Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Berdua Dirumah



# Seperti biasa guys aku selalu ingatin jangan lupa ayamnya.


Like and coment kalian aku perlu banget.


Setelah pulang dari kampus tadi aku langsung masuk ke kamar dan aku tertidur hingga malam membuat aku bahkan melewatkan makan siang.


Tok..tok..


" Vina bangun sayang udah malam kamu makan dulu, tadi siang kamu juga ngak makan " suara mama dari luar pintu mengagetkan ku


Aku yang mendengar suara mama lantas segera menyaut karena tidak ingin membuat mama menunggu lebih lama.


" Iya ma bentar lagi aku turun, mama duluan aja " jawab Vina


Aku pun segera ke kamar mandi utuk mencuci muka dan turun ke bawah dan dari arah tangga aku bisa melihat mama papa dan kak aldo sudah menunggu ku di meja makan.


" Maaf semua membuat kalian menunggu lama " ucapku merasa tidak enak hati.


" Iya ngak apa-apa sayang " jawab mama


Aku pun segera dudak di kursi di samping kak aldo karena memang hanya itu bangku yang kosong , karena meja makan di rumah ini emang terdiri dari 4 bangku .


Kami semua makan dalam hening hingga setelah makan papa pun mulai berbicara kalau mama dan papa akan ke Jepang.


" Besok papa sama sama mau ke Jepang selama sebulan, karena papa mau buka cabang baru di sana.


Untuk urusan cabang perusahaan di sini tolong Aldo kamu yang urus dan untuk uang jajan Vina papa titip sama Aldo, jadi kalau kamu butuh apa- apa kamu minta ke kakak kamu.


Dan yang paling penting papa harap selama papa dan mama pergi kalian jangan keluyuran, Tidak usah pergi kalau itu memang tidak terlalu perlu .


Papa ngak mau kalian membuat masalah dan membuat mama kamu khawatir nanti dan Aldo kamu harus jagain adik kamu selama papa sama mama tidak ada, jangan berbuat yang aneh-aneh dan jangan sampai adek kamu keluyuran malam-malam.


" emm " Aldo hanya menyawab dengan cuek ucapan papanya.


Sejujurnya didalam hatinya Aldo merasa sangat senang karena mempunyai kesempatan dan waktu yang banyak berdua dengan adik tercintanya.


Bahkan saat ini di otaknya sedang menyusun rencana licik dan rencana jahat yang akan di lakukan pada Vina nanti dan bahkan saat ini Aldo sedang tersenyum licik tanpa sepengetahuan yang lainnya.


" Iya pa " jawab ku dan kak Aldo bersamaan.


Aku pun langsung bangun kemudian naik ke lantai dua dimana letak kamar ku berada di ikuti dengan kak aldo yang berjalan dibelakangku.


Aku yang berjalan di depan merasa aura yang aneh, Aura yang tajam dan mengintimindasi.


Aku merasa saat ini kak Aldo sedang menatap punggung ku dengan tatapan tajam dan seperti ingin menelanjangiku dengan tatapannya membuat aku tidak nyaman dan mempercepat langkahku hingga masuk ke kamar dan tidak lupa mengunci pintu kamar.


Karena walau bagaimana pun aku masih merasa aneh dengab mimpi malam kemarin, aku merasa itu sangat nyata, jadi aku harus antisipasi dan berharap itu bener hanya mimpi.


# Ke Esokan Paginya


Aku terbangun dari tidur nyenyak ku dan melihat jam menunjukan jam 9 siang.


Langsung saja aku buru-buru bangun karena ini sudah siang dan aku semalam berniat ingin mengantar papa sama mama kebandara tapi sepertinya mereka sudah pergi deh jam segini.


Segera menyelesaikan ritual mandi dan turun ke bawah untuk mengecek nya dan benar saja rumah terlihat sepi.


Karena mama pun tidak memperkerjakan pembantu dirumah ini, hanya tukang kebun saja yang datang seminggu sekali untuk membersihkan halaman sedangkan untuk urusan dapur mama mengerjakan semua sendiri.


Namun untuk memastikankannya aku harus tanya kak Aldo aja deh " ucapku dalam hati.


aku pun segera naik dan menuju kamar kak Aldo.


Tok..tok..


Kak..Kakak..Kakak ada di kamar kan.


" boleh aku masuk " ucapku dari luar pintu.


" Masuk " jawabnnya


Aku yang di izinkan masuk pun segera membuka pintu dengan pelan-pelan dan saat pintu itu terbuka terlihatlah kak Aldo saat itu yang hanya mengunakan handuk pendek yang melilit di pinggangnya.


Aku yang melihat itu sangat malu karena ini pertama kalinya aku melihat lelaki tidak memakai baju namun aku mencoba menutupi wajah ku tersebut agar tidak terlihat apalagi sekarang kak Aldo sedang berdiri membelakangiku.