Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Cupang



Mendengar persetujuan Vina, Kevin pun segera bangun dari duduknya di ikuti Vina dan berjalan beriringan menuju kantin.


Saat mereka memasuki area kantin Vina dapat melihat area itu sudah di penuhi oleh banyak mahasiswa dan mahasiswi lain membuat kantin itu terlihat sesak.


" Wah penuh banget ni Vin " ucap Vina pada Kevin.


" Iya ni " jawab Kevin sambil menyapu pandangan ke seluruh area kantin dan mencari meja kosong.


" Eh itu ada yang kosong sebelah sana. " tunjuk Kevin ke arah meja sebelah kanan dekat dinding


Mereka pun berjalan ke arah sana dengan Vina yang langsung duduk dan disusul Kevin, dan Kevin yang berniat ingin memesan menanyakan pesanannya pada Vina.


" Mau pesan minum apa mbak " ucap Kevin berlagak seperti pelayan.


" Saya mau pesan jus mangga yang manis dan harus semanis saya satu mas " jawab Vina mengikuti lelucon Kevin membuat Kevin tertawa tertawa dengan tingkah Vina yang memuji diri sendiri.


" Makan nya ngak mau sekalian di pesan mbak ? " tanya Kevin lagi.


" Ngak deh mas, saya belum lapar ni dan oh iya jangan pakek lama mas ya, kalau lama tidak saya bayar " ucap Vina sambil tertawa


" Siap mbak, di tunggu sebentar ya mbak " jawab Kevin sambil berjalan ke arah kantin dan meniggalkan Vina sendiri di meja.


Vina yang di tinggal sendiri pun mulai menyapu kan pandangan ke seluruh arah kantin.


Deg..deg..


Tiba-tiba saja saat ia menyapu pandangan le seluruh kantin, mata nya tanpa sengaja melihat ke arah belakang meja yang iya duduki dan melihat kak Aldo yang saat ini melihat ke arahnya dengan tatapan marah.


" Wadus mampus, kak Aldo kan ngak suka aku dekat-dekat Kevin " ucap ku pada diri sendiri.


Tak lama setelah itu Kevin kembali dengan membawa dua jus mangga dan sepiring siomay.


Aku pun langsung meminum jus mangganya seperti orang yang tidak minum seharian.


" Haus banget ya mbak " ucap Kevin sambil tertawa.


Kevin pun memakai siomay dengan tiba-tiba ia yang menyuapi ku.


" Buka mulutnya, cobain ni rasanya enak banget " tawar Kevin.


" Ngak usah Vin, aku masih kenyang " jawab ku.


" Cobain aja dikit, udah cepet buka mulutnya dong tangan aku udah pegel ni " ucap Kevin dengan ekspresi sedih di buat-buat.


Karena merasa tidak enak hati dan tidak ingin berlama- lama dengan adegan itu pun, akhirnya Vina menerima suapan itu dan mengunyah nya dengan cepat.


" Enak kan ?


" Iya enak kok " ucap Vina sambil tersenyum


" Oh iya Vina aku mau nanyak dong ?


itu leher kamu kenapa merah-merah?


kamu habis di cium siapa?


kamu punya pacar ya? " tanya Kevin panjang lebar


" Maksud kamu apaan sih, aku ngak ngerti . apa hubungannya aku punya pacar dengan leher aku yang merah-merah " jawab Vina.


Lagian ini juga semalam aku di gigit serangga pas tidur, tadi pagi pas aku bangun udah merah-merah gini.


" Boleh aku pegang ngak " Tanya Kevin ingin memastikan sekaligus modus dikit.


Meskipun Vina merasa heran namun dia menyetujui juga.


" Sebelum nya sorry ya Vin, kamu di rumah sama siapa aja dan yang setau aku itu bukan bekas gigitan serangga tapi bekas gigitan atau ciuman orang yang biasanya hal seperti itu di lakukan oleh para pasangan dan itu namanya cupang atau kiss mark " ucap Kevin panjang lebar menjelaskan.