Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Hasil Yang Memuaskan



Vina yang saat ini sedang menurunin tangga melihat Aldo yang sedang sarapan di meja makan dan ia pun menyusul dan duduk di depan kakaknya itu, mengambil roti dan ikut sarapan.


Sepasang kakak beradik itu sarapan dalam hening hingga membuat Vina merasa tidak nyaman dengan suasana itu.


Akhirnya Vina pun memulai pembicaraan untuk memecahkan kecanggungan di antara mereka sekaligus juga ingin bertanya tentang apa yang terjadi kemarin.


" Kak Aldo . " panggil Vina


Aldo yang sedang sarapan dan bermain hp sedari tadi mengangkat kepalanya dan menatap adiknya.


" Apa ? " jawabnya dengan muka datar


" Aku mau nanyak kemarin apa yang terjadi sama aku, seingat aku terakhir kali aku makan sama kakak di meja makan.


Tapi kok pas bangun aku udah ada di kamar?


Aldo yang di tanya oleh adiknya pun menjadi gelalapan dan bingung mau jawab apa hingga membuat Aldo terdiam beberapa saat sambil memikirkan jawaban yang akan dia berikan ke Vina.


" Kak? " panggil Vina lagi hingga menyadarkan Aldo dari dunianya.


" Ahh iya kemarin kamu tiba-tiba aja tertidur di meja makan setelah makan.


Kayaknya kamu kebanyakan makan dan terlalu capek kali habis belanja di pasar sama gebetan kamu " sindir Aldo


Aku yang mendengar ucapan kak Aldo hanya diam saja tanpa berani bertanya lagi karena aku tidak ingin membuat kak Aldo marah lagi seperti kemarin.


Aku merasa kak Aldo saat ini sedang melihat ke arah ku dan saat aku menatapnya, aku melihat tatapan mata kak Aldo yang mengarah ke arah leher dan dada ku membuat aku tidak nyaman.


" kenapa to lehernya? " tanya nya


"Ngak tau kak, tadi pagi pas aku bangun udah kayak gini " jawab Vina.


Kayaknya aku di gigit serangga deh semalam.


Aldo yang mendengarkan jawaban adiknya hanya tersenyum smirk tanpa sepengetahuan Vina karena tidak menyangka adiknya begitu logu dan polos.


Tidak lama setelah aku menunggu Vina di mobil akhirnya perempuan itu keluar dari rumah dan masuk ke mobilku.


" Selama perjalan Aldo tidak mengeluarkan suara sedikit pun hingga tiba-tiba Vina memecahkan keheningan dengan mengajak ku berbicara.


" Kak aku boleh minta uang ngak ? " ucap Vina


" Buat apaan " tanya Aldo


" Emm, ucapnya seperti orang yang sedang gugup " Vina terlihat gugup dan malu ingin berbicara pada kakaknya.


" Apaan jangan emm emm aja kayak orang gagap " ucap Aldo ngegas


" Aku mau beli daleman kak nanti selesai ngampus, nanti aku pergi sendiri aja kak pakek taksi cuma aku ngak punya duit " ucapnya dengan muka merah karena malu.


" Emang ngak punya daleman? " tanya Aldo jahil dengan muka mesum bermaksud ingin mengoda Vina walaupun sebenarnya ia tau kemana arah pembicaraa Vina hingga membuat muka dia makin merah.


Dan niat Vina yang ingin membeli daleman baru membuat aku tambah yakin kayaknya uji coba yang aku lakukan semalam berhasil, buktinya dia mau beli daleman baru.


Walaupun saat ini aku tidak terlalu bisa melihat dengan jelas karena Vina memakai baju yang kebesaran hingga mebuat dadanya tidak terlalu menonjol,


namun gue yakin di balik baju besarnya kesayangan Aku sudah tumbuh subur. " ucap Aldo dalam hati sambil tersenyum senang.


" Punya kak, cuma daleman aku udah ngak muat.


Kayaknya aku tambah gendut dan berisi deh kak sampe daleman aku jadi kekecilan.


" Yaudah nanti pulang kampus tungguin di parkiran, pergi bareng aja nanti dan ngak ada bantahan " ucap Aldo dengan nada yang ngak mau di bantah,


" karena kamu udah ngebuat suasana hati aku jadi bagus hari ni, nanti kamu bakalan aku kasih hadiah daleman yang bagus yang bakalan langsung aku pilihin " ucap Aldo dalam hati dan tersenyum-senyum kecil agar Vina tidak melihatnya.


# Minta jempolnya ya guys😊