Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Hamil part 2



Siang harinya papa aldo pun pulang ke rumah, sang papa yang biasanya tidak pernah pulang pas makan siang namun kali ini dia harus pulang karena harus segera menyelesaikan masalah yang di hadapi keluarganya.


Saat ia pulang kerumah dan masuk kedalam ia melihat keadaan rumah yang terlihat sepi hingga dia memutuskan untuk segera masuk ke kamarnya dan mengecek apakah istrinya ada di kamar.


Saat ini masuk kedalam dia melihat istrinya yang sedang duduk di meja rias dengan keadaan melamun bahkan suara pintu terbuka juga tidak menyadarkannya dari lamunan itu hingga ia pun memutuskan menghampiri sang istri .


" Ma. " panggil papa aldo


" eh, iya pa.


papa kapan pulangnya ? " tanya sang istri


" baru aja pulang kok.


vina udah bangun ? tanyanya lagi


" mama ngak tau pa karena dari tadi mama di kamar.


" coba kamu cek, kalau udah bangun kamu suruh dia ke ruang keluarga.


papa tunggu kalian di sana ya.


" iya pa.


Sang mama pun langsung berjalan ke luar kamar dan menuju ke kamar vina namun saat ia masuk ia melihat vina yang masih belum tersadar.


Namun beberapa menit menunggu sang mama melihat kelopak mata vina mulai bergerak yang menandakan vina akan segera bangun.


Saat vina mulai benar-benar sadar sang mama pun langsung saja menanyakan keadaannya.


" aku kenapa ma. " tanya vina dengan suara parau


" tadi kamu pingsan, ni kamu minum dulu.


" jawab mama


" masih mah dikit, " jawab vina sambil bangun dari posisi tidurnya


" kalau kamu udah bisa bangun, kita turun ke bawah dulu ya sayang, papa mau bicara sama kamu. " ucap sang mama


" iya ma " jawab vina berlahan-lahan bangun dan mengikuti sang mama.


Dalam hati vina mulai berfikir apa yang akan papanya bicarakan padanya dan sepertinya ini masalah yang serius dan penting karena kalau tidak penting papanya tidak akan mungkin langsung menyuruhnya turun di saat kondisinya masih dalam keadaan baru sadar dari pingsan .


vina berjalan bersama mamanya yang berada di sampingnya sambil memegangnya, katanya takut aku jatuh pingsan lagi.


namun saat aku hampir sampai di ruang tamu mama melepaskan aku dan berjalan duluan.


aku pun menyusul mama untuk duduk di dekat mama dan papa namun baru saja aku ingin mendudukan diri di sofa sebuah tamparan yang keras mengenai pipiku membuatku terkejut hingga terdiam sangking shok nya.


aku masih belum mencerna apa yang sedang terjadi disini hingga papa tiba-tiba papa menamparku.


" pa jangan emosi dulu, kita bicarain baik-baik pa, vina baru bangun dari pingsannya pa. " ucap sang mama mencoba untuk menenangkan sang suami.


" dasar perempuan murahan kamu ya, kamu obral di mana tubuh kamu hah, belum menikah tapi sudah hamil duluan. Dasar perempuan ngak tau malu kamu bikin nama keluarga saya tercoreng saja. " ucap papanya dengan kasar dan suara lantang membuat vina takut dengan papanya yang sedang marah saat ini .


Namun yang lebih membuatnya lebih terkejut saat ini adalah kenyataan yang baru saja ia dengar bahwa ia kini tengah hamil. hal yang selama ini dia khawatirkan akhirnya terjadinya juga dan kini ia mulai mengerti kenapa papanya marah dan menamparnya.


Orang tua mana yang tidak marah dan kecewa kalau anak perempuannya tidak bisa menjaga diri dan malah hamil di luar nikah. vina melihat ke arah malaikatnya yaitu sang mama yang juga kini tengah menatapnya dengan tatapan kecewa dan sedih, hal itu tentu saja membuat hati vina seperti teriris pisau dan melihat tatapan mamanya itu lebih menyakitkan dari pada apapun.


" sayang siapa yang udah ngelakuin ini ke kamu bilang sama mama ya, biar mama minta pertanggung jawabannya. " ucap sang mama dengan pelan. walaupun sang mama kecewa namun dia tidak sampai hati kalau harus membentaknya seperti suaminya namun dia juga tidak bisa mengatakan apapun pada suaminya yang sedang emosi seperti itu karena sudah pasti suaminya tidak akan mendegarkannya.


vina saat ini merasa sangat bingung apa yang harus ia ceritakan pada orang tuanya, apakah dia akan berbicara jujur tapi ia takut orang tua nya tidak percaya. namun sepertinya vina harus jujur walaupun nanti akhirnya orang tuanya tidak percaya vina sudah sia menerima resikonya dari pada ia harus di tuduh mengobral tubuhnya pada lelaki lain.


" ini..anaknya kak aldo pa,ma. " jawab vina dengan suara pelan dan terbata-terbata namun masih terdengar di teliga mama dan papa vina.


Setelah mengucapkan itu satu tamparan lagi kembali terdengar di ruangan itu, kali ini bukan dari sang papa melainkan dari sang mama.