
aldo yang beberapa menit lalu di berikan obat penenang melalui jarum suntik kini sudah dalam keadaan tenang dan terbaring di ranjang dan bahkan sekarang lelaki itu sudah tertidur akibat pengaruh dari obat yang di berikan dokter.
sedangkan sang mama terduduk lemas di sofa yang di sediakan di ruangan itu di temani oleh sang suami. setelah memeriksa keadaan aldo sang dokter pun menghampiri mama dan papa aldo.
" gimana keadaan anak saya dok. " tanya papa aldo
" pasien saat ini sudah mulai membaik, hanya saja berita buruk tadi sedikit membuat pasien shok namun dengan dukungan dan nasihat dari kalian akan sangat membantu menstabilkan emosi dan kejiwaaan pasien jadi saya harap keluarga pasien dapat mengabulkan apapun keinginan pasien atau memberikan berita-berita baik pada pasien agar emosi pasien pun tetap stabil.
" iya dok saya mengerti . " jawab papa aldo
" kalau masalah kebutaan pasien, saya akan mencoba membantu sebisa mungkin, dan saya akan menghubungi teman-teman saya yang berada di rumah sakit lain nanti kalau ada info akan saya kasih tau pihak keluarga.
namun saya harap pihak keluarga tidak hanya bergantung pada pihak rumah sakit, alangkah lebih baiknya juga ikut membantu mencari donor nya karena siapa tau pihak keluarga bisa lebih cepat menemukannnya.
" baik dok, saya juga akan mencari donor mata secepatnya untuk anak saya, terima kasih banyak dok ya atas bantuannya. " ucap papa aldo
" iya sama-sama pak, ini memang sudah tugas kami.
yaudah saya pamit dulu pak, bu. " pamit sang dokter
" iya dok, " jawab papa dan mama aldo
setelah mendengar penjelasan sang dokter sang papa langsung saja menghubungi anak buahnya.
" hallo. " ucap papa aldo
" iya, hallo bos. " jawab bawahannya
" saya kasih kamu waktu seminggu untuk bisa mencari pendonor mata buat anak saya, kalau tidak ketemu dalam waktu seminggu kamu akan tau sendiri resikonya. " ucap sang atasan yang di dalamnya tersirat ancaman.
" baik bos, saya mengerti. " jawab bawahan.
setelah mengakhiri panggilan itu papa aldo pun pamit pada istri ingin membeli makanan untuk mereka semua dan sekalian pulang untuk mandi dan berganti pakaian.
hingga saat ini tinggallah sang mama berdua dengan aldo yang tidakk sadarkan diri, sang mama pun teringat dengan kevin hingga memutuskan menelfonnya sekaligus menanyakan kabar tentang pencarian vina.
tutt..tuttt.
" hallo tan" sapa kevin
" iya hallo kevin, kamu dimana sekarang ?
" tanya mama aldo
" kevin di apartemen tan, rencananya besok kevin ke rumah sakit jenguk aldo.
aldo udah gimana sekarang tan, udah lebih baik kan? " tanya kevin
" tadi udah sadar cuma setelah dia tau dia buta dia shok banget sampe mengamuk bahkan hampir menyayat nadi dia sendiri, tante sedih banget ngeliat keadaan aldo sekarang " curhat mama aldo
" oh iya kamu udah nemu info tentang vina, siapa tau aja dengan kehadiran vina di samping aldo akan membuat kesehatan aldo lebih cepat membaik jadi tante harap kamu bisa nemuin vina secepatnya ya.
" jawab kevin dan sebenarnya kevin sangat merasa bersalah karena sudah tidak jujur pada mamanya aldo tentang vina namun dia juga tidak ingin vina marah hingga kabur dari apartemennya.
" yaudah tante tutup dulu telfonnya, kamu kabarin tante segera ya kalau udah dapat info tentang vina. " ucap mama aldo
" iya tan. " jawab kevin
ke esokan paginya di rumah sakit
saat ini aldo telah sadar beberapa menit yang lalu namun tidak ada satu suara pun yang keluar dari mulutnya, sedari tadi hanya kelopak matanya saja yang hanya bergerak pertanda bahwa lelaki itu dalam keadaan sadar.
kalau kemarin lelaki itu mengamuk hari ini lelaki itu seperti mayat hidup karena tidak ada satu pun suara yang keluar hingga membuat sang mama tidak tahan dan mengajak aldo berbicara.
