
" Apa, cupang ?
Kok kayak nama ikan ya ? " ucap Vina dengan muka bloon.
" Iya nama ciumannya itu cupang dan hal begitu biasanya juga di lakukan oleh pasangan kekasih, makanya tadi aku nanyak kamu punya pacar apa ngak.
" Aku ngak punya pacar Vin, jangan kan punya pacar pdkt sama cowok aja kagak ada " jawab Vina.
Sekarang di rumah, aku lagi sama kak Aldo dan om Andre tapi masak iya mereka yang cium aku, kapan di cium nya coba dan masak aku ngak sadar kan ngak mungkin " jawab Vina
" Kadang kamu tidur nya kayak orang mati jadi mana sadar jadi, tapi lagian Vin menurut aku sih sikap aaldo ke kamu itu aneh loh, dia kan kakak kamu tapi dari cara dia natap kamu itu ngak seperti tatapan kasih sayang seorang kakak ke adiknya ..
" Terus? " tanya Vina yang mulai penasaran
" Ya kayak tatapan seorang lelaki yang melihat cewek yang dia suka, bahkan waktu minggu lalu dia ngeliat kamu makan sama aku dia langsung emosi.
Aneh ngak sih menurut kamu? " tanya Kevin
Mendegar semua penjelasan Kevin membuat Vina jadi berfikir keras, sebenarnya dia sangat setuju dengan apa yang di katakan Kevin kalau Aldo selalu bersikap marah tidak jelas dengan melarangnya dekat dengan cowok bahkan dia melarang Vina berteman dengan Kevin tanpa alasan.
Apa kah itu om Andre, mengingat om nya itu sangat genit dan terlihat mesum, bahkan di hari pertama mereka bertemu om nya dengan lancang dan tanpa malu memeluk nya erat dan mencium pipinya.
Tapi kapan om Andre melakukan hal itu, kalau ketika dia tidur di malam hari, bukannya ia selalu mengunci pintu kamar nya dan kalau pun ada kunci cadangan aku yakin om andre pasti juga ngak bakalan tau dimana papa dan mama menyimpannya, mengigat om Andre yang sudah lama menetap di luar negeri.
Kemungkinan cuma satu orang yang tau di mana di letakkan kunci cadangan dan orang itu adalah kak Aldo, tapi bagaimana mungkin kak Aldo melakukan itu hal seperti itu padaku, aku ini adek nya meskipun bukan adik kandung.
Kak Aldo selama ini juga selalu memperlihat kan rasa tidak sukanya pada ku secara terang-terangan bahkan dia tidak pernah bersikap manis dan lembut padaku, jadi mana mungkin dia menyukai ku sebagai seorang wanita.
Vina yang saat ini sedang berkelana dengan pemikiran nya sendiri bahkan dia tidak menyadari dan mendegar kan Kevin yang sedari tadi memanggilnya hingga membuat Kevin kesal hingga mencubit pipi gadis itu.
" Awww...." teriak Vina
sakit tau ngak kenapa di cubit.
" Habis nya sedari tadi di panggil malah ngelamun " jawab Kevin dengan kesal.
Hay-hay semua pembaca setia, author mau mengucapkan terimakasih banyak buat yang udah setia selalu baca novel ini, walaupun author tau novel ini masih banyak sekali kekurangannya, jangan lupa like and comentnya ya guys.