saja seperti apa pembalasanku" ucap sang ketua genster ini yang bernama Guanlin.
Yah.. musuh bebuyutannya adalah Jihoon yang merupakan ketua gengster yakuza juga sepertinya.
Yakuza merupakan gengster terbesar dan terkejam yang ada di Jepang.
Namun sekarang para gengster ini sudah bermingrasi ke negeri gingseng karena di Jepang gerakan mereka sudah diketahui oleh keamanan disana. Sedangkan di Korea mereka melakukan gerakan bawah tanah alias diam-diam.
Mereka melakukan penyamaran menjadi warga biasa tentunya dengan data-data yang sudah dipalsukan. Seperti yang dilakukan oleh sang ketua, Jihoon. Ia menyamar sebagai siswa kelas X yang bertingkah laku polos dan menggemaskan hingga membuat Son Seungwan kakak kelasnya jatuh cinta.
Berbeda dengan Jihoon yang menyamar sebagai anak sekolah, Guanlin lebih memilih menyamar memjadi pejabat salah satu perusahaan besar yang ada di seoul.
"Temukan kelemahan Jihoon, akan kubuat Ia menderita" perintah Guanlin pada beberapa bawahannya.
"Maaf tuan, Ia tidak memeliki keluarga, jadi akan susah untuk bisa memancingnya"
"Kalau itu aku sudah tahu, dia memang yatim piatu sejak lahir makannya Ia bisa terjerumus dalam lembah gengster ini"
"Kalau begitu akan saya cari tahu dia sedang dekat dengan siapa"
"Hm"
"Tuan maaf menyela, saya tahu dia sedang dekat dengan siapa"
"Nugu"
"Seorang gadis imut berwajah manis tuan, sepertinya Ia menyukai namja tersebut"
"Hm.. menarik" senyuman miring tercetak jelas di wajah tampannya.
_______
Bersambung...