
Setelah mengakhiri pembicaraan di telepon dengan mama nya, Vina pun bangun dari posisi nya kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan berniat untuk istirahat sebentar. Vina merasa lelah sehabis menangis hampir selama satu jam lebih.
Sedangkan di luar pintu kamar gadis itu, seorang lelaki yang bisa di pastikan itu Aldo sedang berdiri dengan perasaan bersalah, setelah tadi dia menenangkan diri, lelaki itu kembali ke kamar Vina berniat untuk meminta maaf.
Namun saat Aldo berniat ingin mengetuk pintu kamar gadis itu, kamar yang saat ini di tempati Vina yang memang tidak memasang kedap suara, dari luar pintu Aldo bisa mendegar suara Vina yang sepertinya sedang menelfon mama nya dalam keadaaan yang masih menangis dan bahkan lelaki itu bisa mendengar setiap perbincangan gadis itu yang memilih untuk tidak mengatakan pada mama nya tentang sikap kasarnya itu.
Melihat gadis itu yang seperti nya belum tenang membuat Aldo mengurungkan niatnya untuk meminta maaf dan lelaki itu berencana meminta maaf saat makan malam nanti.
Aldo pun memutuskan untuk ke dapur dan ingin memasak nasi goreng untuk makan malam mereka nanti sebagai permintaan maaf pada gadis itu.
Saat dia turun kebawah, Aldo melihat om Andre yang baru saja pulang dan berjalan menghampirnya.
" Om mau ngomong sama kamu sebentar, om bentar lagi harus balik ke Singapur karena ada urusan penting.
" Yaudah balik aja, bagus malah kalau cepat-cepat mau balik, ngak ada yang suruh juga untuk tinggal di sini " jawab Aldo sinis.
" Vina mana?
udah pulang dari kampus?
" Ngak ada, Vkna udah pergi sama temen nya tadi, kalau mau balik ya balik aja nanti biar saya yang bilang sama Vina kalau om nya itu udah balik " jawab Aldo yang berbohong untuk mencegah Andre menemui perempuan itu.
" Oeh yaudah, om mau beresin barang dulu " ucap Andre.
" Udah pergi aja sana, ngak perlu ngelapor segala " jawab aldo judes.
" Dasar keponakan ngak tau diri, ngak ada sopan-sopannya sama orang lebih tua " jawab Andre sambil berjalan memasuki kamarnya.
" Bodo " ucap Aldo tidak perduli.
Dengan perasaan yang sangat senang dan bahagia karena penganggu di rumah nya yang sebentar lagi bakalan pergi membuat kegembiraan di hati dan bahkan kegembiraan itu terpancar di muka Aldo membuat lelaki itu jadi tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila.
Dengan muka tersenyum lelaki itu berjalan ke dapur dengan segera membuka kulkas dan mulai mengeluarkan bahan-bahan makanan untuk membuat nasi goreng dan telur mata sapi, maklum karena dia lelaki dan tidak pernah memasak dan hanya bisa membuat nasi goreng jadi hanya itu ide yang terlintas di pikirannya saat ini.
Sebenarnya Aldo bisa saja mengorder makanan dari luar, namun dia rela bersusah payah memasak untuk dirinya dan Vina sebagai bentuk permintaan maafnya karena Sudah berlaku kasar hingga membuat penyesalan yang besar pada diri Aldo.
Dengan semangat 45 Aldo mulai mengolah bahan-bahan masakan hingga 15 menit kemudian nasi goreng hasil jeri payah Aldo pun jadi dan siap di sajikan, namun di balik kesuksesan membuat nasi goreng itu jangan lupakan kondisi dapur rumah Aldo yang saat ini yang super berantakan dan kotor karena ulah lelaki itu.