Vina and Aldo

Vina and Aldo
Part Delapan



" Ayo duduk disini Max " ucap Lisa menyuruh Max duduk di sebelah kanannya dengan Vano yang berada di depannya.


Tidak ingin membuat Vano begitu berlama-lama dirumah Lisa, Max memilih untuk menuruti semua ucapan Lisa agar acara makan-makan siangnya segera berakhir dan penganggu itu bisa segera di usir.


Dua porsi Soto Tangkar sudah tersaji di meja makan, ya karena Vano hanya membawa untuk dirinya dan Lisa namun siapa sangka pawangnya Lisa akan datang dan menganggu acara makan siang mereka.


" Kita makan berdua aja Max ya, karena cuma ada 2 porsi " ucap Lisa.


" Iya sayang, kalau sama kamu mah aku malah lebih suka makan satu piring berdua sayang, rasanya itu lebih nikmat apalagi kalau makan dari sendok bekas kamu, jadi kita kan bisa sering berciuman walau tidak secara langsung " jawab Max sambil cengar-cengir dan tersenyum mesum tanpa memperdulikan adanya Vano di antara mereka.


" Sedangkan Vano yang mendegar perkataan Max hampir saja menyemburkan kuah Sotonya ke muka Lelaki itu sangking kesalnya dengan mulut lelaki itu yang berbicara sembarangan tanpa memperdulikan perasaan dia yang jomblo, membuat iri saja pasangan didepan itu " Ucap Vano dalam hati.


" Max jangan ngomong kayak gitu, ada kak Vano disini, kamu ini enggak sopan banget sih, bicara asal jeplak aja " ucap Lisa kesal pada Max.


Namun lelaki yang berstatus sebagai pacarnya itu malah terlihat santai dan biasa saja tidak memperdulikan apapun.


" Sayang suapin? " ucap Max manja.


Lisa yang sudah hafal tabiat Max yang selalu seperti ingin memamerkan kemesraannya di depan Vano, namun ketika tidak dituruti makan ketika nanti mereka cuma hanya tinggal berdua maka lelaki itu pasti akan marah, jadi tanpa mengatakan apapun Lisa langsung menyuapi Max.


" ehhh " kaget Lisa ketika ia merasakan sebuah tangan menyapu sudut bibirnya dan tangan itu bukanlah tangan pacarnya Max melainkan tangan kak Vano.


" Sial ngapain lo pegang-pegang cewek gue hah " ucap Max emosi dan langsung menghadiahkan Vano bogeman mentah membuat sudut bibir Vano mengeluarkan darah.


Tidak merasa puas memukul Vano sekali, Max kembali ingin menghajar Vano bahkan Max sudah berancang-ancang ingin menginjak perut Vano namun suara Lisa membuat kaki Vano yang sudah terangkap terhenti seketika.


" Max hentikan, kalau kamu masih tidak bisa mengontrol emosi kamu mendingan kamu keluar sekarang dari sini " ucap Lisa yang juga mulai kepancing emosi melihat Max memukul kak Vano bahkan hampir berniat menginjak perut kak Vano.


Sebenarnya Lisa paling tidak suka melihat sosok Max yang seperti itu, sosok Max yang emosian, yang suka memukul orang sembarangan, kekanak-kanakan dan keras kepala namun Ia bisa apa.


Walaupun Lisa sudah berulang kali menyuruh Max untuk berubah dan bahkan mengancam lelaki itu dengan kata putus namun semua itu hanya berakhir sia-sia.


" Kamu lebih belain lelaki ini dari pada aku ? " bentak Max pada lisa membuat Lisa terkejut.


" Aku enggak suka liat kamu yang kayak gini Max, kamu terlihat seperti iblis berwujud manusia dan berapa kali aku bilang sama kamu untuk belajar mengontrol emosi kamu " jawab Lisa juga ikut terteriak.