
Aku yang tiba-tiba di sodorkan bra oleh kak Aldo tentu saja merasa kaget dan malu.
aku yang awalnya berfikir kak Aldo hanya akan menemaniku dan paling ketika didalan toko dia akan duduk bersantai sambil menungguku memilih namun tidak menyangka dia bahkan memilih beberapa model bra dan tanpa malu diberikan padaku yang merupakan adiknya.
" Buat siapa kak ? " tanya ku
" Buat kamu lah, masa iya buat pegawai di sini " Jawabnya
Aku yang mendengarnya benar-benar malu, bagaimana tidak malu ketika ada seorang pria tampan memilih pakaian dalam wanita di tempat umum dan nada berbicara kak Aldo tadi juga cukup tinggi hingga membuat kami jadi pusat perhatian.
Namun yang membuat aku heran, aku melihat ke arah kak Aldo yang sepertinya sama sekali tidak merasa terganggu dengan tatapan wanita di toko ini.
" Ngak usah kak, aku bisa pilih sendiri jadi kakak duduk aja di sana dan lagian itu juga ukurannya besar banget " tunjukku ke arah Bra yang di sodorkannya tadi.
Bukannya mendegarkan ucapan ku, kak Aldo malah mengambil beberapa set pakaian dalam yang sudah aku pilih tadi dan menyatukan dengan bra yang dia pilih tadi dan membawanya ke kasir.
" Berapa semua mbak ? " tanya kak Aldo
" Wah mas romantis banget ya, sampe Daleman pacarnya pun di pilihin sendiri dan total semuanya bla..blaa.blaa " ucap penjaga kasir itu.
Aldo yang mendegarkan itu malah tersenyum karena pegawai toko itu menganggap dirinya dan Vina adalah sepasang kekasih dan Aldo yang sudah selesai membayar pun segera keluar dari toko itu di ikuti Vina yang berjalan di belakang Aldo seperti anak ayam mengikuti induknya.
Saat ini Aldo dengan Vina sedang dalam perjalanan pulang, dan seperti biasanya selama dalam perjalanan tidak ada satupun pembicaaran di antara mereka hingga membuat Vina tampa sadar termenung.
Vina yang saat ini asik melamun tidak sadar bahwa Aldo sudah memberhentikan mobilnya di salah satu restoran.
" Mau makan disini atau makan di rumah. " tawar Aldo .
Aku yang di tanya kak Aldo pun kaget dan baru sadar kalau kami di depan restoran.
" Ah kakak tanya apa tadi." tanya Vina gelalapan seperti orang bingung
" Mau makan di sini atau bawa pulang kerumah ?
Kamu mikirin apaan sih dari tadi ngelamun aja atau jangan-jangan kamu lagi mikirin si Kevin ya " tanya nya dengan inotasi setengah membentak .
Kita makan di rumah aja kak ya, aku juga capek banget supaya selesai makan bisa langsung istirahat.
" yaudah tunggu disini sebentar " Ucap kak Aldo dan langsung masuk kedalam restoran.
Aku yang saat itu sedang merasa sangat lelah, sambil menunggu kak Aldo sadar aku malah tertidur di mobil.
# Skip rumah
Berlahan aku mulai membuka mata sambil terus menguap menoleh ke samping kiri dan kanan hingga membuatku sadar bahwa saat ini aku sudah berada di kamar, mata ku langsung saja mengarah ke arah jam yang menunjukan pukul 08 malam.
Melihat jam yang menunjukan pukul 08 membuat ku kaget hingga segera bangun.
Bukannya terakhir kali aku ada di mobil lagi nungguin kak Aldo beli makan.
Aduh aku bodoh banget sih, udah dua kali ngerepotin kak Aldo dengan ngegendong aku ke kamar, kalau dia marah lagi nanti gimana " ucapku sambil menepuk kening ku.
Nanti pasti dia mengomel deh ni.
Aku pun segera masuk ke kamar mandi mencuci muka dan turun ke bawah dan pada saat aku turun ke bawah aku melihat kak Aldo yang saat itu sedang sibuk dengan laptopnya di ruang tamu bahkan sepertinya dia tidak menyadari kehadiran ku hingga aku pun menghampirinya.
" Lagi ngapain kak ? " tanya ku basa basi
" kamu buta ngak bisa ngeliat ini aku lagi ngapain " jawabnya sewot kek emak-emak ngak dapat jatah
makanan udah aku tarok meja dan kayaknya udah dingin karena nungguin putri tidur yang kayak kebo bangun jadi panasin dulu sebelum makan.
Heran aku, baru kali ini ngeliat orang tidur yang kayak orang mati . " ucapnya sadis tanpa perasaan
Aku yang mendegarkan ucapannya hanya diam saja, Aku mulai berfikir bahwa mulai sekarang aku harus terbiasa dengan mulut pedas dan ceplas-ceplosny itu, Aku pun segera pergi ke dapur untuk memanaskan beberapa makanan yang di beli tadi.
Setelah selesai makan, Aku langsung kembali ke kamar karena aku juga tidak tahan lama-lama dekat dengan kak aldo yang bermulut sadis itu.