Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Operasi



" ALDO..." panggil sang mama dengan suara keras.


" Kak, kak Aldo jangan seperti itu, kita bicarain ini baik-baik ngak perlu sampe seperti itu kak " ucap Vina mencoba berbicara baik-baik pada Aldo.


" Ngak bisa Vin, Papa ngak ngerestuin hubungan kita, papa selalu aja egois lebih mementingkan urusan lain dari pada perasaan anaknya sendiri.


Jadi, mungkin dengan aku mati bisa membuat papa sadar kalau apa yang dia lakuin itu ngak ngebuat anaknya bahagia " ucap Aldo.


" Ma, Aldo titip Vina dan anak Aldo ma


dan Kevin juga tolong bantu Mama jagain Vina " ucap Aldo lagi membuat Vina tambah menangis.


" Pa, lihat ini semua gara-gara papa yang terlalu keras kepala, kondisi Aldo saat ini sedang tidak stabil dan papa malah menambah beban pikirannya.


Kalau papa masih berkeras kepala ngak mau nerima Vina sebagai menantu kita, mama mau kita bercerai dan setelah itu mama akan bawa Aldo dan Vina untuk tinggal bersama mama " ucap sang istri membuat papa Aldo marah namun dia kembali berfikir dia tidak mau kehilangan anak dan istrinya dan sepertinya dia kali ini memang harus mengalah.


" Oke-oke papa akan merestui hubungan kalian.


" Aldo cepat buang kaca itu nanti luka kamu bertambah lagi, jangan membuat kami semua tambah khawatir dan untuk mama ini terakhir kali papa dengar mama ngomong masalah cerai.


Kalau sekali lagi papa dengar mama ngomong mau minta cerai dari papa, awas aja mama bakalan papa rantai di kamar supaya ngak bisa kabur lagi " ucap sang suami kepada istri namun hanya dirinya dan sang istri yang tau apakah omongan itu serius atau bercanda.


Sedangkan mama Aldo pun yang mendegar sang suami merestui hubungan anaknya langsung saja berlari ke arah suami dan memeluknya.


" Makasih pa udah mau mengalah demi kebahagian anak kita " ucap sang istri yang menangis di pelukan suami.


Sedangkan di atas ranjang keadaanya tidak jauh berbeda karena saat ini Vina dan Aldo sedang berpelukan dengan Vina yang menangis didalam dekapan sang calon ayah dari anaknya hingga membuat Kevin yang jomblo sendiri memilih untuk keluar dari ruangan itu dan membiarkan kedua pasangan itu berpelukan setelah masalah keluarga akhirnya terselesaikan dan Kevin pun memilih untuk menunggu Vina di kantin.


Sedangkan di dalam ruangan, atmosfer di ruangan itu kembali santai seperti tadi, sang papa dan mama yang duduk di sofa sedang melihat bagaimana manjanya Aldo yang tidak mau makan kalau tidak di suapin Vina membuat sang papa sedikit jengah melihat itu dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah.


" Ma, papa pulang dulu sebentar ya, tadi masih ada kerjaan kantor yang belum selesai nanti malam papa kesini lagi sekalian bawa makan malam untuk mama " pamit sang suami.


" Iya pa "


Namun baru saja ia hendak berdiri suara handphonenya berdering dan terdapat panggilan masuk dari bawahannya.


" Hallo gimana " tanya sang atasan langsung.


" Saya sudah menemukan orang yang mau mendonorkan matanya pak " jawab sang bawahan.


Lelaki itu mengalami kecelakaan beberapa hari yang lalu dan kondisinya tidak mungkin untuk bertahan hidup lagi jadi keluarganya menghentikan pengobatan.


Saya juga sudah berbicara dengan keluarganya dan mereka bersedia Mendonorkan mata putranya karena dengan begitu setidaknya mereka masih bisa melihat mata putranya.


" Baiklah saya mengerti, saya mau kamu atur dalam minggu ini anak saya harus bisa menjalani operasinya.


" Baik pak.


