
~ Baru beberapa jam Vina tertidur, namun saat ini Vina terbangun dengan nafas tersengal-sengal dan keringat yang mengalir di dahi nya, Vina terbangun dengan rasa ketakutan yang besar seperti merasa dia baru saja bermimpi buruk hingga membuat dia sangat takut.
Namun saat Vina sadar dengan melihat keadaan diri nya yang saat ini hanya mengunakan sehelai selimut dengan keadaan naked di dalam nya membuat dia kembali di hempaskan ke dunia nyata bahwa yang terjadi semalam itu adalah nyata bukan mimpi.
Mengingat itu semua Vina kembali menangis dalam diam dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya.
Tidak ingin berlama-lama lagi di tempat terkutuk itu setelah melihat jam yang hampir jam 5 pagi, Vina dengan segera bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sambil memungut semua pakaiannya yang berserakan di lantai.
Dengan kondisi yang tertatih sambil menahan sakit dan nyeri di bagian kewanitaannya Vina berjalan dengan air mata di pipi ke arah kamar mandi.
Setelah membersihkan diri, Vina segera memakai kembali baju nya dan bersiap untuk pulang ke rumah sambil menunggu taksi online yang sudah iya pesan tadi.
Keadaan yang masih terlalu pagi membuat suasana hotel masih begitu sepi hingga membuat Vina tidak begitu malu karena harus berpapasan dengan banyak orang apa lagi dengan kondisi berjalan nya seperti ini bisa di pastikan orang akan tau apa yang terjadi, dalam hati Vina terus berdoa supaya rasa sakit ini segera hilang agar mama dan papa tidak tau.
Saat Vina sampai di depan pintu kebetulan dengan sampainya taksi online yang dia pesan, dengan segera vina masuk kedalam dan menyuruh supir itu untuk mengantarnya ke rumah .
Ketika sampai di depan rumah Vina, wanita itu dapat melihat beberapa lampu ruangan sudah menyala menanda kan bahwa mama nya pasti sudah bangun.
Dengan keadaan takut Vina secara diam-diam mulai masuk kedalam dengan menggunakan kunci cadangan yang iya punya.
Vina berdiam diri di kamar dengan keadaan melamun namun fikiran nya terus berkelana kemana-kemana memikirkan bagaimana nasib nya, dia tidak yakin apakah masih ada lelaki yang masih mau menerima dia setelah nanti dia tau bahwa perempuan itu sudah tidak tersegel lagi.
Entah sudah berapa lama Vina melamun bahkan perempuan itu sendiri tidak menyadarinya hingga suara ketukan pintu dari mama nya menyadarkannya dari lamunan.
" Sayang kamu udah bangun ? tanya mama
" Udah ma " jawab Vina
" Yaudah kamu mandi terus siap-siap turun ke bawah kita sarapan sama-sama ya, mama sarapan duluan aja, aku ngak laper ma " ucap sang mama.
" Yaudah nanti kalau kamu udah laper langsung turun ke bawah ya.
" Iya ma " jawab Vina.
Setelah mendegar suara langkah kaki mama nya mulai menghilang Vina memutuskan untuk tidur, karena Vina saat ini tidak berselera untuk memakan apapun di tambah lagi dia takut mama nya akan tau dengan gaya jalan nya yang aneh.
Vina memutuskan untuk tidak menemuin dan memperlihatkan diri nya di depan mama dan papa nya untuk beberapa jam kemudian hingga rasa takut dan nyeri di bagian kewanitaanya menghilang dan dia bisa berjalan dengan biasa tanpa menimbulkan kecurigaan di hadapan orang tua nya.