Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Reuni Keluarga



Vina yang sedari tadi sudah memperhatikan Aldo pun berlahan mulai mendekat dan berdiri di samping lelaki itu, dengan berlahan tangan lembut perempuan itu mulai menyentuh rambut lelaki itu dan mengusapnya.


Usapan di kepala Aldo membuat lelaki itu terbangun hingga kelopak mata lelaki itu berlahan mulai bergerak pertanda Aldo akan bangun.


Saat matanya mulai terbuka sepenuhnya Aldo merasa ada sebuah tangan yang sedang mengusap rambutnya, Aldo yang awalnya mengira itu adalah mamanya membiarkan saja tangan itu terus mengusap rambutnya karena Aldo sendiri merasa sangat nyaman ketika tangan itu berada di rambutnya.


Namun lama tangan itu di rambut membuat Aldo curiga karena tidak ada satupun suara yang keluar karena biasanya mama nya akan berbicara padanya hingga Aldo pun memutuskan untuk memanggil sang mama.


" Ma, Mama " panggil Aldo sambil menyentuh tangan itu namun entah kenapa Aldo merasa perasaan berbeda saat menyentuh tangan itu, perasaan yang mengingatkan nya pada Vina.


" Clekk.. " suara pintu di buka.


" Loh Kevin kapan sampainya, kok ngak ngabarin tante " tanya mama Aldo yang belum menyadari kehadiran Vina hingga tiba-tiba matanya mengarah ke arah ranjang dan melihat putri nya sedang berada di samping Aldo hingga membuat sang mama kaget hingga mematung di tempat.


" Loh Ma, mama baru masuk terus ini di samping aku siapa ma ? " tanya Aldo sambil tangan meraba-meraba kesamping dan mendegar nama Kevin di kamar itu tiba-tiba membuat Aldo berfikir bahwa tangan yang mengelus rambutnya tadi adalah Vina wanita ia semenjak dulu ia cintai pada pandangan pertama namun rasa gengsi yang besar membuat Aldo malah menyakiti perempuan itu.


" Vina ini kamu ya " tanya Aldo dengan tangan yang menggengam tangan itu.


" Kamu kemana aja selama ini, kakak minta maaf sama kamu sayang, kakak tau selama ini kakak punya salah banyak banget sama kamu, udah bikin hidup kamu menderita tapi kakak mohon maafin kakak sayang, jangan tinggalin kakak lagi seperti waktu itu ya, kakak ngak bisa hidup tanpa kamu " ucap Aldo tanpa henti dengan suara lirih dan memohon bahkan kini lelaki itu sudah mengeluarkan air mata.


" kamu boleh tampar kakak sepuas kamu, kamu boleh pukul kakak, kamu boleh hajar kaka tapi kakak mohon jangan tinggalin kakak lagi " ucapnya lagi yang kini sudah memeluk perempuan itu.


" Kak Aldo " Panggil vina sambil mengelus rambut Aldo.


Akhirnya suara perempuan itu keluar juga, sedari tadi perempuan itu masuk ke kamar itu belum ada satupun kata yang keluar dari mulutnya membuat Kevin yang memperhatikanya merasa khawatir dengan keadaan perempuan itu.


" Iya sayang ini kakak,


kakak seneng banget akhirnya ketemu kamu lagi dan bahkan kamu mau kesini jengukin kakak setelah apa yang udah keluarga kakak lakuin ke kamu tapi kamu masih mau jengukin kakak " jawab Aldo tanpa melepaskan pelukan itu dan dia baru menyadari bahwa perempuan itu terasa lebih berisi saat di peluk dan perut Vina juga terasa sangat besar.


" Ini anak kita sayang ya, kamu udah berapa bulan, kandungan kamu baik-baik aja kan " tanya Aldo lagi.


" Ma, mama tolongin Aldo cek kesehatan anak Aldo ma, " ucap Aldo lagi yang kini di tujukan pada mamanya namun tangan Aldo terus saja mengelus perut perempuan itu dengan tangan sebelah lagi yang memeluk erat pinggang Vina hingga membuat Vina susah bergerak.


" Kak, aku baik-baik aja kok dan anak aku juga baik-baik aja. Jadi, kakak ngak usah khawatir dan kakak bisa lepasin dulu ngak tangannya aku sesak karena kakak meluknya kuat banget " jawab vina sambil mencoba melepaskan tangan Aldo.


" Ngak mau, Aku ngak mau " jawab Aldo dengan suara tinggi.


Kalau kakak lepasin nanti kamu malah tinggalin kakak lagi " Aldo yang tadi mulai emosi kini malah menangis seperti anak kecil hingga membuat vina menghela nafas dengan reaksi kakaknya hingga vina pun berbicara baik-baik pada kakaknya.


Entah lah Vina merasa emosi Aldo sedari tadi terlihat tidak stabil dan bahkan dengan cepat berubah-berubah hingga membuat Vina heran apakah mungkin karna sudah lama tidak bertemu atau karena faktor lain Vina pun juga tidak mengerti.


" Kak aku ngak kemana-kemana kok, aku lagi hamil sekarang udah mau masuk bulan ke 6 dan perut aku udah besar jadi aku ngak sanggup berdiri lama-lama dan kakak peluknya erat banget jadi aku sesak " jelas Vina berharap Aldo mengerti


" Maaf ya kakak jadi nyakitin kamu dan anak kita, kakak bahkan ngak ada di samping kamu di saat masa-masa kehamilan kamu " jawab Aldo sedih dan melepaskan tangan Vina.


" Ma tolong ambilin kursi buat Vina " ucap Aldo meminta tolong pada sang mama dengan tangan sambil meraba-raba mencari sang mama karena sedari tadi ia tidak mendegar satu katapun suara sang mama.


Sang mama pun yang sudah sangat lama termenung akhirnya tersadar dan segera mengambil kursi untuk putrinya yang terlihat kelelahan berdiri dengan perut besarnya.


" Iya sayang ni lagi mama ambilin " jawab sang mama dan menyerahkan ke Vina.


" Mama " panggil Vina ke sang mama hingga membuat sang mama menangis karena akhirnya kini putri sekaligus calon menantunya sudah ada di depan matanya dan tanpa mau membuang waktu lagi sang mama langsung saja memeluk perempuan itu.


" Sayang mama kangen banget sama kamu, maafin mama ya udah nampar kamu dulu, mama nyesal banget dan mama selama ini selalu coba nyari kamu dengan bantuan papa dan Kevin tapi ngak pernah ketemu " ucap sang mama.


" Vina udah maaffin mama kok, Vina juga minta maaf ya karena udah bikin masalah di keluarga kita dan bikin mama dan papa marah, Vina juga kangen banget sama mama " jawab Vina sambil membalas pelukan sang mama.


" Kamu jangan pergi lagi sayang ya, mulai sekarang semua masalah kita hadapi sama-sama dan kita rawat sama-sama anak kamu " ucap sang mama sambil mengelus perut anaknya.


" Iya ma, makasih karena udah nerima Vina " jawab Vina.


" Iya sayang "


Sedangkan Kevin yang merasa bahwa keluarga itu butuh waktu untuk berbicara akhirnya Kevin pun memutuskan untuk keluar dari ruangan itu beberapa menit yang lalu tanpa mereka sadari dan dia akan meminta maaf pada tante nantinya dan akan menceritakan semuanya.