Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Di Jodohkan



Setelah adegan berpelukan dengan mama dan bergantian aku yang menyalami papa karena aku tidak berani memeluk papa seperti aku memeluk mama.


Papa yang memang sangat jarang bersikap ramah dan jarang tersenyum membuat ku tidak berani bermanja-manja dengan nya jadi sebagai rasa sopan santun sebagai anak, aku memilih menyalimi papa saja, bagi aku begitu lebih baik dari pada aku mengabaikannya.


Sebenarnya dari tingkah laku papa aku bisa melihat kalau papa tidak menyukai aku dan mungkin dulu beliau mengadopsi aku dari panti asuhan karena usulan dan keinginan dari mama saja, tetapi sebagai seorang anak yang di adopsi oleh keluarga itu aku tidak merasa menyesal karena dengan demikian aku bisa bertemu dengan seorang perempuan yang penuh kasih sayang seperti mama.


Setelah dari bandara tadi, mama mengajak kami untuk makan malam di restoran yang lumayan jauh dari rumah, kata mama sih sekalian jalan-jalan.


Hingga tiba lah kami di salah satu restoran yang memiliki pengunjung yang lumayan ramai, hal itu terlihat jelas dari kaca yang tembus pandang yang bisa terlihat dari arah parkiran mobil kami berdiri sekarang.


Meskipun bukan restoran bintang lima namun terlihat dari desain interior nya dapat di pastikan bahwa ini juga merupakan salah satu restoran kelas atas dengan harga menu yang mahal.


" Ayo masuk sayang, kenapa malah bengong aja di situ " ucap mama menyadarkan ku.


" Iya ma " jawab ku sambil berjalan mengikuti mama dan papa dari belakang dan kak Aldo di samping ku.


Kami pun masuk ke dalam restoran itu dan papa memilih salah satu ruangan VIP room yang akan kami tepati, sebenarnya kak Aldo meminta untuk makan di outdoor saja namun papa mengatakan ada hal yang ingin di bicarakan maka nya memilih ruangan VIP room agar lebih enak berbicara.


Kami pun di antar oleh salah satu pelayan ke dalam ruangan VIP dengan memberikan menu makanan untuk segera kami pesan.


" Kamu pesan aja apapun yang kamu mau ya nak " ucap mama.


" siap ma " jawab ku.


Aku pun memesan satu makanan utama, makanan pembuka dan desert es krim dengan ukuran jumbo.


Mendegar pesanan ku yang memesan es krim yang ukuran jumbo langsung saja mulut lelaki yang duduk di depan ku saat ini mengeluarkan suara.


" Idah tua juga masih aja doyan makan es krim, kayak bocah aja " sindir nya padaku namun hal itu tidak membuat aku terusik.


" Loh, ngak apa-apa dong kak, mama aja yang udah tua begini masih suka juga makan es krim, emang ada larangan yang udah tua ngak boleh makan es krim " ucap mama nya bertanya pada Aldo sekaligus membela Vina.


" Nelain aja terus ma " jawab ldo sambil mendegus kesal.


Sedangkan sang mama yang melihat a


Aldo kesal hanya tertawa, mama nya itu sangat suka mengoda anak lelaki nya yang bermulut pedas dan tidak di kontrol.


Sedangkan sang papa hanya memperhatikan saja interaksi antara istri dan anak nya.


Gila, kalau di panti ini mah udah bisa makan semua anak-anak panti " ucap ku dalam hati.


Kami pun makan dalam diam hingga aku menghabiskan makanan ku dan kini aku beralih ke es krim jumbo dengan beberapa rasa yang di campur yang berada di hadapan ku.


Aku makan dengan lahap seperti anak kecil yang sudah lama tidak makan es krim tanpa pemperdulikan tatapan mama, papa dan kak Aldo yang saat ini sedang menatap ke arah ku.


" Biasa aja kali makan nya, jangan kayak ngak di kasih makan setahun aja dan ngak bakalan ada yang ngambil to es krim nya " ucap Aldo yang tanpa sadar menyapu bibir Vina dengan ujung jempol nya dan menjilat sisa es krim yang ada di jari jempol nya.


Aldo yang masih belum sadar dengan aksi nya itu membuat Vina merasa malu dan kaget, bagaimana tidak karena saat ini di ruangan itu tidak hanya mereka berdua tapi ada mama dan papa nya yang sedari tadi melihat adegan itu.


Mama yang melihat denga mata sendiri kejadian tersebut tentu saja sangat terkejut dengan aksi anak lelaki nya sedangkan sang papa malah menatap Vina datar dengan mata tajam.


" Kamu ngapain sih Do ngangguin adik kamu terus, itu ngapain juga pakek adegan-adegan sok ramantis seperti itu pula " ucap mama nya memecah kan keheningan di antara mereka.


Mendegar suara mama nya membuat Aldo tersadar dari perbuatan nya hingga dia mengalihkan pandangan ke arah papa nya yang melihat dia tajam.


" Eh, itu tadi bibir dia belepotan jadi aku bantu bersihin karena aku juga pingin cobain es krim nya kebetulan nempel di jempol jadi cobain " jawab Aldo berbohong, sang mama yang selalu berfikir positif percaya saja dengan alasan konyol Aldo namun berbeda dengan sang papa yang tentu saja papa nya tau kalau anak lelaki nya itu berbohong.


" Oh iya papa mau ngomong apaan tadi?


tentang siapa?


aku apa masalah perusahaan?


" tanya Aldo ke papa nya.


" Masalah dua-dua nya, papa berencana mengembangkan bisnis papa ke beberapa bidang lain nya dan untuk semua itu papa butuh modal yang besar, jadi papa berencana menjodohkan kamu dengan anak dari temen papa agar bisnis papa bisa segera berkembang maju.


Dan kalau nanti kamu sudah menikah kamu akan papa jadikan ceo di perusahaan yang berada di Singapura dan perusahaan juga akan jadi milik kamu.


Ini foto anak perempuan teman nya papa, dia tinggal di Singapur lusa dia dan keluarganya akan ke sini untuk makan malam keluarga dan papa tidak menerima penolakan apapun dari kamu " ucap papa Aldo tegas sambil menyerahkan selembar foto perempuan pada Aldo yang saat ini muka lelaki itu sudah merah padam menahan emosi yang hampir meledak.


Sedangkan sang mama hanya diam saja mendegar kan itu, suami nya itu jarang berbicara namun sekali berbicara bisa di jamin tidak ada yang berani membantah, sikap Aldo yang tegas dan keras kepala semua itu di turun kan dari papa yang miliki watak yang keras.


Sedangkan Vina hanya diam saja sambil memakan es krim nya tanpa berani mengomentari apapun, mama nya saja diam masak iya Vina berani berbicara dan selama ini hanya Aldo yang berada menyaut ucapan papa nya itu pun sekali-kali.


Aldo yang saat ini emosi yang sudah hampir meluap membuat dia ingin melampiaskan ke siapa saja, tanpa sepatah kata pun lelaki itu pergi dari restoran dan membawa mobil dalam keadaan yang melaju kencangke arah sebuah bar.