" Ma, Aldo kata anak buah papa dia udah menemukan pendonor mata buat kamu dan minggu ini kita akan melakukan operasinya " ucap sang papa.


Tentu saja kabar itu membuat mereka semua bahagia bahkan hingga membuat sang mama menangis bahagia dan hal itu juga terjadi pada Vina.


" Aku senang banget kak, ngak lama lagi kakak udah bisa ngeliat lagi " ucap Vina.


" Iya sayang, kakak mau setelah kakak bisa melihat lagi, orang pertama yang mau kakak liat itu kamu ya " jawab Aldo.


" iya kak "


Karena hari sudah sore akhirnya Vina pun pamit untuk pulang setelah susah payah berpamitan pada Aldo yang melarang Vina pulang namun setelah bujukan sang mama dan Vina yang mengatakan akan kembali lagi besok serta akan membawa makanan kesukaan sang kakak dan dengan berat Hati akhirnya Aldo mengizikan Vina pulang.


B**eberapa hari kemudian


Beberapa hari telah berlalu tepatnya hari ini adalah hari Aldo akan menjalani operasi mata yang tepatnya seharusnya operasi itu sudah harus di lakukan beberapa menit yang lalu namun Aldo meminta sang dokter untuk menunda beberapa menit lagi karena Aldo masih menunggu kedatangan Vina yang belum juga sampai.


Aldo mengharapkan kedatangan Vina semangat penyemangat dan juga untuk mengatasi ketakutannya karena setidaknya dengan bertemu Vina sebentar dan pendapatkan pelukan dari perempuan itu sebelum operasi dapat membuat rasa takut Aldo hilang.


Karena seperti yang kalian Tau, meskipun segala sesuatu di lakukan oleh yang ahli sekali pun bukan tidak mungkin mereka melakukan kesalahan akibat kelalaian yang berdampak pada kabar buruk hingga Aldo harus mempersiapkan diri atas segala kemungkinan yang terjadi namun semua itu tidak berjalan seperti yang ia inginkan karena Vina tidak hadir di saat sebelum ia di operasi.


Namun hampir dua puluh menit berlalu perempuan itu juga belum datang hingga membuat dokter tidak bisa menunggu lagi hingga akhirnya operasi itu pun di mulai.


3 Jam Aldo berada di ruang operasi membuat operasi itu selesai di lakukan dan kini Aldo kembali di pindahkan ke ruangannya dan kemungkina beberapa jam lagi lelaki itu akan sadar dan dokter juga akan melukakan pembukaan perban di matanya.


Sedangkan sang mama saat ini yang berada di ruangan Aldo terus saja mencoba menghubungi Vina dan Kevin namun keduanya tidak mengangkat panggilan hingga membuat sang mama khawatir.


Kini bahkan jam sudah menunjukan pukul 5 sore dan seharusnya kalau dari prediksi dokter Aldo sebentar lagi akan bangun namun Vina belum juga datang dan pastinya akan membuat Aldo kecewa ketika bangun nanti.


" Clekk "


Suara pintu ruangan di buka memperlihatkan Anak perempuannya sekaligus calon menantunya datang dengan wajah pucat hingga membuat sang mama khawatir.


" Ya ampun sayang kok kamu baru datang, muka kamu kenapa pucat banget, kamu baik-baik aja kan " beberapa pertanyaan sekaligus langsung keluar dari mulut sang mama sang melihat Vina datang dengan muka pucat.


" Maaf ya ma aku telat datang, ngak temenin mama tadi di saat operasi, ada sedikit musibah tadi.


" Vina terjatuh di kamar mandi dan pingsan makanya ngak datang dan untung anak Vina ngak apa-apa ma " jawab Vina sambil memeluk sang mama.


" Maaf ya tan, tadi Kevin terlalu panik jadi ngak sempat ngabarin tante " ucap Kevin yang berada di belakang Vina.


" Yaudah ngak apa-apa yang penting kalian udah sampai sini dan Vina sekarang udah baik-baik aja.


" Yaudah ayo duduk disini jangan berdiri terus, kamu juga baru siuman.