Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Aksi Nekat



" Yaudah mama mau ngomong sama Kevin dulu sebentar ya, kalian ngobrol aja dulu " ucap mama.


" iya ma " jawab Aldo dan Vina secara bersamaan.


" Kamu duduk di sini dong, di samping kakak.


Kakak kangen banget sama kamu " ucap Aldo dengan nada sedih sambil menepuk tempat duduk di atas ranjang pasien.


" Aku disini aja ya, ngak muat di situ soalnya, aku udah gendut sekarang loh kak " jawab Vina.


" Bisa sayang, ini masih luas masih muat kok " kekeuh Aldo masih dengan memaksa Vina duduk di sampingnya hingga Vina pun mengalah dan duduk di samping Aldo secara berdesakan di atas ranjang.


Aldo yang merasa kini Vina sudah duduk di samping nya langsung saja memeluk wanita itu dengan erat hingga membuat Vina kesusahan bernafas, Vina pun mencoba melepaskan pelukan itu.


" Kak jangan kuat kali meluknya, aku ngak bisa nafas " ucap Vina.


" iya maaf ya, tapi jangan di lepas, kakak butuh pelukan dari kamu sebagai pengisi energi " jawab Aldo yang kini sudah meletakan kepalanya di leher Vina hingga membuat Vina merasa geli karena terkena hembusan nafas hangat Aldo.


Namun Vina yang melihat Aldo begitu Lemah menjadi tidak tega dan membiarkan saja lelaki itu memeluknya hingga beberapa saat kemudian Vina mendegar suafa nafas yang mulai teratur, Vina mengalihkan pandangan melihat ke arah Aldo dan ternyata lelaki malah tertidur sambil memeluknya.


Vina yang tidak ingin membuat keduanya sakit badan karena posisi mereka yang terlalu lama berpelukan seperti itu akhirnya dengan pelan-pelan dan sedikit kesusahan ia mencoba untuk merebahkan kepala Aldo di atas bantal.


Vina pun berniat turun dari ranjang dan berpindah tempat duduk ke sofa namun lelaki itu memegang tangannya begitu erat hingga membuat Vina kesusahan melepaskannya dan akhirnya Vina pun Mengalah dengan ikut berbaring di samping Aldo.


Sebenarnya tanpa vina sadari Aldo belum sepenuhnya tertidur, lelaki itu sadar saat Vina mencoba melepaskan tangannya hingga membuat Aldo menggengam tangan itu lebih erat agar Vina tidak meninggalkannya lagi hingga wanita itu mengalah dan ikut berbaring di sampingnya.


S**edangakan di luar ruangan


Saat ini mama Aldo sedang duduk bersama Kevin di salah satu bangku taman yang ada di rumah sakit itu, kedua nya larut dalam obrolan yang serius.


" Kevin tante mau minta terima kasih banyak sama kamu karena udah bantuin tante nyari Vina sampe ketemu ya " ucap mama Aldo.


" Sebelumnya Kevin minta maaf tante, sebenarnya Kevin udah nemuin Vina dari lima bulan yang lalu cuma Kevin ngak bisa kasih tau tante karena ancaman dari Vina.


Vina ngancam kalau Kevin ngasih tau tante dia bakalan pergi lebih jauh lagi ke tempat yang ngak bakalan kita temuin, akhirnya demi bisa menjaga Vina Kevin harus menyetujui itu karena setidaknya dengan begitu Kevin bisa menjaga Vina dari dekat.


Saat itu Vina mengatakan kalau ia belum bisa memaafkan tante dan keluarga tante, jadi Vina memutuskan untuk tidak menemui kalian dulu dan dia berjanji akan menemui kalian ketika hati dia merasa siap makanya Kevin kabulin permintaan Vina tan.


