Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Rencana Licik



Mobil yang di tumpangi Aldo telah sampai di sebuah bar yang biasa Aldo datangi bersama teman-teman nya.


Aldo langsung saja masuk kedalam dan duduk di meja batender dan meminta segelas alkohol pada nya.


Aldo butuh minuman itu untuk menenangkan hati dan perasaan nya.


Saat ini Aldo sendiri tidak bisa menjabarkan apa yang dia rasakan, rasa nya dia ingin menghajar siapa saja untuk melampiaskan amarahnya.


Sambil duduk dan menghabiskan 4 gelas minuman, Aldo mulai memikirkan rencana licik untuk mendapatkan Vina dan mengagalkan rencana perjodohan yang papa nya rencana kan.


Tiba-tiba saja sebuah ide licik terlitas di pikiran nya membuat Aldo tersenyum sumbringan dan Aldo harus menjalankan segera rencana itu kalau perlu malam ini karena Aldo sudah tidak punya banyak waktu.


Saat ini Aldo yang sudah menghabiskan 8 gelas minuman namun tidak membuat lelaki itu mabuk sepenuh nya, walaupun sudah setengah mabuk tetapi lelaki itu masih sanggup berjalan namun sekarang dia berencana menjalankan rencana licik itu.


Aldo pun mulai berbicara dengan batender itu dengan menyuruh lelaki itu untuk menelfon Vina dan mengatakan bahwa Aldo mabuk berat dan hampir tidak sadarkan diri maka dengan begitu Vina pasti akan datang ke sini menjemput nya.


Sedangkan di seberang sana seorang perempuan yang sedang asik membongkar isi koper di kamarnya di kejutkan dengan suara hp nya yang berdering.


Vina melihat no kakak nya yang menghubungi nya, mengigat kondisi kak Aldo yang pergi dalam keadaan emosi sewaktu meninggalkan restoran membuat Vina khawatir dengan keadaan Aldo .


Vina dengan segera mengangkat panggilan itu namun suara pertama yang dia denger tidak seperti suara kakak nya di tambah lagi dengan suara musik yang sangat keras di seberang sana membuat teliga Vina menjadi sakit.


" Halo " sapa seseorang di seberang sana.


Apa benar ini dengan adiknya Aldo?


" Oya, saya adiknya Aldo, kakak saya dimana?


kenapa hp nya sama kamu ? " tanya Vina khawatir.


" Aldo saat ini mabuk berat dan hampir tidak sadarkan diri di sebuah bar di alamat Xxxxxx,


" oke-oke, saya langsung ke sana sekarang dan saya minta tolong jaga kakak saya sebentar lagi ya " jawab Vina.


" Iya " jawab si penelfon.


Dan panggilan itu pun terputus dengan Vina yang segera menganti baju nya, setelah itu Vina langsung saja turun ke bawah.


Vina yang berencana berpamitan dulu dengan mama takut papa nya akan tau hingga akhirnya berujung dengan papa yang akan memerahi dirinya dan kak Aldo .


Dengan modal nekat Vina pun segera keluar dari rumah setelah memesan taksi online.


dan kebetulan taksi yang dia pesan sudah sampai di depan pagar rumah nya.


" Ke jalan Xxxxx pak " tutur Vina.


" Siap neng " jawab bapak itu.


15 menit kemudian sampai lah Vina di tempat yang di tuju, Vina langsung saja berjalan ke arah pintu masuk namun saat dia ingin masuk seorang satpam mencegat perempuan itu karena pakaian yang dia kenakan terlalu sopan hingga tidak cocok untuk masuk ke dalam bar.


" Maaf mbak, anak baik-baik tidak boleh masuk ke dalam tempat seperti ini, mending mbak pulang aja tidur di rumah . " ucap satpam itu pada Bina dengan nada mengejek.


" Pak saya mohon sebentar saja, saya cuma mau jemput kakak saya yang mabuk di dalam, saya janji tidak akan lama kok cuma 5 menit " jawab Vina.


Namun sang satpam tetap tidak mengizinkan Vina masuk hingga Vina pun menghubungi kembali no kakak nya dengan menyuruh batender itu keluar karena dia tidak di izinkan masuk.


Setelah menunggu beberapa saat seorang lelaki yang tidak ia kenal keluar dari tempat yang berisik itu dengan memapah kakak nya yang terlihat sangat mabuk dan berjalan seperti orang linglung.


Vina langsung saja menghampiri mereka dan mengatakan kalau dia adalah adik nya dan meminta batender itu untuk memapah kak Aldo ke taksi yang masih menunggu mereka di parkiran.