Vina and Aldo

Vina and Aldo
Part Lima



" Mau mampir dulu atau mau langsung pulang? " tanya Lisa pada Max.


" Aku langsung pulang aja ya yang, soalnya Alfa,mamat sama Aldi ngajak nongkrong di Cafe " jawab Max.


Sebenarnya Max selain pacar yang manja dan posesif terhadap pacarnya, di SMA Max sangat populer di kalangan para pelajar lainnya, baik dari junior hingga kakak-kakak senior.


Tidak hanya terkenal karena ketampanan mereka, Max dan kawan-kawannya yang beranggota 4 orang itu terkenal dengan sebutan Geng MAMA yaitu (Max, Alfa, Mamat dan Aldi) yang di singkat dengan sebutan Mama dan nama kocak itu di berikan oleh Max sendiri.


Geng yang beranggota 4 orang itu semuanya berasal dari anak-anak kalangan atas namun itu semua tidak membuat mereka sombong, mereka tetap berteman dengan kawan-kawan yang lain hanya saja terkadang tingkah laku mereka yang suka usil sering menjahili orang membuat banyak para lelaki di sekolah itu memilih untuk lebih menjauh saja dari pada berurungan dengan anak-anak orang kaya itu.


" Yaudah kamu hati-hati di jalan " ucap Lisa.


" Iya sayang " jawab Max.


Kini mobil pun tengah melaju dengan kencang di atas rata-rata membuat pengendara lainnya mengumpat kesal karena ulah pemuda itu yang ugal-ugalan dalam berkendaraan.


Ya, seperti itulah lelaki itu.


Akan bersikap Baik,lembut, penyanyang didepan pacarnya, namun ketika rasa cemburu menghantuinya lelaki itu akan berubah 180 derajat dari sifat yang ia perlihatkan sehari-sehari.


Bahkan Lisa sendiri terkadang hampir putus asa dan menyerah menghadapi kelakuan Max ketika lelaki itu sedang di landa emosi cemburu, lelaki itu seperti bukan dirinya sendiri.


Lain halnya dengan Max yang saat ini sedang berkumpul dengan anggota MAMA, Lisa yang saat ini sedang di rumah tengah berbaring di kasur setelah mengganti seragam sekolahnya.


Saat ini Lisa tengah berada seorang diri, karena Papanya sedang ada pekerjaan di jepang dan Mama nya sebagai istri yang baik tentu saja akan mengikuti kemanapun Papa nya pergi.


Tring..tring..


Suara bel pintu rumah mengagetkan Lisa yang sedang tertidur hingga membuat Lisa mengomel sendiri karena acara tidur siangnya terganggung.


" Siapa sih yang datang siang-siang gini, nganggu orang istirahat aja.


" Apa mungkin kak Bayu udah pulang ya?


tapi kayaknya enggak mungkin, karena seingat aku tadi pagi kak Bayu bilang pulang sore, lagian kan dia punya kunci candangan jadi enggak mungkin dia yang pencet bel " ucap Lisa berbicara sendiri.


Clek.. Suara pintu di buka.


" Hay Lis " sapa seorang lelaki yang tidak kalah tampan dengan pacarnya, lelaki yang sudah berteman dengan kakaknya sedari 2 tahun ini dan selalu berkunjung kerumah Lisa bahkan sangking seringnya sudah seperti pulang kerumah sendiri.


Lelaki yang bernama Vano Bramasta, yang sudah Lisa anggap sebagai kakaknya sendiri, rasa sayangnya sudah sama seperti Lisa sayang pada Bayu.


Namun ketika lelaki itu bertemu dengan pacarnya Max, maka Max akan selalu ketar-ketir terbakar api cemburu membuat Lisa heran entah apa sebenarnya yang membuat Max begitu cemburu pada kak Vano.


Padahal Lisa sendiri sudah sering kali mengatakan pada Max bahwa ia hanya menganggap Vano sebagai seorang kakak tidak lebih, namun Max selalu saja cemburu buta pada Vano.


Sebenarnya tidak hanya pada Vano saja, Max memang selalu aja cemburu buta pada setiap lelaki yang mendekati Lisa, bahkan ketika ada lelaki yang hanya senyum pada Lisa saja maka lelaki itu akan langsung berubah bringas seperti singa yang mau menerkam mangsa.