Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Penyelamat



belum terlalu pulih dari situasi syok tadi tetapi kini vina kembali di buat syok kembali dengan sebuah tamparan lagi.


bukan fisiknya yang sakit akibat dari tamparan itu tetapi yang lebih menyakitkan adalah hatinya sekarang yang lebih hancur karena orang yang di anggapnya sebagai malaikat yang akan melindunginya dari apapun kini terlihat sangat marah dan kecewa padanya dan tentunya tamparan tadi juga membuktikan bahwa sang mama tidak percaya dengan ucapannya dan itu lebih sakit dari pada apapun.


" Mama benar-benar ngak nyangka kamu tega banget fitnah kakak kamu sendiri seperti itu, mama tau selama ini aldo sering kurang baik dan judes sama kamu tapi mama tau aldo dia orang seperti apa, jadi mama yakin anak mama ngak akan ngelakuin hal bejat seperti itu. " ucap mamanya dengan panjang lebar


" mama benar-benar kecewa dengan kamu atas kejadian ini. " sambil terus menangis sang mama pum keluar dari ruang tamu dan berlari menuju kamarnya.


Sedangkan saat itu di ruang tamu hanya tersisa sang papa dan vina dimana keduanya masih terdiam. vina yang masih takut tidak berani berbicara apa-apa dan hanya menunggu respon dari sang papa.


" saya harap setengah jam dari sekarang kamu sudah harus pergi dari rumah ini dan kalau memang benar itu anaknya aldo kamu harus segera gugurkan karena saya tidak mau itu menjadi penghalang untuk acara pernikahan aldo dengan clara nanti . " ucap papa aldo sambil keluar dari ruang tamu meninggalkan vina sendiri.


dan ucapan papanya tadi membuat keputusannya lebih bulat untuk segera pergi dari rumah ini, dengan air mata yang terus mengalir di pipinya vina berlari ke kamarnya untuk mengemas pakaiannya dan segera keluar dari rumah itu .


bahkan tanpa berpamitan dengan siapapun di rumah itu vina keluar dari rumah yang seperti neraka itu. sekilas vina mempuyai pemikiran untuk menghubungi aldo untuk memberitahukan masalah kehamilannya apalagi aldo pernah mengatakan kalau ia akan bertanggung jawab dengannya jika dia hamil.


Namun yang menjadi beban untuknya sekarang vina tidak akan tega merusak hubungan aldo dengan clara, dengan berita ini vina yakin hubungan meraka pasti akan berakhir dan vina takut clara akan marah dan menuduhnya sebagai perusak hubungan mereka , vina sudah kehilangan malaikatnya dan dia tidak akan sanggup jika ia juga harus kehilangan sahabatnya juga .


akhirnya setelah berpikir panjang vina mengambil keputusan untuk pergi dari rumah itu tanpa memberi tau kak aldo tentang kehamilannya.


saat ini vina sedang berada di taksi dan bingung harus pergi kemana, namun ia menyuruh supir taksi yang ia tumpangi untuk membawanya ke terminal.


saat sudah sampai di terminal akhirnya vina memutuskan untuk menetap di bandung, dengan menyewa rumah kecil yang berada di pinggiran kota dan jauh dari kebisingan kota.


dengan bermodal uang dari atm yang pernah di berikan mamanya vina pun berangkat, vina memutuskan untuk tidak mengembalikan atm itu karena kalau dia kembalikan bisa di pastikan dia berakhir jadi pengemis atau hal-hal menyedihkan lainnya besok.


3 jam perjalan dengan menggunakan bus akhirnya vina sampai di terminal bandung dan dengan kondisinya yang belum terlalu fit namun vina tetap memutuskan terus memaksa berjalan.


sambil bertanya-tanya pada orang di situ, vina kembali melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkot menuju ke salah satu desa di bandung.


30 menit perjalanan tiba lah vina di daerah kawasan yang begitu sejuk dengan banyak perkebunan teh dan banyak ladang-ladang sayuran dan udara di situ benar-benar menyejukan di tambah lagi dengan ibu-ibu petani yang begitu ramah.


tiba-tiba saja saat vina berniat ingin menyapa salah seorang ibu-ibu paruh baya yang terlihat sangat ramah, tampa bisa di cegah dan akibat kelelah dan kondisi yang tidak fit vina kembali pingsan lagi di pinggir jalan.


melihat kejadian itu ibu paruh baya yang ingin di sapa vina tadi langsung saja kaget dan berteriak minta tolong pada warga lainnya dan segera di bantu mengendongnya dengan membawa ke rumah ibu paruh baya tersebut.


pada saat vina berniat ingin duduk ibu paruh baya tadi langsung masuk kedalam dengan segelas air dan semangkok bubur.


" kamu sudah sadar nak, ini di makan dulu bubur nya biar ada tenaga. " ucap ibu itu .


" iya maksih bu, nama saya vina dan terima kasih banyak bu karena udah nolongin saya tadi. " jawab vina


" iya nak sama-sama.


nama ibu susi rinjani, kamu panggil aja ibu susi.


ini ngomong-ngomong kamu ini tujuannya mau kemana nak ?


" saya dari kota bu, saya berencana mau tinggal di sini, bu susi tau tidak rumah sewa yang murah daerah sini. " tanya vina


" oeh kamu dari kota, kamu tinggal di sini aja nak, kebetulan ibu tinggal sendiri di sini karena suami sama anak ibu sudah meninggal 2 tahun lalu. ibu juga kesepian tinggal disini sendiri.


kamu mau kan ? " tawar ibu susi


mendegar tawaran ibu susi tentu saja aku merasa sangat senang karena masih bertemu dengan orang baik yang mau tulus menolongku karena setidaknya dengan adanya ibu susi di samping ku bisa menguatkan aku untuk menjalani lembaran kehidupan baru kedepannya namun aku kira sebelum aku menyetujui ajakan ibu susi aku harus menceritakan masalah ku dulu agar suatu saat nanti tidak menjadi masalah baru.


" emm saya sebenarnya mau bu dan saya bahkan sangat berterima kasih sekali atas tawaran nya namun sebelum itu ada hal yang mau saya ceritakan dan ini juga menjadi salah satu alasan kenapa sekarang saya di sini bu. " ucap vina


" jadi bu bla...blaaa..blaaa.blaa dan mengalirlah cerita itu, vina menceritakan semua itu tanpa ada yang di tutupi dan ibu susi yang mendegarkan itu langsung saja menangis dan memeluk vina.


beliau merasa sangat kasihan terhadap nasib malang yang menimpa perempuan itu dan sebagai seseorang yang lebih tua darinya yang lebih dulu merasakan kehidupan dia paham betul bagaimana kerasnya hidup apalagi ketika kita tinggal di kota.


setelah menceritakan semua itu dengan ibu susi yang terus memberikan semangat hidup kepada vina dan juga mengatakan kalau ibu susi akan membantu vina membesarkan anak yang ada di kandungan itu akhirnya mereka pun menangis sambil berpelukan bersama.


~ kok likenya jadi menurun sih, 😢


pliss reward koin dong untuk author biar jadi semangat nulisnya. di tunggu ya 😊