
Setelah aldo keluar dari kamar itu, sang pemilik kamar kini tengah menangis tersedu-sedu di samping ranjang tempat tidurnya, tidak hanya merasa kaget, namun dia juga merasa sangat sedih dan kecewa dengan sikap kakak nya itu.
Dahulu sebelum dia di adopsi oleh keluarga ini, meskipun dia hanya tinggal di panti asuhan dan hidup sederhana berkecukupan tetapi dia merasa sangat bahagia karena dia mendapatakan kasih sayang yang cukup dari ibu panti, memiliki sahabat yang sangat dia sayangi dan juga adik-adik panti yang begitu menyayangi nya.
Namun sekarang setelah dia di adopsi oleh keluarga ini entah kenapa dia tidak merasakan kebahagian seperti yang dia bayangkan, memang dia bisa makan enak dan berkecukupan, naik mobil mewah namun dia tidak merasa bahagia.
Apa lagi sekarang dia hanya tinggal berdua dengan kakak nya yang tidak begitu menyukainya, sering berkata sadis dan bahkan tadi bersikap kasar padanya dengan alasan yang tidak masuk akal yaitu melarangnya dekat dengan Kevin, padahal lelaki itu tidak punya hak untuk mengatur dia ingin berteman dengan siapa, apa lagi Kevin itu orangnya baik.
Sebenaranya tidak berdua sih, tapi ber 3 dengan om Andre, namun itu sama saja, dia tidak merasa ada nya perubahan sifat kak Aldo dengan ada atau tidaknya om Andre di rumah ini.
Saat ini Vina merasa sangat merindukan mama angkatnya karena Vina merasa hanya mama nya yang begitu tulus menyanyangi Vina seperti anak kandung nya sendiri.
Dengan keadaan yang masih menangis sesugukan dia pun mengambil hp nya dan menelfon mama.
tut..tut.. panggilan terhubung.
" hallo sayang ".
Kamu apa kabar ? " sapa mama nya.
" Baik ma, mama gimana? " jawab Vina.
Mendegar suara Vina yang terdengar seperti orang yang menangis lantas saja membuat mama nya khawatir dan panik di seberang sana.
ada masalah apa, kamu berantem sama kakak kamu? " tanya mama dengan beberapa pertanyaan sekaligus.
" Ngak kok ma, aku sama kakak baik-baik aja dan aku juga ngak ada masalah. Aku nangis karena kangen banget sama mama.
mama kapan pulang? " jawab Vina berbohong masih sambil menangis membuat mama nya yang mendegar di sebelah sana ikut menjadi sedih.
Sedangkan di sebelah sana meskipun mama Vina tidak mempercayai omongan Vina namun mamanya tetap berusaha bersikap santai, karena mamanya tidak ingin memaksa anak gadisnya itu untuk bercerita dan dia akan menunggu anak gadis itu untuk terbuka dan mau bercerita sendiri padanya.
" Mama baru bisa pulang minggu depan sayang, papa masih ada urusan di sini jadi belum bisa pulang, kamu baik-baik di rumah sama kakak kamu ya, Meskipun terkadang kakak kamu suka berbicara tanpa di saring dulu tapi sebenarnya dia orangnya baik kok nak " jawab mama Vina sambil menasehati Vina.
" Iya ma, mama kalau udah selesai lansung pulang ya " ucap Vina.
" Iya sayang " jawab mama.
" Yaudah kalau gitu mama istirahat aja. Vina juga mau istirahat dan mama jangan lupa makan dan jangan kesehatan ya, Vina sayang mama sama papa.
" Papa dengan mama juga sayang sama kamu " jawab sang mama
Tut..tut.. panggilan itu pun berakhir.
Dan berakhir juga adegan menangis Vina, karena Vina sendiri juga sudah merasa lelah bahkan tengorokan ia sudah sangat kering di tambah lagi dengan mata yang sembab.