
# Sebelum aku lanjut nulis ceritanya author ngak pernah bosan untuk ngingatin kalian jangan lupa like, coment and jadikan favorit yang guys, thank you 😊
Saat ini Aldo yang sedang melihat Vina tertidur di meja makan tidak ingin membuang waktu dan kesempatan lagi.
Aldo dengan segera langsung mengendong Vina dan membawanya ke kamar perempuan itu dan dengan berlahan ia mulai menurunkan Vina di atas tempat tidur dan membuat posisi senyaman mungkin untuk gadis itu.
Saat ini Aldo tengah duduk di pinggir ranjang dengan mata yang tidak lepas dari tubuh gadisnya itu, ya Aldo berencana menjadikan Vina sebagai gadis miliknya namun bukan sekarang.
Suatu saat kalau waktu yang tepat sudah tiba, dia akan membuat gadis yang di adaposi belum lama oleh orang tuanya itu sebagai miliknya.
Tidak ingin menunggu lebih lama lagi, Aldo segera mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya, ya itu adalah obat salap yang di berikan oleh salah satu temannya di kampus tadi dan dia sudah tidak sabar ingin menguji nya.
Dengan perlahan Aldo mulai membuka baju yang di kenakan Vina hingga menyisakan daleman yang saat itu melekat dibadan wanitanya.
Melihat penampilan wanita itu saat ini yang terlihat sangat menantang dan minta di jamah, tentu saja sebagai lelaki normal hormon lelakinya tiba-tiba saja datang membuat sesuatu didalam diri Aldo berontak ingin dilepaskan hingga membuat celana Aldo sesak dan Aldo pun mengerang kesakitan.
" Ahh shitt sial..
Bagaimana tidak langsung honry, sebagai lelaki normal melihat seorang gadis yang memiliki body yang sangat bagus dan sexy untuk gadis seusianya dan berada tepat di depan matanya tentu saja ia tidak akan bisa menahannya.
Pinggang yang ramping namun sexy, perut yang rata tanpa lemak dan yang paling menonjol adalah bagian tubuh yang berada di atas perut.
Aldo yang tidak mau membuang waktu lagi karena ia sendiri juga tidak tau obat tidur yang ia masukan ke minuman gadis itu akan bertahan hingga berapa lama.
Aldo pun tidak ingin membuang kesempatan untuk tidak merasakan kembali bibir pink gadis itu, Aldo berlahan mulai mendekat dan menempelkan bibirnya ke bibir Vina dan menciumnya dengan lembut.
Aldo mencium Vina dengan penuh penghayatan dan yang awalnya lembut berubah menjadi kasar dan tergesa-tergesa seperti tidak ada lagi hari esok.
" Ah shitt ini gila.
Bagaimana bibir ini bisa semanis dan selembut ini, seperti ada nikotin yang membuat Aldo ketagihan ingin memakan dengan habis bibir mungil pink itu.
Saat ini bahkan mulut lelaki itu seperti tidak bisa berhenti, terus mencium seluruh permukaan muka Vina, mulai dari kening, mata, pipi dan berakhir kembali di bibir hingga membuat Vina tanpa sadar mengerang di bawah alam sadarnya.
" Sial aku pikir dia bangun " ucap Aldo kaget.
Melihat Vina yang masih terlelap Aldo kembali melanjutkan kegiatannya karena ia masih merasa belum puas akan rasa manis dari bibir pink yang terus memanggilnya.
Meskipun Aldo sadar ia terlihat seperti pengecut yang licik yang memanfaatkan dan melakukan hal bejat pada adiknya dalam keadaan Vina tidak sadarkan diri, namun ia tidak peduli yang penting keinginan dan Hasratnya pada Vina terpenuhi.