Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Hadiah Spesial



Saat ini sepasang kakak beradik itu sudah sampai di parkiran kampus dan Vina yang ingin keluar dari mobil terhenti saat tangan Aldo memegang tangannya.


" Kenapa kak?


Ingat tungguin di parkiran nanti, kalau jam kuliah kamu udah selesai langsung telfon dan jangan jadi cewek kegatelan dengan cari-cari perhatian ke cowok-cowok di kampus, awas aja kalau Aku liat kamu dekat sama cowok lain apa lagi sama si Kevin *** itu.


" Ksnapa sih kak " tanya ku


Kenapa kakak selalu marah kalau aku dekat sama kak Kevin, dia cuma teman aku kak dan lagian aku pingin berteman sama siapa saja itu urusan aku .


Aku pingin punya banyak teman kak, baik itu teman cewek maupun cowok " mendengar ucapan ku yang terkesan membantah dia membuat ekspresi kak Aldo langsung saja berubah menjadi marah hingga dia mencengkram daguku dengan kuat membuat aku kesakitan bahkan sampai mengeluarkan air mata.


" Dengar ya, sekarang kamu itu adik aku dan tanggung jawab Aku sebagai kakak mu untuk menjaga kamu dan aku juga ngak mau kamu bikin keluarga kita malu dengan kelakuan kamu yang kayak jalang itu, Baru kuliah beberapa hari aja udah langsung bisa dekat sama laki " ucap kak Aldo dengan senyum sinis dan kejam.


Aku yang mendengar ucapan kejam kak Aldo langsung saja melepaskan tangan kak Aldo dan keluar dari mobil sambil menangis.


Aku benar-benar sakit hati dengan ucapan kak Aldo, kenapa kak Aldo begitu jahat padaku, lagian apa salahnya aku berteman dengan lelaki toh kak Kevin juga orangnya baik dam tidak pernah macam-macam.


Aku tau sampai sekarang kak Aldo belum bisa menerima aku sebagai adiknya tapi tidak perlu berkata sadis seperti itu.


Aku juga manusia yang punya perasaan dan hati.


Aku yang berlari sambil menangis malah menabrak seseorang karena tidak fokus memperhatikan jalan hingga terduduk di lantai.


Brug..


Aku yang merasa menabrak orang pun langsung bangun dan meminta maaf dan rupanya yang aku tabrak adalah Kevin lagi dan ini sudah ke tiga kalinya aku menabraknya dan kenapa orang yang aku tabrak adalah selalu dia.


" Eh maaf kak aku ngak sengaja " ucap ku


" loh kamu kenapa Vin, kamu habis nangis ya? " bukannya menjawab permintaan maaf ku tetapu kak Kevin malah bertanya kenapa aku menangis


" Eh ngak kok kak, ni cuma kelilipan tadi masuk debu ke mata jadi perih sampe keluar air mata " ucap ku berbohong


" Kamu kalau ada masalah bisa cerita ke aku jangan di pendam sendiri " jawabnya yang sepertinya tau kalau aku berbohong.


" Aku gx kenapa-kenapa kok, ayo masuk bentar lagi dosen bakalan datang " jawabku mengalihkan pembicaraan.


" Vina kamu pulang sama siapa?


Aku anter ya? " tawar Kevin


" Ngak usah Kak, aku pulang bareng kak Aldo " Jawab ku


" Aldo to siapa kamu sih?


kenap juga dia kemarin nyeret kamu waktu kita makan di kantin? " tanya Kevin yang terlihat penasaran.


" Kak Aldo itu kakak angkat aku kak, jadi aku di adopsi oleh orang tua kak Aldo.


Kevin yang mendengarkan itu pun terdiam beberapa saat, mungkin ia merasa Tidak enak karena sudah menanyak tentang itu dan membuat Vina sedih.


" Yaudah aku anter sampe parkiran aja " ucap Kevin


Kami pun berjalan beriringan sampai di parkiran sambil bercerita hingga tertawa dan saat sudah sampai di parkiran aku melihat kak Aldo saat itu sudah berdiri di samping mobil nya dengan menatap tajam ke arah kami.


Aku yang melihat tatapan kak Aldo yang tidak bersahabat membuat aku segera menghampirinya.


" Aku duluan ya Kak " pamitku ke Kevin sambil langsung masuk ke mobil di ikuti dengan kak Aldo.


Selama perjalanan tidak ada pembicaraan di antara kami dan suasana di mobil benar-benar mencekam hingga tanpa terasa kami sudah sampai di pusat perbelanjaan.


# Mall


Kami yang sudah sampai langsung saja masuk dan mencari toko pakaian dalem.


" Kakak tunggu di luar aja " ucapku mencegah kak Aldo masuk, karena mau gimana pun dia cowok dan memalukan banget kalau dia masuk kedalam toko yang menjual pakaian dalam perempuan.


" Ngak, Aku mau masuk juga supaya biar aku bisa bantu kamu pilih daleman buat " ucap Kak Aldo dengan nada yang ngak mau di bantah.


Aku yang mendegar itu hanya bisa menurut saja biar cepet selesai dan bisa segera pulang dan meskipun aku merasa sangat malu tetap harus menurut karena kak Aldo juga ngak akan mau mengalah.


Kami pun masuk dan mulai memilih beberapa pakaian dalam namun tiba-tiba saja kak Aldo menyodorkan beberapa pasang bra dengan ukuran besar ke arah ku.