" sayang makan dulu ya, mama suapin " ucap sang mama mencoba berbicara dengan aldo
" vina ma, vina.
aldo mau vina, aldo cuma mau vina ngak mau yang lain. lebih baik aldo mati aja dari pada hidup tanpa vina, apa lagi sekarang aldo buta ma, aldo udah ngak bisa ngeliat dunia, mama, vina dan calon anak aldo jadi untuk apa lagi aldo hidup. " ucap aldo dan mulai meraba-meraba tanganya ke meja di samping ranjang mencari pisau. setiap kali memikirkan vina emosi aldo selalu saja tidak stabil.
sang mama yang melihat itu dengan cepat langsung saja memindahkan itu dan memindahkan semua barang yang dapat membahayakan keadaan aldo.
" kamu sabar sayang ya. mama janji akan bawa vina kesini ketemu kamu dan mama juga janji akan segera cari pendonor mata yang cocok buat kamu agar kamu bisa ngeliat vina dan calon anak kamu nanti. mama juga ngerestuin hubungan kamu sama vina sayang jadi kalau vina udah ketemu nanti mama akan bantu ngomong ke vina agar mau nikah sama kamu" ucap sang mama sambil menangis dan memeluk aldo dengan erat.
sang mama juga mengatakan merestui hubungan mereka karena feelling nya yang mengatakan bahwa putranya sebenarnya mencintai vina hanya saja dia terlalu gengsi untuk mengungkapnya secara terang-terangan pada vina namun melihat bagaimana paniknya aldo saat sang mama mengatakan vina di usir dulu di situ ia melihat kalau ada perasaan yang tersembunyi dari mata putranya.
sekarang terbukti dengan beberapa ucapan yang berhubungan dengan vina membuat aldo terlihat bersemangat dan senang hingga emosi lelaki itu pun berlahan mulai stabil.
" mama betul ya harus restui aldo sama vina, mama udah janji jadi mama ngak boleh berubah fikiran. " ucap aldo
" iya sayang mama janji" jawab sang mama kembali meyakinkan aldo
beberapa jam kemudian
aldo yang saat itu sedang tertidur seorang diri di ruangan itu sedangkan sang mama sedang berada di kantin rumah sakit hingga tidak mengetahui bahwa vina saat itu datang ke rumah sakit bersama kevin.
saat sampai di depan pintu ruangan, vina kembali terdiam dan ragu untuk masuk kedalam. beberapa menit ia terdiam vina pun menarik nafasnya dengan berlahan dan mengetuk pintu itu dan kevin yang sedari tadi berada di belakang vina hanya diam dan memperhatikan saja .
tok...tok..
vina mengetuk pintu itu namun tidak adanya sahutan hingga membuat vina membuka berlahan pintu bercat putih itu.
saat pintu itu terbuka bau obat-obatan yang pertama kali menyapa indra penciuman vina, ia pun mengedarkan pandanganya ke sekeliling ruangan dan melihat ruangan itu yang terlihat sepi hingga matanya tertuju ke arah ranjang pasien di mana di situ terdapat seseorang yang sudah terlalu banyak menyakiti hatinya dan membuat dia menderita namun lelaki itu juga adalah orang yang sangat ia rindukan selama beberapa bulan ini.
lelaki itu sedang tertidur dengan keadaan yang terlihat lemah dengan beberapa perban yang melilit di tubuhnya, keadaan lelaki itu benar-benar terlihat menyedihkan hingga tanpa bisa di cegah lagi air mata vina turun dengan sendirinya.
~ guys mampir juga dong ke lapak sebelah, novelku yang judulnya suami idaman, jangan lupa like and comentnya ya kalau udah mampir, aku tunggu.
tapi yang di sini juga jangan lupa di like, makasih 😁