
Sayang...
Suara itu begitu nyaring memenuhi koridor sekolah SMA Internasional Bandung hingga membuat membuat gadis yang kerap disapa Lisa oleh teman-temannya yakin bahwa suara seseorang yang memanggilnya tadi akan terdengar sampai kelantai tiga.
Belum juga hilang rasa jengkel Lisa terhadap lelaki tersebut karena membuat keributan pagi-pagi hingga membuat semua mata tertuju padanya, kini lelaki yang sudah menjadi pacarnya sekaligus orang yang sudah bersama dengannya sedari kecil, lelaki yang bernama Maxcel Alvin Mahendra sudah berada didepannya setelah menarik tangan Lisa hingga membuat langkah kaki Lisa yang akan memasuki kelas terhenti.
" Kamu berangkat sama siapa tadi, kenapa kamu enggak tunggu aku jemput sih yang? " tanya Max dengan intonasi tinggi hingga membuat Lisa kaget.
Meskipun sebenarnya hal itu sering terjadi namun tetap saja Lisa selalu terkejut dan bahkan ketakutan ketika sang Singa yang saat ini berada didepannya mengamuk.
" Aku tadi berangkat sama tukang Ojek Online, aku udah nunggu kamu tadi, cuma kamu aja yang lama banget.
Jadi, dari pada aku telat yaudah aku berangat aja duluan " jawab Lisa dengan jengkel mengingat dia yang begitu lama menunggu Max menjemputnya hingga Lisa pun memilih berangkat duluan dengan menggunakan Ojek Online karena tidak mau menunggu lagi.
" Harus berapa kali lagi aku bilang, aku enggak suka kamu dekat apalagi bersentuhan dengan lelaki lain meskipun itu tukang Ojek Online, kenapa sih kamu enggak mau dengerin aku dan selalu aja ngebantah aku " jawab Max dengan muka marah hingga membuat urat-urat dilehernya menonjol.
" Dengar ya sayang, kali ini aku maafkan karena tadi juga gara-gara aku yang terlambat jemput, tapi seharusnya kamu tungguin aku walaupun terlambat dan kamu enggak usah takut kita enggak dikasih masuk, kamu kan juga tau kalau Papa punya setengah saham disekolah ini.
" Iya-iya Max, yaudah aku masuk kelas dulu.
Kamu masuk kelas sana, jangan bolos terus " jawab Lisa.
" MAX...... " teriak Lisa dengan keras karena merasa malu dengan kelakuan Max yang selalu sembarangan menciumnya, bahkan banyak teman-teman dan senior yang berteriak entah karena iri atau jengkel.
Max yang mempunyai kadar kegantengan yang melimpah sering membuat banyak para lelaki iri padanya ditambah lagi dengan status keluarganya yang kaya raya membuat Max memiliki banyak fans dan pengangum rahasia, namun selama ini Max tidak pernah memperdulikan hingga membuat aku merasa iri dengan kesetiaan yang dia miliki karena jujur saja Lisa sendiri tidak merasa yakin apakah dirinya bisa sesetia Max.
Saat ini Lisa sedang berada didalam kelas dan sedang fakus menyimak materi pelajar yang sedang diterangkan oleh Guru Fisika didepan.
Kring.....Kring....Kring....
Bunyi bel jam istirahat membuat sebagian anak-anak yang sudah merasa jenuh dan bosan dengan materi pelajaran langsung bersorak senang saat mendegar bel istirahat.
" Baiklah anak-anak sekian materi hari ini, besok kita lanjutkan kembali " pamit sang Guru dan segera keluar.
" Vi, kantin yuk ? ajak Lisa pada teman sabangkunya.
" Yuk, Aku juga laper banget ni " jawab Vivi.
Mereka pun mulai berjalan beriringan keluar dari kelas, namun baru saja Lisa sampai di depan pintu, Lisa kembali melihat batang hidung pacarnya yang sepertinya sudah menunggunya sedari tadi di depan kelas.
" Ayok yang ke kantin, calon suami kamu udah laper banget ni " ucap Max dengan kelewat santai tanpa memperdulikan tampang Vivi yang mulai jengkel karena selalu saja ketika ia berniat ingin pergi berdua dengan Lisa maka pawangnya pasti akan datang.