
Kak Aldo lantas menoleh ke belakang setelah menemukan baju yang cocok dan langsung memakainya.
Melihat aku yang terus menunduk tanpa sepatah katapun, kak Aldo segera menghampiri aku, menarik dagu ke atas hingga mata kami bertatapan satu sama lain.
Aku yang mencoba untuk menutupi wajah malu karena melihat keadaan kak Aldo tadi sudah berusaha sebaik mungkin namun terlihat juga olehnya hingga membuatku tambah malu.
" Ada apa? " tanya nya dengan wajah datar tanpa melepaskan tangannya dari dagu.
" A..aaku mau nanyak Mama sama Papa udah berangkat ya ? " tanya aku pada kak Aldo.
Namun bukannya menjawab kak Aldo malah diam dan menatapku lama dengan tatapan yang begitu intens membuat aku tambah gugup dan deg deg an.
Setelah beberapa menit kak Aldo belum juga melepaskan padangannya yang aku yakini kini sekarang matanya sedang menatap ke arah bibir ku.
Aku yang di tatap begitu intes oleh seorang lelaki apa lagi dengan posisi kami yang sangat dekat tentu saja tidak bisa menahan rasa malu dan gugup hingga membuat aku jadi salah tingkah.
Kak Aldo yang melihat ku diam dengan tingkah malu-malu malah membuat dia seperti ingin menyerangku, hal itu terlihat jelas dari ekspresi muka nya yang terus berubah.
Kami terus saja saling bertatapan hingga berlahan kak Aldo mulai mendekat diri ke arah aku.
Aku yang melihat hal itu secara reflek langsung saja berpaling hingga membuat kak Aldo terdiam dan menjauh diri kembali.
Aku yang saat itu mulai menyadari situasi yang mulai berubah canggung dan tidak nyaman memutuskan untuk segera keluar dari kamar kak Aldo, namun sepertinya kak Aldo belum berniat ingin melepaskan aku hingga pada saat aku ingin keluar dia malah memegang tangan aku dengan begitu erat.
" Ahh kak lepasin " ucapku sambil meronta mencoba mendorongnya.
Aku mulai memberontak sambil terus mencoba melepaskan diri dengan nafas yang memburu antara gugup dan takut melihat kak Aldo yang saat ini menatap aku dengan tatapan anehnya.
Mama udah coba bangunin Kamu tapi yang di bangunin tidurnya kayak orang mati " ucapnya dengan judes.
" Yaudah keluar sana karena aku tidak yakin tidak akan menyerangmu kalau 5 menit lagi kamu masih berada di kamar ini " ucapnya sambil melepaskan tangan aku dari gemgamannya.
Aku yang mendegar itu langsung saja segera kabur dari kamar kak Aldo dan berlari ke kamarku dan segera mengunci pintu.
Sedangkan di kamar sebelah Aldo seperti seseorang yang sedang menahan kesakitan.
" Sial harus mandi air dingin deh sekarang " ucap Aldo berbicara sendiri.
Setelah bersiap-siap dengan setelan kampus yang membuat ketampananku bertambah, Aku pun turun ke bawah dan saat melewati meja makan aku melihat Vina yang sedang berada di balik kulkas sedang mengambil minuman.
Aku pun menghampirinya untuk berpamitan dan memperingatinya agar tidak keluyuran.
" Aku ke kampus dulu, jangan pergi kemanapun tanpa izin dari Aku.
" Awas aja kalau Aku tau kamu berani pergi tanpa sepengetahuan aku, kamu bakalan tau akibatnya " ucap ku pada Vina.
Aku pun mendaratkan kecupan kilat di keningnya dan segera pergi meninggalkan gadis yang masih diam mamatung di samping kulkas, kaget dengan kecupan tiba-tiba tadi.
Bye.
Jangan lupa kunci pintu dan jangan biarin siapapun masuk saat aku ngak ada di rumah apalagi kalau aku tau kamu bawa masuk cowok kerumah " ucap ku memperingatinya.