Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Mimpi di Cium Kak Aldo



Saat ini aku sedang berada di kamar dengan keadaan aku yang sedang berbaring di ranjang.


Aku yang berencana ingin tidur namun sebelum tidur aku harus mengunci pintu terlebih dahulu.


Aku pun segera bangun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu dan menguncinya karena mau bagaimana pun saat ini aku hanya tinggal berdua dengan kak Aldo yang merupakan laki-laki di rumah ini .


Jadi, aku harus bisa lebih berhati-hati, apa lagi dengan kejadian mimpi aneh beberapa malam lalu membuat aku jadi merasa waspada.


Setelah selesai mengunci pintu, aku pun kembali ke ranjang, mematikan lampu kamar dan beristirahat.


Sedangkan di ruang tamu Aldo yang saat ini sudah selesai mengerjakan tugas kuliahnya mulai merapikan meja dengan membawa buku dan laptopnya untuk kembali ke kamar.


setelah meletakkan kembali buku dan laptopnya di kamar, Aldo melihat jam yang sudah menunjukan pukul 01.00 malam yang itu artinya bahwa adik tersayangnya sudah tertidur pulas.


Aldo pun keluar dari kamarnya dengan berlahan dan dia mulai membuka pintu kamar adiknya.


Sial..


Di kunci lagi " " ucapnya sambil pergi ke ruang tamu untuk mengambil kunci cadangan.


Ya, papanya memang selalu menyediakan kunci cadangan untuk setiap kamar, hal itu di gunakan agar ketika ada hal darurat maka kunci tu akan sangat berguna.


Sekarang akhirnya kunci ini berguna " ucap Aldo sambil tersenyum jahat dan kembali naik ke atas menuju kamar Vina.


Dengan berlahan Aldo mulai membuka kunci pintu kamar Vina, setelah terbuka Aldo mulai menarik gagangnya dan membukanya berlahan karena tidak mau membangunkan seseorang yang sedang terlelap di kamar itu.


Sebenarnya Aldo tadi juga memasukan sedikit obat tidur ke dalam makanan yang di makan Vina.


Saat pintu itu terbuka Aldo yang masih berdiri di depan pintu bisa melihat siluet bayangan orang yang sedang tertidur di atas kasur karena kondisi kamar yang saat ini gelap membuat aldo tidak dapat melihat Vina dengan jelas.


Berlahan dia mulai masuk dan duduk di ranjang di samping tempat tidur Vina.


Tangan Aldo yang sedari tadi terdiam mulai menyentuh rambut Vina dan mengusapnya berlahan.


Aldo tidak tau kenapa akhir-akhir ini sering banget memikirkan adiknya itu, bahkan adiknya itu sampai datang ke mimpinya.


Aldo tidak tau apa yang di rasakannya saat ini, namun dia selalu merasa kesal ketika melihat Vina dengan lelaki lain, dengan berlahan Aldo mendekatkan tubuhnya ke tubuh Vina dan mulai mendaratkan bibir nya ke kening , mata, pipi dan berakhir di bibir Vina.


Aldo mencium Vina dengan sangat lembut dan penuh perasaan bahkan ciuman itu sudah berlangsung 5 menit hingga membuat Aldo kehabisan nafas.


Aldo yang merasa stok nafas mulai berkurang pun menghentikan ciumannya .


" Kenapa aku ngak pernah bisa ngontrol diri sendiri kalau udah dekat kamu " tanya Aldo pada Vina yang sedang tertidur.


" Apa yang udah kamu lakuin sampe aku kepikiran kamu terus.


Bahkan meskipun tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya Aldo masih terus bertanya pada Vina yang sedang tertidur pulas.


Ah aku benar-benar udah kayak orang ngak waras aja ngomomg sama orang yang lagi tidur " ucapnya pada diri sendiri.


Setelah merasa puas dengan ciuman selamat malam, Aldo pun tidak lupa mengoleskan salep yang masih tersisa malam kemarin ke seluruh dada Vina.


Setelah selesai, Aldo merapikan kembali penampilan Vina dan kembali ke kamarnyan dan tidak lupa mengunci pintu kembali agar Vina tidak curiga.