" Ngak apa-apa kok Nak, Tante ngerti .


kalau tante berada di posisi Kamu tante juga akan melakukan hal yang sama, dan tante juga bisa ngerti kenapa Vina tidak ingin bertemu tante dulu jadi tante ngak akan nyalahin kamu malah sebaliknya tante berterima kasih banyak sama kamu karena udah menjaga Vina selama ini dengan baik.


" Iya sama-sama tan, aku juga udah anggap Vina sebagai adik aku sendiri jadi aku juga senang bisa menjaga dia.


" Yaudah kita balik ke ruangan yok " ajak mama Aldo.


" Ayo tan " jawab Kevin.


Keduanya pun berjalan beriringan sambil sesekali mengobrol hingga mereka hampir sampai di depan ruangan Aldo namun mereka melihat papanya Aldo yang hendak masuk kedalam ruangan hingga keduanya pun cepat-cepat menyusul.


Sedangkan sang papa yang sudah membuka pintu namun saat pintu itu terbuka lebar matanya langsung saja tertuju pada sepasang manusia yang berbeda kelamin tengah tertidur di atas ranjang dengan posisi berpelukan hingga membuat sang papa membanting pintu ruangan dengan keras hingga membuat kedua manusia itu kaget dan terbangun dari tidurnya.


" Papa " panggil Vina dengan takut dan suara lirih karena melihat tatapan mata papanya yang menatap tajam ke arahnya.


" Ngapain kamu kembali kesini, belum cukup kamu buat keluarga saya hancur dan liat gara2 mencari kamu juga Aldo sampai buta dan menantu saya meninggal itu semua gara-gara kamu yang membawa sial di keluarga saya " bentak sang papa.


Sang istri yang sudah berdiri di depan pintu bersama Kevin dengan tangan yang sudah membuka sedikit pintu itu hingga apa yang di katakan oleh suaminya dapat terdegar dengan jelas di teliga mama Aldo dan Kevin hingga membuat keduanya sama-sama marah namun Kevin merasa dia belum saatnya ikut campur kedalam urusan masalah keluarga itu hingga dia memilih untuk melihat saja dulu.


" Pa, Papa jangan ngomong begitu ke Vina, ini semua bukan salah dia, tapi salah Aldo karena Aldo yang lebih dulu menghancurkan Hidup Vina dan kebutaan ini mungkin ini semua karma untuk Aldo karena udah jahat sama Vina selama ini, jadi papa jangan nyalahin Vina lagi " jelas aldo dengan sekali tarikan nafas dan penuh emosi mendegar sang papa membentak wanitanya.


" Pa, Papa tenang dulu jangan marah-marah seperti itu, kita lagi di rumah sakit sekarang " ucap sang istri yang mencoba menenangkan suaminya.


" Satu lagi Pa, Aldo mau setelah Vina melahirkan nanti , Aldo mau menikah dengan Vina dan Aldo harap papa dan mama menerima itu " ucap Aldo sambil memeluk Vina yang sudah menangis.


" Ngak bisa, Papa ngak setuju, apa kata orang nanti kalau kamu nikah sama adik sendiri, apa lagi kalau Om Alvin tau mau di tarok di mana muka papa " tolak sang papa dengan keras kepalanya.


Aldo yang mendegar jawaban papa yang masih dengan keras kepalanya melarang ia menikah dengan vina pun membuat ia menjadi marah hingga ia pun mulai meraba-raba tangannya ke samping hingga menemukan gelas keca.


Bruk..


Gelas di tangan Aldo pun di pecahkan kedinding hingga percikan beling itu mengenai kulit tangannya hingga membuat beberapa tetesan darah keluar di lengan lelaki itu dan sisa kaca yang ada di tangan Aldo membuat Lelaki itu mengarahkannya ke arah leher hingga membuat semua yang ada di ruanganya itu terkejut.


~ Author cuma mau ngsih tau kalau author lagi sibuk dua mingguan ini, jadi bakaln up dua hari sekali. jadi para pembaca jangan marah-marah ya tetap sabar aja menunggu.