Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Rencana Jahat



Saat ini vina sedang berada di kamar dan ia sedang merasa sangat bosan dan tidak tau ingin melalukan apa.


Apa mending aku masak aja kali ya buat aku sama kak aldo nanti siang " ucapku berbicara sendiri.


Kayaknya itu emang ide bagus.


Aku pun bergegas turun ke bawah untuk memasak namun saat aku membuka kulkas, aku malah melihat kulkas yang kosong tanpa adanya bahan makanan, apakah mama lupa belanja ya " pikirku karena didalam kulkas hanya ada air putih saja hingga membuat aku bingung apa yang harus aku masak.


Apa aku pergi berbelanja aja kali ya " pikirku


tapi kak aldo pasti ngak bakalan ngizinin dan


mending aku telfon aja deh minta izin dulu.


Beberapa kali aku mencoba menelfon kak Aldo namun tidak satu kali pun di angkat dan akhirnya aku pun memutuskan untuk langsung pergi setelah mengirim pesan.


" Kak aku izin mau ke pasar sebentar untuk belanja keperluan dapur.


Akhirnya setelah berganti pakaian dan mengunci pintu aku pun segera berjalan ke arah pagar dan kebetulan tadi aku juga sudah memesan taksi online.


" Jalan pak ke pasar yang dekat-dekat sini aja ya pak " ucap ku


" Iya neng " kata pak supir.


" Setelah sampai di pasar aku pun berbelanja beberapa kebutuhan dapur dan tanpa sengaja aku menabrak seseorang.


Brug...


" Eh maaf.. maaf saya tidak sengaja " ucap ku sambil mengutip belanjaaan yang terserakan di lantai.


" Vina ? " panggil orang yang aku tabrak tadi.


Aku pun langsung mengalihkan pandangan ke asala suara itu dab rupanya yang aku tabrak tadi adalah kak Kevin.


" Loh kak Kevin ngapain disini ? " tanya ku


" Ini lagi beli pesananan mama " Jawab Kevin


" Kamu sendiri belanjanya sama siapa?


sendiri? " tanyanya lagi


" Iya kak, tapi ini udah selesai kok, aku pamit pulang dulu ya dan maaf sekali lagi.


" Eh gx usah kak aku pulang sendiri aja. " jawab Vina dengan cepat karena tidak ingin merepotkan Kevin


" Udah gx papa ayo " ucapnya sambil menarik tangan dan mengambil belanjaan ku membuat mau tidak mau aku harus mengikutinya .


" Alamat rumah kamu dimana? " Tanyanya Kevin pas di perjalanan.


" Jalan xxx.


Tau kak ? " tanya ku


" Oh iya tau " Jawabnya


Selama perjalanan kami saling bercerita tentang perkulihan hingga dosen-dosen killer di kampus hingga tanpa terasa kami sudah sampai di depan rumah.


" Makasih kak, udah ngerepotin kak Kevin " pamitku keluar dari mobil dan di ikutin kak kevin yang ikut keluar juga .


" Ngak ngerepotin kok Vin, aku malah seneng bisa antar kamu " jawabnya sambil mengusap kepala ku.


Aku yang di perlakukan seperti itu hanya tersipu malu.


" Ya udah aku pamit dulu ya " pamitnya sambil masuk ke mobil dan pergi.


Aku pun masuk ke perkarangan rumah dan melihat mobil kak Aldo yang sudah terparkir di depan rumah dengan kak Aldo yang saat itu sedang duduk di teras rumah dengan ekspresi marah.


kak Aldo saat itu sedang menatap ku membuat ku ketakutan , apa aku melakukan kesalahan lagi hingga membuatnya marah.


" Habis dari mana aja kamu hah " bentaknya membuat aku terkejut sekaligus takut.


" Dari pasar kak " jawab ku


" Kamu ngak punya kuping ya, budeg ya, udah aku bilang jangan keluar rumah tanpa seizin aku dan apa tadi pakek pulang di anterin cowok lagi "


" Kamu jadi cewek jangan kegatela, baru sebentar keluar udah dapat cowok aja, jangan jadi cewek murahan " ucapanya dengan muka penuh emosi bahkan kini dia mencengkram daguku dengan kuat membuatku kesakitan


" Kak sakit lepasin " ucapku mencoba melepaskan nya bahkan airmata ku sudah meluncur dari pipi ku antara takut dan sakit.


" Karena kamu udah jadi pembangkang, kamu harus dapat hukuman " ucapnya sambil menyerigai membuatku tambah takut.


" Ayo masuk " katanya sambil menyeretku masuk ke dalam.