
Setelah Acara selesai dengan pulangnya keluarga om Alvin, kami semua juga kembali ke kamar masing-masing, bagi Vina hari ini adalah hari yang begitu panjang dan melelahkan.
Saat ini Vina yang berada di dalam kamar hanya bisa terbaring lemah dengan pandangan kosong di atas ranjang, apa yang terjadi hari ini merupakan salah satu peristiwa yang begitu mengejutkannya, kenapa harus Clara wanita yang akan jadi calon istri kakak nya, dengan dunia yang seluas ini dan bisa di katakan wanita lebih banyak dari lelaki tetapi kenapa harus Clara.
Saat ini Vina menangis terisak di dalam kamar nya menumpahkan semua kekecewaan, sakit hati, penyesalan kenapa dia harus menerima ajakan adopsi dari keluarga itu.
Semua perasaan itu bercampur menjadi satu di dalam lubuk hatinya yang dia tumpahkan melewati air mata, dengan air mata itu lah dia merasa sedikit lebih baik setelah menangis, Vina merasa bebannya sedikit terangkat dan malam itu Vina tertidur dengan bekas air mata yang berada di ujung pelopak mata nya.
Pagi harinya Vina terbangun dengan mata yang agak bengkak akibat menangis semalam dan dalam hati Vina berkata harus segera mengopres mata nya sebelum menjadi pertanyaan bagi mama nya.
Karena hari ini Vina ada jadwal mata kuliah maka Vina yang saat ini masih terbaring di ranjang langsung saja bangun dan berjalan ke kamar mandi setelah mengambil handuk.
15 menit Vina di dalam kamar mandi, gadis itu keluar dengan muka yang lebih baik dan segar dan dengan segera Vina berganti pakaian dengan setelan baju kampus nya.
Vina pun berjalan ke bawah menuju meja makan dan melihat mama nya yang baru saja memasak nasi goreng.
Vina langsung saja duduk dan mulai memakan sarapannya setelah say hello dan bermanja-manja dengan mama, Vina sarapan tanpa menunggu papa dan kak Aldo, ya alasan sebenarnya karena dirinya tidak kuat untuk bertemu dengan lelaki bejat yang sudah menghancurkan hidupnya dengan tanpa penyesalan sedikit pun.
Seetelah selesai sarapan, Vina lansung saja pamit pada mama nya dan mengatakan akan pergi ke kampus memakai taksi saja,
Mama Vina yang menawarkan untuk di antar oleh Aldo atau papa saja tetapi dengan cepat wanita itu menolak dengan mengatakan tidak ingin menganggu atau merepotkan mereka.
Namun saat Vina berjalan menuju gerbang rumahnya dan yang pertama dia liat adalah sebuah mobil yang dia kenali, bukan mobil taksi online yang dia pesan tetapi melainkan mobil Kevin.
Vina pun segera berjalan menghampiri lelaki itu dan bertanya apa yang ia lakukan di situ.
"Tok..tok.. " Vina mengetuk kaca mobil lelaki itu
" Ngapain di sini ? " tanya Vina.
" Mau jemput kamu ke kampus " jawab Kevin
udah ayo buruan masuk.
" Tapi aku udah pesan taksi tadi, kamu duluan aja " ucap Vina.
Dengan terpaksa Vina pun segera membatalkan taksi yang dia pesan dan masuk ke mobil Kevin.
Mobil itu segera berjalan membuat Kevin yang memang niatnya ingin ke rumah Vina dengan tujuan ingin berbicara dengan gadis itu.
" .aaf ya Vin, aku ngak ngasih kamu tau tentang perjodohan adik aku dengan kakak kamu " ucap Kevin.
Aku juga baru tau akhir-akhir ini.
" Ngak pa-pa kok, ngak perlu minta maaf bukan salah kamu, lagian kita berdua juga sama-sama baru tau dan sama-sama kaget juga dan ngak nyangka ya keluarga kita jadi besanan " jawab Vina sambil tertawa namun dalam hatinya malah merasakan sebaliknya.
Kedua nya larut dalam pembicaraan hingga sampai di kampus dan mereka berpisah di parkiran karena mereka tidak masuk di ruangan yang sama.
3 jam Vina berada di ruangan membuat dia pegal dan bosan karena terlalu lama duduk.
Vina yang hari ini cuma satu mata kuliah berencana untuk tidak pulang ke rumah dulu dengan niat bersantai di kantin dan berlanjut ke perpustakaan.
Namun saat dia berjalan ke arah kantin sebuah panggilan masuk ke dalam hpnya.
0853xxxxxxx calling.....
Vina yang melihat panggilan dari no tidak di kenal pun mulai berpikir siapa yang menelfonnya namun langsung mengangkat.
" halo " ucap Vina.
" Halo Vin ini aku Clara.
Kamu udah selesai kuliah kan, aku di parkiran kampus kamu ni, kita jalan-jalan yuk.
" Iya, kamu tunggu di situ ya aku langsung otw " ucap Vina.
" Ok " jawab Clara.
Vina pun langsung berbelok arah menunju parkiran, untuk sementara dia akan melupakan urusan hubungan ikatan antara dirinya, Clara dan kak Aldo, dia ingin menghabiskan waktu quality time bersama sahabatnya seperti dulu untuk melepaskan semua kerinduannya pada sahabat yang sangat dia sayangi.