
setelah meminum obat dari ibu nya vina melanjutkan istirahatnya setelah mamanya keluar dari kamar itu.
siangnya vina terbangun dengan keadaan yang lebih enak dan kepalanya juga sudah tidak pusing lagi, setelah bangun dari ranjang vina pun berlalu ke kamar mandi untuk mencuci muka dan turun ke dapur untuk membantu mamanya memasak.
sedangkan sang mama yang sedang memotong sayuran melihat vina turun ke dapur langsung saja menghampiri dan menanyakan keadaannya.
" loh, kok kamu udah turun aja sih, kamu tunggu di kamar aja biar nanti mama antar makan siang. " ucap sang mama
" ngak usah ma, vina juga udah mendingan ni, lagian kan bosan juga di kamar terus ma dan vina kesini mau bantu mama masak. " jawab vina sambil memeluk mamanya dengan muka ngembek seperti anak kecil.
" yaudah kamu bantu potong sayur aja sambil duduk, kalau udah ntar mama yang masak . " ucap mama sambil menyerahkan sayur-sayuran.
" oke siap.
vina pun dengan pelan dan telaten memotong sayur-sayur itu sedangkan sang mama mulai menyiapkan bumbu2nya, itulah enaknya bila punya anak perempuan akan ada yang membantu sang mama di dapur sehingga membuat seorang mama tidak kesepian di rumah, karena kalau anak laki-laki sih tau nya makan saja.
apa lagi anaknya aldo, jangankan di ajak membantu mamanya di dapur, di ajak membantu sang mama ke pasar saja sangat susah menurutnya.
kedua ibu dan anak itu terlihat sangat antusias dan semangat dalam memasak hingga tidak menyadari kehadiran aldo yang baru saja pulang kampus.
sedangkan aldo yang saat ini berdiri di pintu memperhatikan keakrapan mama dan adik angkatnya.
" udah siap masaknya ma, aku udah laper ni " ucap aldo mengalihkan perhatian kedua perempuan itu
" belum, bentar lagi ni kamu tunggu dulu ngak lama lagi kok. " jawab sang mama
" udah mendingan? " tanya aldo ke vina
" udah. " jawab vina singkat
setelah memasak makan siang mereka pun langsung makan bertiga di meja makan tanpa sang papa, karena sang papa hanya akan bergabung di meja makan rumah di saat pagi dan malam saja.
keesokan paginya vina yang saat ini sudah siap dengan setelan kampusnya berniat ingin segera berangkat ke kampus setelah menyelesaikan sarapannya.
namun hari ini lagi-lagi dia merasa seperti tidak enak badan, badannya seperti lemas dan vina terus merasa mual.
saat di bawah dia hanya melihat sang papa dan mama di meja makan.
setelah menyapa mereka berdua vina pun bergabung di meja makan dan mulai mengambil sarapan nasi goreng. namun nasi goreng yang di masak tercampur dengan telur itu entah kenapa walaupun sudah di masak namun tercium sangat amis di hidung vina hingga membuat vina kembali mual-mual dan ingin muntah padahal vina baru memasukan satu suapan ke mulutnya.
sang mama yang melihat vina kembali muntah-muntah dengan rasa khawatir segera menyusulnya ke kamar mandi, namun saat sampai di kamar mandi sang mama malah melihat vina yang tergeletak di kamar mandi.
dengan perasaan panik sang mama langsung saja berteriak minta tolong pada papa yang tidak lama di susul dengan datangnya papa.
setelah melihat kondisi itu dengan segera papanya vina mengangkat vina menuju ke kamarnya, namun saat dia mengangkat tubuh vina tanpa sengaja tangannya malah berpegang di samping dada vina dan bersentuhan dengan daging lembut itu walaupun hanya di samping namun sang papa dapat merasakan bagaimana empuknya dada anak perempuannya itu.
dan dalam keadaan darurat dan panik seperti itu sang papa tanpa sepengetahuan istrinya masih mengambil kesempatan untuk meremas dada vina yang terasa sangat besar di tangannya dan itu lebih besar dari punya istrinya dan setelah melakukan hal itu tiba-tiba saja dia bernafsu pada anak angkatnya itu.
namun suara istrinya yang menyuruh ia menelfon dokter kembali menyadarkannya bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk berfikir yang aneh-aneh.
dan dengan segera ia pun menghubungi dokter pribadinya dengan menyuruh segera datang ke rumahnya.
10 menit di tunggu akhirnya dokter itu datang dan langsung saja memeriksa vina.
sang mama dengan perasaan cemas dan was-was menunggu hasilnya, ia mulai berfikir yang tidak-tidak dan semoga aja itu semua tidak benar.
namun tiba-tiba pernyataan dari dokter langsung saja membuat dia seperti jatuh ke dasar jurang.
" selamat ya bu sebentar lagi ibu akan jadi oma, anak ibu sedang hamil dua minggu, kondisinya saat ini sangat lemas jadi dia harus rutin minum vitamin agar bayinya bisa sehat selalu.
sang dokter yang awalnya mengucapkan selamat dengan buka bahagia namun setelah melihat ekspresi kedua muka pasangan suami istri itu yang terlihat sangat terkejut dan tidak senang langsung saja bungkam dan berpamitan. dia merasa sepertinya ada masalah yang terjadi dan dia tidak ingin ikut terlibat dalam masalah keluarga itu.
setelah dokter itu pergi sang papa dengan muka marah berpamitan pada istrinya untuk segera pergi ke kantor karena ada rapat penting dan akan membicarakannya nanti siang.
sedangkan sang mama hanya diam saja dengan muka yang masih terkejut dan perasaan yang tidak bisa ia jelaskan, sang mama pun keluar dari kamar itu.
siapa lelaki bejat yang sudah melakukan hal ini pada anak perempuannya, kenapa lelaki itu begitu tega, vina itu gadis yang baik dan polos namun kenapa masih saja ada orang jahat yang berani menyakitinya.
~ sorry lama ngak up , author lagi males banget ngetik ni jadi sory ya kalau ntr agak lama-lama dikit aku up nya.