
" Tapi Kakak saya bisa di jenguk Dok ? " tanya Lisa pada Dokter didepannya.
" Bisa, hanya saja sekarang Pasien masih belum sadar dan kira-kira setengah Jam lagi Pasien baru akan sadar " jawab sang Dokter.
" Baik Dok, terima kasih " ucap Lisa.
" Iya sama-sama.
Yasudah kalau begitu saya pamit dulu ingin mengecek pasien yang lain dan kalau ada perlu apa-apa bisa segera lapor pada suster " jawab Dokter sambil berlalu pergi meninggalkan Max dan Lisa.
*Aku bukan bonekamu....
yang bisa kau suruh-suruh......
dengan se enak mau mu.......
aku bukan bonekamu....
bisa kau rayu-rayu....
kalau kau bosan pergi dan menghilang*.....
Nada dering panggilan yang berasal dari hp Lisa yang sangat tidak disukai oleh Max tiba-tiba saja berbunyi mengalihkan fokus Max kearah pacarnya.
" Kak Bayu telfon " ucap Lisa memberitahu Max.
Tanpa membuang waktu lagi, Lisa pun segera mengangkat panggilan dari kakaknya setelah memberitahu pada pacarnya.
" Halo Kak " sapa Lisa.
" Iya Dek, kamu dimana?
Vano tadi jadi kerumah enggak?
" Iya kak.
Lisa sekarang dirumah sakit Xxxx, Kak Vano tadi udah kerumah, cuma sekarang kita di Rumah Sakit karena tadi Max dan Kak Vano berantem " ucap Lisa dengan perasaan sedih dan bersalah.
"LAGI ??? " tanya Bayu sambil menghela nafas karena tidak habisa fikir dengan Max dan Vano yang selalu saja berantem ketika bertemu.
Namun berbeda dengan sebelumnya, mereka memang sering berantem dan adu mulut namun tidak sampai harus di bawa kerumah sakit, namun mendengar adiknya yang mengatakan bahwa sahabatnya itu sedang berada di Rumah Sakit maka dapat di pastikan bahwa keadaan lelaki itu cukup parah..
" Yasudah kamu tunggu disana dulu ya, kakak urus masalah kuliah sedikit lagi dan setengah Jam lagi sudah sampai di sana, tolong kamu jaga Vano sebentar ya " ucap Bayu.
" Iya Kak " jawab Lisa.
sebenarnya tanpa perintah dari sang Kakak, Lisa tetap akan menjaga Kak Vano, selain karena Lisa sendiri sangat menyanyangi Vano seperti Kakak sendiri, rasa bersalah yang terus saja muncul setelah sang Dokter memberitahu kondisinya membuat dirinya menjadi penyebab terhadap kondisi Kak Vano sekarang.
" Kak Bayu ngomomg apa ? " tanya Max melihat Lisa yang melamun.
" Kita disuruh jagain Kak Vano dulu, setengah Jam lagi Kak Bayu sampai kesini " jawab Lisa.
" Disini itu banyak suster kali Yank yang bisa menjaga dia, jadi tidak perlu sampai repot- repot seperti itu " ucap Max mendengus mendegar Lisa yang ingin menjaga Vano, padalal untuk apa juga gunanya suster di Rumah Sakit.
" Kamu ini Manusia apa bukan sih, kok enggak punya perasaan banget.
Kak Vano begini karena ulah Kamu, karena kamu tidak bisa mengontrol emosi kamu dan yang seharusnya menjaga Kak Vano sekarang itu kamu bukan aku.
Kamu yang harusnya Bertanggung jawab atas perbuatan kamu dan tanpa kamu bilang aku juga tau disini banyak Suster.
Hanya saja setidaknya cobalah sedikit menggunakan rasa Simpati kamu dan kalau seandainya kamu yang berada di posisi Kak Vano sekarang sedang berbaring di ranjang sana dan hanya di jaga oleh suster kamu senang begitu " tanya Lisa dengan emosi meluap-meluap membuat Max terdiam namun tidak ada yang tau bahwa dilubuk hatinya Max sedang menahan rasa marah karena Lisa yang berbicara seperti itu padanya.
Namun Kali ini Max mengalah, Max tidak ingin memperpanjang masalah lagi hingga membuat Lisa tambah marah padanya maka dari itu Max memilih mengalah dan mencoba untuk secara pelan mengatur emosinya tanpa memperlihatkan pada pacarnya.