Vina and Aldo

Vina and Aldo
Part Empat



" Enak aja, lisa pergi sama aku " ucap Vivi dengan cepat sambil menarik tangan Lisa kedekatnya.


kamu itu enggak ada teman lain apa, selalu aja nempelin Lisa mulu.


" Lah, suka-suka aku dong, Lisa kan pacar aku, calon Ibu dari anak-anak aku dan aku calon suami masa depannya dia " ucap Max tanpa memperdulikan Vivi yang sudah emosi.


" Yaudah dari pada kalian berantem terus dan jam istirahat berakhir sia-sia, mending sekarang kita bertiga kekantin karena aku udah laper banget " jawab Lisa sambil menarik tangan Max dan Vivi.


Mereka pun berjalan bersama ke kantin namun baru saja satu langkah memasuki kantin mereka langsung di hadapkan dengan suasana yang begitu ramai, birisik dan berdesak-desakan.


" Kamu duduk aja yang biar aku yang pesan " ucap Max pada sang pacar.


" Aku mau mie Ayam sama es Jeruk, pesanin 2 sekalian buat Vivi " jawab Lisa.


" Dia pesan sendiri dong yang, emang aku babu nya apa, kalau jadi babunya kamu sih aku siap lahir batin " ucap Max.


" Udah deh Max, pesanin aja terus sekarang, jangan sampai waktu istirahat selesai cuma ngedegerin ceramah Unfaedah kamu " jawab Lisa kesal.


" Siap ibu Negara " ucap Max Sambil cengar-cengir.


Kini Vivi dan Lisa sedang mencari meja kosong dan setelah menemukannya mereka langsung berjalan ke arah meja tersebut sambil menunggu makanan mereka datang.


Tidak lama setelah mereka menunggu, Max datang dengan nampan berisi makanan.


Vivi yang sudah merasa sangat laper, ketika nampan makanan diletakan di meja oleh Max tanpa menunggu lagi langsung saja Vivi mengambil mie Ayamnya.


" loh Max, kok cuma dua?


buat kamu mana ? " tanya Lisa saat melihat mie Ayam nya cuma 2, untuk dirinya dan Vivi.


" Ini kan punya kita berdua, biar romantis yang.


" Suapin yang ya " Ucap Max sambil memasang muka memelasnya.


Lisa yang sudah hafal tabiat Max hanya diam saja tanpa mau membantah, karena percuma saja dia membantah karena hanya akan membuang waktu lebih banyak lagi, sifat manja dan pemaksa Max sedari mereka kecil sama sampai sekarang tidak pernah berubah.


Tidak hanya para penghuni kantin, seseorang yang sudah duduk sedari tadi bersama mereka namun ia merasa seperti duduk sendiri.


Bagaimana tidak, kedua manusia itu asik bermesra-mesraan dan melupakan kehadiran dirinya seolah-olah dunia ini milik mereka berdua dan yang lain cuma mengontrak.


" Makin enak yang ya rasa mie nya kalau di suapin kamu " ucap Max.


" Mau minumnya yang " pinta Max seperti anak kecil membuat Vivi yang melihatnya geleng-geleng kepala.


" Lis kamu ini pacarnya atau emak nya sih?


heran aku liat kalian berdua " ucap Vivi.


" Sirik aja yang jomblo " jawab Max.


" Udah ganti nama jadi Lisa ?


aku nanyaknya ke Lisa bukan ke kamu " ucap Vivi kesal.


tringg...


" Udah bel ayo masuk, pusing aku dengar kalian debat mulu " ucap Lisa.


Saat ini semua murid sedang berhamburan keluar dari kelas karena baru saja bel pulang berbunyi membuat semua murid begitu semangat karena sebentar lagi akan bertemu dengan kasur.


sedangkan Lisa dan Max yang saat ini sedang berada di mobil dengan Max yang berniat ingin mengantarkan pacar kesayanganya pulang.


" Mau langsung pulang atau main dulu yang? " tanya Max


" Langsung pulang aja Max " jawab Lisa


" Siap ibu Negara.